Memahami Oli

Posted on Januari 19, 2011. Filed under: Motor |


Mendengar kata Oli pastinya tidak asing lagi di telinga brader semua, Ya benda ini adalah “Darah” Motor kita, fungsi oli seringkali hanya dianggap sebagai pelumas mesin padahal oli juga memiliki fungsi lain yang tidak kalah penting, seperti sebagai pendingin, pelindung dari karat, pembersih dan penutup celah pada dinding mesin.

Sebagai pelumas, oli membuat gesekan antar komponen dalam mesin menjadi lebih halus dan memudahkan mesin mencapai suhu kerja yang ideal. Oli juga bertindak sebagai fluida yang memindahkan panas ruang bakar ke bagian lain dari mesin yang lebih dingin.

Melihat fungsi penting dari oli, maka perlulah kita mengetahui bagaimana cara memilih oli yang tepat untuk mesin sepeda motor kita agar mesin sepeda motor bekerja secara optimal dan lebih awet tentunya.

Memilih Oli untuk motor kita tidaklah sulit, perhatikan langkah – langkah berikut ini:

Pertama, kenali dulu bahan dasarnya, ada 3 jenis oli dilihat dari bahan dasarnya yaitu:

1.Mineral

2.Synthetic blend (Semi Sintetik)

3. Full Synthetic

Secara kasat mata sulit untuk membedakannya namun yang pasti tiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing oli mineral lebih tahan terhadap penguapan namun viskositas (kekentalannya) mudah berubah karena tidak tahan suhu tinggi dan kondisi ekstrim sedangkan oli sintetik lebih mudah menguap tapi viskositasnya lebih stabil dan tahan dalam kondisi ekstrim panas maupun dingin.

Oli mineral cocok untuk motor keluaran tahun lama karena clearance atau celah-celah mesinnya lebih renggang, lain halnya dengan oli semi sintetik yang lebih cocok untuk motor-motor keluaran tahun terbaru, sedangkan oli full sintetik lebih cocok pada motor high performance, multi silinder, multi klep dan berkompresi tinggi atau motor yang digunakan untuk keperluan kompetisi (balap), sebenarnya motor harian tidak haram menggunakan oli full sintetik hanya saja akan menjadi mubazir karena dari segi ekonomis oli yang benar-benar full sintetik harga per liternya bisa bikin nangis mewek mencapai 100 sd 150rb bahkan lebih, mending beli bensin dapet berliter-liter he..he.. bisa jalan sampe jauuuuuhhhhh……

Kedua, kenali kode – kode dan sertifikasi pada kemasan Oli.

Kalau kita baca dan perhatikan pada kemasan Oli ada tulisan kode huruf dan angka misalnya seperti ini : (10W-40 API service SL / JASO MA2). Kalau brader baca tulisan tersebut gak usah bingung apa maksudnya, kode – kode tersebut merupakan “sertifikat” dan keterangan yang diberikan oleh perusahaan pembuat oli tersebut, Sertifikat terhadap kualitas oli secara internasional beragam, namun yang umumnya sering dipakai sebagai standar oli di dunia adalah API dan JASO. Lalu apakah API dan JASO itu?

API yang ini bukan buat masak locah melainkan American Petroleum Institute, adalah lembaga yang mengetes dan memeriksa kualitas oli yang dipakai di negara-negara eropa dan amerika dan umumnya standar API sudah dimiliki oleh hampir seluruh merek oli.

API Service biasanya menggunakan inisial S = untuk bensin dan C = untuk solar. Adapun huruf yang mengikuti di belakangnya merupakan tingkatan (grade) dari oli tersebut. Contoh: SA, SB, SC, SD, SE, SF, SG, SH, SJ, SL (bensin) CA, CB, CF, CH, CH4 (solar).

Semakin jauh abjad yang mengikutinya, semakin bagus kualitas oli tersebut dan telah memenuhi syarat oli sebelumnya. Dengan kata lain kendaraan yang dianjurkan menggunakan oli dengan grade SH dapat menggunakan oli grade SL. Tetapi tidak sebaliknya karena akan ada efek samping seperti mudah oli menguap, terlalu cepat minta diganti, mudah berubah warna dll. Berikut grade yang ada di pasaran (untuk bensin):

API Service SL: untuk kendaraan tahun 2001
API Service SJ: untuk kendaraan tahun 1996
API Service SH: untuk kendaraan tahun 1996
API Service SG: untuk kendaraan tahun 1993

Sedangkan JASO (Japanese Automotive Standar Association) adalah lembaga di jepang yang mengecek dan menguji kualitas oli untuk kendaraan di negaranya (timbul pertanyaan kok jepang ngeluarin standar oli sendiri?) itu karena karakteristik mesin dan kendaraan buatan eropa dengan kendaraan buatan jepang berbeda. Motor-motor buatan jepang umumnya menggunakan kopling basah sedangkan kendaraan buatan eropa menganut sistem kopling kering yang artinya tidak terendam oli sehingga kendaraan buatan eropa cukup dengan sertifikasi API sedangkan kendaraan buatan jepang selain sertifikasi API wajib memiliki sertifikasi JASO.

JASO MA adalah kode untuk menunjukkan bahwa oli tersebut sangat cocok untuk motor berkopling basah (terendam oli) dan umumnya semua motor yang masuk ke indonesia menganut sistem kopling basah jadi saya sarankan pilih oli HARUS punya sertifikasi ini, kalau gak ada kode ini mendingan jangan pilih oli tersebut, karena akan beresiko kanvas kopling motor sobat cepat aus dan selip bahkan gosong. Sedangkan kode di belakang JASO menunjukkan kualitas sertifikat. Yang paling tinggi adalah JASO MA2 jadi klo bisa pilih yang kode MA nya paling tinggi. Khusus untuk motor matic pilih yang ada kode JASO MB karena tipe mesinnya berbeda.

Terus kode angkanya (misal 20w-50 atau 10w-40) artinya apa tuh? ini artinya oli memiliki tingkat viskositas atau kekentalan dengan indeks (10) pada keadaan dingin (Winter) dan akan berubah menjadi kekentalan dengan indeks (40) pada suhu 100 derajat celcius.

Banyak sobat kita diluar sana masih kurang paham dalam memilih oli untuk sepeda motor bingung bahkan ada yang menggunakan oli mobil untuk motor mereka atau bahkan ada yang salah beli karena sama sekali gak ngeh bedanya oli motor ama oli mobil bingung (mungkin pas beli di tokonya mati lampu sehingga gelap dan salah ngambil, xixixixi…)ngakakngakakngakak, timbul pertanyaan sebenarnya boleh gak sich pake oli mobil di motor kita?

Jawabannya bukan tidak boleh, hanya saja tidak direkomendasikan, alasannya bahan yang digunakan untuk membuat oli motor dan mobil jauh berbeda, oli mobil lazim dilengkapi bahan yang masuk kategori friction modifier. Maksudnya, sejenis aditif yang bikin pelumasan makin lama makin licin dan makin licin makin asik.(Itu lain lagi kalee yaa ngakak…ha..ha..) Untuk kebutuhan hindari gesekan material dalam mesin, memang bahan itu memberi efek bagus. Meski memakai oli yg termasuk katagori encer, tapi tidak khawatir gesekannya akan merusak material. Tapi ingat! Oli tersebut tidak cocok untuk motor dengan kopling basah. Soalnya akan terjadi slip kopling, kanvas kopling gampang aus atau bahkan gosong. Itu sebabnya oli mobil tidak direkomendasikan untuk motor.

Lalu bagaimana dengan motor matic bisakah pakai oli mobil? Kan sistem transmisinya terpisah dari mesin tuch. Jawabannya sama yaitu tidak direkomendasikan, alasannya meskipun mesinnya mirip-mirip dengan mobil tapi faktanya mesin motor baik itu matic atau motor apapun lebih stress daripada mesin mobil, bisa dilihat dari RPM nya. Putaran mesin motor bisa sampai 9000 RPM (belum red line) bahakan lebih, sedangkan mobil pada umumnya hanya 6000 RPM (lebih dari itu masuk red line), sehingga motor lebih memerlukan oli yang tahan banting dan tahan stress karena melumasi tiga bagian penting yaitu mesin ( piston, klep, kem, kruk as brikut teman2 nya), kopling, dan gearbox. Jika dipaksakan pake oli mobil yang hanya diformulasikan untuk mesin saja dikhawatirkan olinya lebih cepat minta ganti, performanya cepat menurun lalu kekentalannya mudah berubah sehingga tidak mampu bekerja maksimal melindungi mesin, ujung – ujungnya bisa merusak mesin.

Untuk membedakan mana oli buat motor dan mana yang buat mobil sebenarnya mudah, bisa dilihat dari kemasannya. Oli motor umumnya ada gambar motor bukan yang ada gambar cewek seksinya loch, kalau oli yang itu beda lagi kegunaannya walaupun sama-sama bikin licin. : p ( kok nyasar kesitu terus jadinya, he..he..) hammer dan biasanya ada tulisan 4T atau kalau gak ada tanda tersebut cukup baca kodenya saja kalau ada kode JASO MA itu tandanya untuk motor kopling basah, kalau JASO MB untuk motor matic.

Jadi dari penjabaran diatas rasanya kita para biker jangan lagi salah dan bingung memilih oli untuk cewek… waduh… maksud saya motor kesayangannya, walaupun sebenarnya oli yang paling aman untuk motor kita adalah oli rekomendasi pabrikan namun kita sebagai konsumenlah yang memiliki hak dalam memilih oli apa yang digunakan untuk motornya, dimanapun konsumen adalah raja! so…. apapun merek motor dan tipenya yang penting olinya harus tepat ya bro… Trus jangan sampe jadi korban iklan dan terpaku pada merek oli tertentu dengan jargon atau semboyan andalannya…

Semoga bermanfaat bagi para pembaca jika ada kekurangan atau kesalahan mohon diampuni, he..he..

http://gilamotor.com/forum/smart-biker/tips-memilih-oli-untuk-sepeda-motor-4-tak/



Memilih oli mesin kadang cukup membingungkan, karena ketidak tahuan spesifikasi oli yang akan kita pakai. Pemahaman tentang kondisi pengoperasian mesin yang dipakai, serta pengetahuan mengenai spesifikasi oli, bisa membantu memecahkan persoalan was-was ini.

Sebagaimana telah diketahui bahwa oli mesin memegang peran yang sangat penting misalnya memperkecil koeffisien friksi antar elemen mesin yang saling bersinggungan, menjadi cooling agent di ruangan mesin, menghindari karat, menjaga agar tidak terjadi wearing pada permukaan elemen dsb.

Selain persyaratan tsb di atas oli mesin, saat mesin beroperasi, senantiasa berada dalam lingkungan yang memiliki suhu tinggi dikarenakan proses pembakaran di ruang bakar. Proses pembakaran tsb juga menyebabkan reaksi oksidasi serta menimbulkan radicals atau senyawa yang biasanya timbul dikarenakan reaksi efek panas, sehingga menyebabkan penurunan mutu oli mesin tsb. Untuk menjaga kwalitas oli dari reaski tsb diperlukan additive pencegah oksidasi.

Disamping itu blow-by gas yang merupakan gas pembakaran yang masuk ke ruang mesin mengandung bagian bahan bakar yang tidak terbakar sempurna, cenderung menjadi soot atau particulete, untuk menghindari particulate tersebut menggumpal sehingga menjadi gangguan tersendiri, oli mesin juga perlu additive anti pembentuk gumpalan tsb. Disamping itu pada mesin diesel, yang memungkinkan sulfur terkandung cukup banyak maka oli mesin untuk jenis ini memerlukan additive penetral sulfur tsb.

Seperti diketahui bahwa elemen mesin seperti piston-ring dan cylinder-liner, ujung connecting rod, lalu cam-nose dan rocker-arm adalah saling bersentuhan. Untuk bagian seperti ini, pelumasan dari fluida yang bersifat mengalir menjadi pelumasan permukaan dimana alirannya sangat terbatas. Kondisi jenis pelumasan yang ada di ruang mesin tsb, harus direspon oleh satu jenis oli mesin saja.

Untuk pelumasan jenis permukaan tsb, kekentalan oli mesin yang tinggi akan lebih cocok untuk melindungi dari wearing elemen, namun kekentalan oli mesin yang tinggi tsb menjadi hambatan bagi elemen-elemen yang berputar yang menurunkan effisiensi bahan bakar dari sistem itu sendiri. Sebaliknya kekentalan yang rendah atau encer, bagus untuk effisiensi bahan bakar, tetapi memungkinkan kerusakan elemen mesin lebih tinggi disebabkan kemungkinan gesekan antar elemen yang lebih besar. Sehingga oli mesin perlu di kondisikan agar mampu merespon kondisi jenis pelumasan yang diperlukan seperti di atas. Misalnya dengan penambahan additive ZDTP untuk melindungi bagian-bagian yang bersinggungan seperti cam dsb.

Distribusi penggunaan energi hasil pembakaran bisa digambarkan kurang lebih energi yang bisa dipakai sebagai tenaga gerak sistem 25%, gesekan roda dan jalan 6%, lalu loss karena mekanik 7.5%, dari distribusi tsb misalnya dengan menggunakan oli mesin shg loss mekanik menjadi 0% sekalipun, effisiensi bahan bakar akan naik 7.5%, namun sebenarnya tidaklah bisa diharapkan begitu tinggi peningkatan effisiensi bahan bakarnya. Namun harga oli yang cocok untuk effisiensi bahan bakar tinggi, tidaklah begitu berbeda dari oli biasa, maka penggunaan oli untuk mempertinggi keiritan bahan bakar ini tetap menjadi salah satu point yang tidak dilupakan.

Spesifikasi oli untuk mengirit bahan bakar tsb meliputi berbagai hal penting yang perlu diingat. Seperti yang dijelaskan di atas bahwa ada beberapa jenis pelumasan yang terjadi di ruangan mesin, secara ringkas oli yang baik adalah oli yang mampu menurunkan friksi pada jenis pelumasan yang manapun di atas. Pada oli yang dipasarkan, ada sebuah sertifikat yang dikeluarkan dengan standard ILAC, yaitu standard yang dikeluarkan oleh produsen minyak dan produsen mobil tentang grade oli tsb. Untuk oli yang memenuhi standard tsb akan diberi tanda mark spt pada gambar ( donat ).

Kecenderungan oli mesin saat ini adalah penurunan kekentalan oli untuk menurunkan hambatan fluida pada elemen yang berputar, sedangkan untuk menangani masalah pada permukaan elemen yang bersinggungan ditambahkan additive anti wearing, dsb. Pada operasional di lapangan yang lebih banyak dalam kondisi beban ringan atau sedang, dengan suhu sekitar 150 derajad celcius, oli yang memiliki base dari polimer memiliki kelebihan. Hal ini karena oli dengan base polimer mengalami perubahan kekentalan yang sedikit sekalipun terjadi perubahan suhu yang cukup besar. Sehingga aplikasi riilnya memiliki range usability yang lebih luas atau fleksible. Namun dengan kekentalan yang rendah, atau oli yang lebih encer, memiliki kecenderungan menguap yang lebih tinggi dari pada oli berkekentalan tinggi. Hal ini juga menjadi salah satu tema penelitian pada formula-development oli mesin.

Kode kekentalan dari sebuah oli mesin, biasanya tertulis di luar kaleng oli tersebut. Bagian yang ada huruf W, merupakan index kekentalan tsb yang diuji dengan sistem pengujian Cold Cranking Simulator (CCS) Ini dilakukan pada suhu rendah di bawah nol, misalnya 10W, 20W, 5W, atau 0W. Semakin kecil angka di situ semakin encer oli mesin tsb. Atau semakin mudah dalam starter mesin. Namun kalau dilihat secara problem pemakaian khusus nya di Indonesia dan bukan di dataran tinggi, oli tanpa standard CCS ini juga mencukupi. Apabila tanda kekentalan tsb, tidak menggunakan huruf W, maka oil tsb hanya di test dengan standard pada suhu 100 derajad C. Semakin kecil angkanya, semakin encer, cocok untuk titik berat pada fuel effisiency, tetapi kurang baik untuk melindungi elemen mesin yang saling bersentuhan.

Jadi sebenarnya dari sudut pandang teknis, untuk Indonesia yang tidak menjumpai suhu dingin, sudah cukup melihat spesifikasi oli dengan code angka tanpa huruf W. Tetapi dalam pemakaian riilnya kembali kepada kepuasan user, apakah memakai standard ganda atau cukup dengan standard tunggal tanpa pengujian CCS.

Long Life Engine Oil
Dengan semakin tingginya perhatian terhadap issue lingkungan, usaha untuk penggunaan oli mesin sampai dengan 30,000 km saat ini telah dimulai oleh beberapa produsen oli. Hal ini disamping lebih ringan bebannya terhadap lingkungan juga mengurangi tema dalam perawatan mesin. Dari penelitian telah diketahui bahwa penyebab utama rusaknya oli dimulai dari berkurangnya additive anti oksidasi dalam oli tsb. Semakin berkurangnya additive anti oksidasi ini menyebabkan kerusakan senyawa base oil karena proses kimia oksidasi, yang membawa effek berantai dengan kerusakan additive yang lain secara eksponensial yang mempercepat kenaikan kekentalan oli mesin tsb. Telah diketahui juga bahwa letak penyebab kerusakan mutu oli mesin ini, umumnya dimulai dari bagian antara piston dan silinder.

Pemakaian oli dalam kondisi mutu oli sudah rusak ini akan mengakibatkan timbulnya kotoran yang tertumpuk dalam mesin tsb. Kotoran ini berasal dari oli itu sendiri yang terurai, dan menggumpal yang akhirnya bisa diketemukan pada elemen-elemen mesin. Sehingga untuk memecahkan persoalan ini penggunaan additive anti oksidasi, additive detergent serta additive pencegah gumpalan menjadi salah satu kunci penting pada penentuan formula oli mesin baru.

Berikut beberapa pelumas dengan kualitas yang dikenal baik, dan menjadi pilihan terbaik untuk merawat mesin kendaraan anda. Pertanyaan dan komentas silahkan posting di page “ruang diskusi”. Semoga bisa memberi informasi yang akurat dan bermanfaat bagi kita semua pengguna sepeda motor dan mobil pada umumnya sehingga kita bisa meraih kegunaan optimal kendaraan kita secara efesian, mengingat kondisi mahalnya BBM akhir-akhir ini.

salam Lubricant

untuk kendaraan anda mungkin bisa lebih diperjelas………apakh mesin speda motor anda ini masuk kategori 4 tak atau 2 tak? mengapa saya bertanya begini? itu lebih disebabkan penggunaan pelumas-nya akan sedikit berbeda….jika kita bicara mesin 2 tak maka kita akan lebih sering mendengar orang bicara oli samping walau tidak bisa diabaikan pentingnya oli mesin (pada mesin 2 tak memerlukan 2 jenis oli secara bersamaan, oli mesin dan oli samping), sedangkan pada mesin 4 tak kita hanya menggunakan pelumas utama di mesin (oli mesin)…..nah jika saya tidak salah menduga anda adalah penguna motor dengan mesin 4 tak….karena saat ini sepeda motor dengan jenis mesin 2 tak sudah sangat menurun diproduksi dan didominasi oleh produksi mesin 4 tak……jika demikian maka kita akan lebih jelas mendiskusikan tentang oli mesin…..oli mesin yang baik mempunyai beberapa karakter fisik dan kimia yang diperlukan oleh komponen-komponen sistem mesin yang mengalami gesekan, tumbukan, tarikan, pemanasan dengan suhu yang sangat tinggi bahkan pada keperluan-keperluan tertentu mesin mengalami kondisi yang ekstrim……
sebagaimana kita tahu bahwa komponen2 mesin yang berupa logam tersebut dalam rentang waktu tertentu mengalami keausan akibat kondisi2 di atas maka sudah seharusnya merawat mesin kita dengan baik dan benar….caranya????

1. pilihlah pelumas dengan kekentalan yang sesuai kebutuhan mesin, bisa dilihat di buku petunjuk kendaraan rony :-) di situ terdapat spesifikasi oli dengan kekentalan tertentu….ditunjukkan dengan lambang-lambang sebagai berikut :
SAE 0W-50
SAE 20W-50
SAE 10W-40
SAE 10W-50 dll…..
lambang2 ini menunjukkan kualitas kekentalan pelumas pada kondisi kerja……detilnya jika berminat nanti kita sambung lagi lebih mendalam……pilih yang sesuai dengan spesifikasi motor rony……jika untuk motor bebek rata-rata membutuhkan oli dengan tingkat kekentalan SAE 20W-50……

kemudian kita perhatikan API service-nya…..pada kemasan oli yang benar terdapat lambang API (american petroleum institute) yaitu uji kualitas oli dengan standar dunia yaitu API………….dilambangkan dengan :
-API SG
-API SH
-API SJ
-API SL
-API SM dst…….
untuk motor bebek untuk produksi tahun 2000 ke atas dianjurkan utnuk menggunakan oli dengan API service SJ……..
kalau boleh tahu motor bebeknya merk apa ya?????biar kita bisa lebih tepat membeli oli :-)

2. jangan beli bensin eceran…….membahayakan mesin dalam kondisi oktan rendah dan prosesknocking yang makin tinggi menyebabkan kerak dan deposit lainnya diruang bakar……hal ini merusak ruang bakar dan sering menimbulkan mesin kehilangan kompresi dan tenaga……mengapa????deposit dari BBM campuran bensin dan minyak tanah(yang sering digunakan dan dijual di eceran) rawan menyebabkan goresan2 diruang bakar (selama yang saya tahu dari temen2 mekanik dibengkel)……………kondisi mesin yang begini nantinya akan menyebabkan mesin anda rusak dan kehilangan kompresi ……..jd daripada ganti seher dan memperbaiki dinding ruang bakar (mahal untuk ukuran kebanyakan)…mending beli bensin di tempat yang semestinya seperti SPBU2 pertamina pasti pas, Shell, Petronas, dan lain-lain……. :-)

3. Rawat saringan udara, jangan dicopot, ganti secara periodik supaya kinerja ruang bakar jadi lebih baik……saringan udara ini memfilter udara yang masuk diruang bakar digunakan untuk pembakaran BBM……..jd jika saringan udara ini tidak di rawat akan menghambat kinerja ruang bakar, mengakibatkan berbagai hal yang merusak seperti…….mesin diruang bakar jadi lebih kotor karena deposit dari udara yang tidak tersaring dengan baik akibatnya seperti poin no. 2 di atas…….lainnya menyusul ya ron…. ;-)

nah pertanyaanmu mengenai pelumas yang ber-merk evalube saya rekomendasikan untuk jenis yang Prosynthetic…..menurut temen2 mekanik pelumas ini bagus untuk pemakaian dengan kondisi suhu yang tinggi bisa dibilang ekstrim…..maksudnya jika kendaraan kita bekerja pada kondisi jalam macet dan otomatis sistem pendingin mesin kita (bebek rata2) khan masih pake aliran udara karena gerak motor ke depan….u/ kondisi macet mesin bekerja lebih keras tanpa aliran udara yang cukup, suhu mesin naik di atas rata2……nah oli evalube 4Tprosynthetic ini rekomendasi juga buat kamu ron :-) ………untuk harga di pasar (maksudnya dibengkel) rata-rata Rp. 22.500,-/botol isi 0,8 Liter atau 800 ml………perhatikan kapasitas mesinmu ya ron jangan sampai kurang atau kelebihan isinya karena dalam jangka waktu menengah bisa mengakibatkan gangguan juga….namun banyak orang yang masih belum aware tentang hal ini…..ya maklum ro….orang indonesia khan maunya serba instan, praktis, dan murah…..harga akan menjadi relatif jika kita mempertimbangkan keuntungan jangka panjang :-)

mungkin jika kamu mau berbagi lokasi tempat tinggalmu disekitar mana????biar nanti bisa aku kasih tahu ke bengkel mana kamu bisa cari produk ini…… :-) ok sekian dulu ya ron…..semoga bisa mencerahkan… :-)  ….ajak temen2 lain dong untuk posting di blog ini :-) biar tambah teman dan pengetahuan :-)

Kapan Harus Ganti Oli

Pertanyaan tersebut selalu menggantung erat di benak banyak orang, mengingat hanya sedikit pemilik mobil yang memiliki pengetahuan tentang lika-liku mesin mobil. Umumnya, kalau mengisi oli ke bengkel, maka bengkel akan mengisi kartu yang orang untuk kembali lagi setelah 5.000 kilometer. Bahkan, ada pula bengkel yang meminta orang untuk kembali setelah 2.500 kilometer. Apa pun jenis dan merek oli yang dibeli.

Dulu, di saat kualitas oli belum sebaik sekarang, penggantian oli untuk pemakaian sejauh 2.500-5.000 kilometer itu masih bisa diterima. Namun, kini, di saat kualitas oli sudah jauh lebih baik, bahkan pada beberapa merek oli itu juga ditambah dengan additive, maka penggantian oli untuk pemakaian 2.500-5.000 kilometer menimbulkan gugatan. Yang pasti bengkel akan diuntungkan dengan semakin seringnya orang mengganti oli. Persoalannya apakah memang benar oli itu harus diganti secepat itu?

Di Amerika Serikat (AS), oli bisa dipakai untuk pemakaian lebih dari 10.000 kilometer. Padahal, rata-rata kendaraan di AS digunakan untuk perjalanan jauh dengan kecepatan di atas 100 kilometer per jam. Pertanyaannya adalah mengapa di AS oli tahan untuk pemakaian lebih dari 10.000 kilometer, sedangkan di Indonesia hanya tahan 2.500-5.000 kilometer. Padahal, jenis oli yang digunakan sama.

Di masa lalu, untuk oli yang didatangkan dari luar negeri selalu dilengkapi dengan keterangan oli itu bisa digunakan sampai berapa kilometer. Oli STP bahkan pernah mengklaim bisa digunakan sampai 25.000 kilometer. Sulitnya, saat ini, keterangan seperti itu tidak ada lagi. Bagi mobil-mobil papan atas, hal itu tidak menjadi persoalan, karena komputer yang terdapat di mobil yang akan mengingatkan kapan oli harus diganti. Lampu yang terdapat di dashboard akan menyala dan mengingatkan bahwa oli harus diganti.

Namun, beberapa pemilik mobil-mobil papan atas menyebutkan bahwa lampu peringatan untuk mengganti oli biasanya menyala setelah mobil digunakan antara 15.000-20.000 kilometer. Dan, apabila mobil dipacu dalam kecepatan tinggi untuk waktu yang lama, misalnya, sering digunakan untuk melakukan perjalanan jauh ke luar kota, maka nyala lampu peringatan semakin cepat.

Yang penting dijaga adalah jangan sampai volume oli dalam mesin kurang. Harus dijaga agar permukaan oli berada di tengah-tengah batas maksimum dan minimum. Bagi mobil-mobil yang sudah berumur, atau sudah tidak baru lagi, pemeriksaan tinggi permukaan oli di dalam mesin harus dilakukan lebih sering. Sebab, mungkin saja terjadi kecocoran sehingga jumlahnya berkurang. Jika volume oli di dalam mesin mobil jumlahnya cukup, maka kondisi mesin tetap terjaga bahkan sampai melampaui 10.000 kilometer. Dan, dalam membeli oli harus hati-hati karena saat ini banyak oli palsu yang beredar di pasar.


Tips memilih Oli

Fungsi utama oli tidak hanya sebagai pelumas mesin saja, Oli memiliki fungsi lain yang tak kalah pentingnya, pembersih penutup celahpada dinding mesin. Semua fungsi tersebut adalah sangat erat berkaitan, sebagai pelumas,oli akan membuat gesekan antara komponen di dalam mesin bergerak lebih halus, sehingga memudahkan mesin untuk mencapai suhu kerja yang ideal. Selain itu, oli juga bertindak sebagai fluida yang memindahkan panas ruang bakar yang mencapai 1000-1600 derajat celcius ke bagian lain mesin yang lebih dingin. Kandungan aditif dalam oli, akan membuat lapisan film pada dinding slinder guna melindungi mesin pada saat start. Sekaligus mencegah timbulnya karat, sekalipun kendaraan tidak dipergunakan dalam waktu yang lama. Disamping itu, kandungan aditif diterjen dalam pelumas berfungsi sebagai pelarut kotoran hasil sisa pembakaran agar terbuang saat pergantian oli.

Semakin banyaknya pilihan oli saat ini, tentunya akan membuat kita sedikit bingung, karena semua produsen oli pasti mengatakan oli mereka yang paling bagus. Namun ada beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan acuan antara lain, kenali karakter kendaraan anda, spesifikasi mesin serta lingkungan dimana mayoritas anda berkendaraan (suhu, kelembaban udara, debu, dsbnya). Untuk itu, harus diperhatikan peruntukan pelumas, apakah digunakan untuk pelumas mesin bensin, atau diesel, 2 tak atau 4 tak, peralatan industri, dan sebagainya. Kualitas dari oli sendiri ditunjukan oleh kode API (American Petrolium Institute) dengan diikuti oleh tingkatan huruf dibelakangnya. Contoh API: SL, Kode S (Spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf kedua menunjukan nilai kualitas oli, semakin mendekati huruf Z mutu oli semakin baik dalam melapisi komponen dengan lapisan film dan semakin sesuatu dengan kebutuhan mesin modern.

Tingkat kekentalan pelumas yang juga disebut “Viskosity-Grade” adalah ukuran kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperatur tertentu.
Kode pengenal oli adalah berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya, menunjukan tingkatan kekentalan oli tersebut. Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakangnya angka awal, merupakan singkatan dari Winter. SAE 15W-50, berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 10 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun. Sementara itu dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja pada kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE.

Semua oli baik mineral maupun synthetic sama-sama ada standar APInya namun ada keunggulan oli synthetic dibandingkan oli mineral yaitu lebih stabil pada temperatur tinggi (less volatile) sehingga kadar penguapan rendah. Juga mengontrol/mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin, sirkulasi lebih lancar pada waktu start pagi hari/cuaca dingin. Melumasi dan melapisi metal lebih baik dan mencegah terjadi gesekan antar logam yang berakibat kerusakan mesin. Selain itu, tahan terhadap perubahan/oksidasi sehingga lebih ekonomis dan efisien. Mengurangi terjadinya gesekan, meningkatkan tenaga dan mesin lebih dingin serta mengandung ditergen yang lebih baik untuk membersihkan mesin dari kerak.

Sedangkan synthetic biasanya disarankan untuk mesin-mesin berteknologi terbaru ( Turbo, supercharger, dohc, dsbnya) yang juga membutuhkan pelumasan yang lebih baik (racing) dimana antara celah part/logam lebih kecil/sempit/presisi. Dimana hanya oli synthetic yang bisa melapisi dan mengalir sempurna. Jadi untuk mesin yang diproduksi tahun 2001 keatas disarankan sudah menggunakan oli yang bertipe synthetic (campuran dengan mineral oli) atau fully-synthetic.


-Jangan Keliru Memilih Oli Mesin-

MINYAK pelumas atau oli tidak akan terpisahkan dengan mesin kendaraan bermotor. Tanpa oli, mesin rontok. Bila oli berkurang, komponen akan cepat aus akibat gesekan antara kedua permukaan komponen. Karena itu, kelangsungan hidup mesin amat dipengaruhi oleh oli.

Makin besar kerja mesin, makin penting peran oli. Hal serupa juga terjadi pada sepeda motor, terutama di kota-kota besar, di mana lalu-lintas cenderung macet, ruwet, dan suhu kian panas. Mengingat penting dan peranannya, oli menjadi ladang bisnis menggiurkan paling tidak tiap 2.000 km sampai 5.000 km– oli harus diganti.

Berbagai merek dan jenis oli pun bermunculan di pasaran. Mulai dari oli biasa (konvensional) yang disebut pelumas mineral, sampai oli sintetis dan semi sintetis. Perbedaan ketiga jenis oli ini, bisa dilihat dari komponen dan unsur di dalamnya. Pelumas konvensional, umumnya terdiri atas 90% minyak dasar (crude oil), hasil penyulingan minyak bumi, ditambah 10% campuran bahan kimia aditif guna meningkatkan kinerjanya.

Bahan kimia yang dipakai sebagai campuran biasanya detergen (pembersih), antioksidasi dan Index Viscosity Imorover (campuran peningkat kekentalan). Penggabungan unsur-unsur itu membentuk oli yang mampu melumasi mesin.

Pelumas sintetis, sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan-bahan aditif. Jumlahnya menentukan jenis oli sintetisnya. Oli sintetis penuh (full synthetic oil) mengandung 100% bahan aditif, yaitu minyak dasar bahan kimia yang bukan dihasilkan dari penyulingan minyak bumi.

Sedangkan oli semi sintetis pelumas yang dibuat dengan menggunakan minyak dasar bahan kimia dicampur minyak mineral. Mengingat proses pengolahannya tidak lagi mengandalkan minyak dasar, bahan kimia yang banyak diaplikasi sebagai pengganti antara lain ester asam berbasa dua, ester organo fosfat, ester-silikat, glicol-polialkilena, silikon, klorida sert fluor hidrokarbon.

Mengingat bahannya masih alami, oli mineral amat cocok untuk motor motor lawas, seperti Honda C-70, Honda C-90Z, Supercup, Astrea 800, Yamaha V-75, Suzuki Crystal, Binter Mercy, dan sebagainya. Kelebihannya, oli tak mudah menguap saat mesin ada pada temperatur ideal, sehingga jeroan yang sudah aus tidak bertambah parah.

Untuk mesin motor baru seperti Honda Supra, Karisma, Astrea Impressa, Yamaha F1-Z, RX-King, RX-Z, Kawak Ninja, Yamaha Vega, Yupiter, Kawak Kaze, Suzuki Shogun, dan sebagainya, bisa memakai oli semi-sintetis. Perpaduan unsur mineral dan kimia, mampu menjaga kondisi mesin tetap prima, tanpa meninggalkan kemampuan untuk melindungi komponen dalam mesin.

Sedangkan oli full synthetic sangat cocok dipakai pada motor balap yang mesinnya terus menerus digeber pada putaran (rpm) tinggi. Oli ini mampu melumasi seluruh bagian mesin sampai di sela-sela kecil sekalipun. Tingkat kekentalannya pun stabil meski dalam kondisi ekstrem, dan mampu menjaga mesin meski pada suhu tinggi.

Klasifikasi oli sintetis tidak berbeda dengan oli biasa. Pelumas sintetis mempunyai jenis klasifikasi tingkat kekentalan tunggal (single grade), misalnya SAE 20, SAE 40 dan SAE 50. Ada juga jenis klasifikasi tingkat kekentalan jamak (multigrade) antara lain SAE 15W-50 atau SAE 20W-50.

Bahkan, pada aplikasi motor balap atau mesin berteknologi mutakhir, tingkat kekentalannya sering dibuat sangat ekstrem, misalnya SAE 5W-50, SAE 10W-60. Mengingat oli sintetis memiliki banyak keunggulan dan proses pembuatannya lebih rumit dibanding oli biasa, harganya pun relatif mahal. Nah, untuk memilih oli yang pas, sesuaikan dengan kebutuhan mesin motor Anda. (amn)***


Memilih oli Di pasaran bingung 2,mumet!!. Bayangin ada rbibuan merk, dari 200-an lebih produsen oli. Untungnya di toko2 en bengkel2 plg banteer cuma dipajang 10-an merk. Tp ada tips simpel buat memilih oli bermutu tapi murah utk motor!!
1. Yg wajib , lihat Kode umum oli utk motor2 jepang, jaso MA dan Npt. Kalo ga ada Npt, tanya pada agennya. Ana pernah pake Oli tnp NPT. Mutunya OK!! (Ana pnya daftar perush. Oli en alamatnya.)
2. Lihat Kode Api. Idealnya ga perlu diatas SG. Api diats SG, raltif banyak aditf firksi en sedkit (dibatasi) aditf Zn, pospor (anti aus en karat.) Padahal utk motor mesti sebaliknya.
3. Dari pengujian di lab., Merk ternama ga identik mutunya bagus. Kalo jeli , Antum bisa dapt oli mutu bagus, harga murah, meski merknya ga ternama.
4. Yg paling penting kalo merknya blum dikenal, (selain No.1 en 2) tanya TBN(angka basa), min.5-6, vskositas indeks +120 keatas. Masa pemakaian (berapa kilometer)- (biasanya + 3000-an km)!! Biasanya di internet ada spek. olinya!!
4. Mengenai kekentalan ga perlu dipikirin ! beberapa pengujian membutikan, efeknya ga terlalu signifikan ama mesin. Plihan 20W50, 15W40, 10W40.
5. Oli ga terkenal biasanya justru dijual di toko2 besar (di radio dalam salah satunya). Kelebihannya selain harganya kompettif, olinya ga mungkin dipalsukan!! (Yg dipalsukan pasti yg terkenal)

About these ads

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

17 Tanggapan to “Memahami Oli”

RSS Feed for Willy Kk Blog – My Heart Voices Comments RSS Feed

wuih lengkap banget, jd tahu… Thanks infonya

panjang banget Sob, gmana kalo dipecah jd beberapa postingan. Makasih

ok bro next time eheh :oops: ini biar puas bacanya hehe

sya masih kurang ngerti dengan viskositas

10w-40

itu artinya pada saat dingin kekentalannya di tingkat 10, pada saat panas kekentalannya di tingkat 40 ya ?

yups bentoel memang pilihan betoel eheh. aneh yak kenapa oli klo panas kok jadi tambah kentel. katanya klo panas malah nguap tuh oli :lol:

motorku Supra-X 2005, pakai oli Petro Canada SAE 10-40, sampai sekarang jarak tempuh dah sekitar 5000 km, kalau ngikut speknya yg sdh Euro 7, katanya bisa sampai 50.000 km … gmn nih? pengen coba diterusin takut mbledos engine nya … hohooo

hmm yg bener brot ? ane boleh liat ga warna olinya kyk gmn ? ane pengen pake juga itu oli Duren eh Duron :lol:

thanks bgt!!!

Oke buanget. Tp mumet jg mbacany,soalny panjaaa…ng laut,eh.. Kali. Sekalian tnyk nech,motorku yamaha vega 2008,biasa pake yamalube. Gmna ya???

coba aja dites berdasar pengalaman.. klo baru 200 km udah item berarti jelek tuh olinya atw bisa juga mesin udah problem.. trus klo dihajar panas2an , ngebut mesin bau sangit ga ? klo bau berarti olinya ikut kebakar artinya olinya jelek mutunya atw bisa2 oli palsu :shock:

Ma’f ada yg k tinggaln. Td aku lupa ucapin mksh bnyk. Thnx so mat 4 u info.

Ma’f ada yg lupa. Mksh ya tuk infony. Thnx so mat 4 u info.

Thanks and ijin copas untuk share

Assalam… ane pake pulsar 135 ( DTS-i, SOHC, 4 katub) kira2 oli yg trbaik buat motor ane pa ea?
thanks.. wassalam (lw bs tlg bls d email ane jg)

tergantung brot :lol: duitnya brp.. mau kenceng atw biasa2 ajah

Kalo ada pilihan.. antara oli full synthetic JASO MA 10w30 vs oli semi synthetic JASO MA2 10w40.. sama API service SJ, kira2 mana yg oke?

tergantung selera brot.. klo mao enteng ya yg full syn.. tapi pasti harganya lebih mahal :lol:


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: