Perpuluhan Atas Segala Sesuatu

Posted on Februari 10, 2011. Filed under: Rohani | Tag: |

Dalam Alkitab Anda Baca Dengan Keras: Kejadian 14:17-20

Hafalkan Ayat Berikut: 2 Tawarikh 31:5 ‘Mereka membawa banyak, suatu perpuluhan atas segala sesuatu’

Kemudian Diskusikan Tentang Ini: Apa saja yang dapat kita berikan perpuluhan?

Sesuatu Untuk Dikerjakan Sebelum Pertemuan Berikut: Daftarkan semua sumber penghasilan anda dan hitunglah perpuluhan anda.

Tugas Tertulis Diploma: Tuliskan satu halaman segala sesuatu dalam Alkitab bahwa orang memberikan perpuluhan atasnya.

Renungkan Kata Demi Kata Ayat Berikut: Kejadian 28:22


Karena Allah meminta kepada kita memberikan perpuluhan dari penghasilan kita kepadaNya, maka muncul pertanyaan: apa yang seharusnya kita berikan perpuluhan dan secara praktis bagaimana ini bias dikerjakan dalam hidup kita. Satu peraturan yang sangat baik untuk diterapkan sehubungan dengan perpuluhan adalah bahwa perpuluhan adalah yang pertama dan yang terbaik – begitu kita dewasa dalam kepengurusan keuangan kita akan mencari alasan-alasan dan sesuatu untuk memberi perpuluhan atasnya sebagai lawan dari mencari apa yang dapat kita peroleh dengannya dalam hidup kita.

Abraham adalah referensi pertama yang kita miliki dalam Alkitab sehubungan dengan perpuluhan dan Kejadian 14:20 menunjukkan bahwa dia memberikan perpuluhan atas segala sesuatu ‘Kemudian Abram memberikan kepadanya sepuluh persen dari segala sesuatu’. Lebih lanjut, Kejadian 28:22 menunjukkan bahwa Yakub menjanjikan melakukan hal yang sama dan memberikan sepuluh persen dari segala apapun yang dia terima dari Allah, ‘Dam semua dari yang engkau berikan kepadaku akan kuberikan sepersepuluh kepadaMu’.

Pengajaran tentang perpuluhan atas segala sesuatu dapat dilihat dalam 3 nats berikut dan daftar berikut adalah beberapa hal yang dicatat dalam Alkitab yang orang berikan perpuluhan dan lihatlah betapa luas macam segala sesuatu yang diberikan perpuluhan atasnya.

Imamat 27:30 :- Segala sesuatu dari tanah; biji-bijian dari tanah; buah dari pohon-pohonan.

2 Tawarikh 31:5 :- jagung; anggur baru; minyak; madu; semua yang dihasilkan oleh ladang.

Nehemia 13:12 :- jagung, anggur baru dan minyak.

Sumber utama dari perpuluhan adalah penghasilan dari pekerjaan kita – satu dari pertanyaan yang paling umum adalah apakah kita mmemberi perpuluhan dari penghasilan kotor atau penghasilan bersih. Sebagaimana kita menerapkan peraturan bahwa perpuluhan adalah yang pertama dan yang terbaik maka dapat dikatakan bahwa perpuluhan kita harus dibayarkan berdasarkan jumlah penghasilan kotor – ada banyak alasan untuk itu. Yang pertama adalah bahwa jika kita memberikan perpuluhan atas penghasilan kotor kita akan menerima berkat kotor tetapi jika kita hanya memberikan perpuluhan atas penghasilan bersih maka kita akan menerima berkat atas penghasilan bersih.

Alasan kedua adalah apa yang dimaksud dengan penghasilan bersih – apakah penghasilan setelah pajak, atau bagaimana dengan asuransi kesehatan, keanggotaan serikat dagang dan pensiun? Dimana anda menarik garis itu?

Mari kita katakana sekali lagi – perpuluhan harus yang pertama dan yang terbaik dan dengan memberikan perpuluhan atas penghasilan kotor kita maka kita benar-benar menghormati Allah dan memberikan kembali kepada Doa dari yang pertama dan yang terbaik.

Sudah pasti, sebagaimana anda mengerti dinamika perpuluhan anda tidak perlu memotong sudut dan memperpendek dan mengubah Allah dengan pemberian anda tetapi berusaha mencari hormat bagi Allah dengan pemberian dan semua penghasilan anda. Sayangnya, banyak orang memberi perpuluhan atas penghasilan kotor dan berhenti disana karena berpikir mereka telah melaksanakan semua panggilan atas diri mereka – bagaimanapun, itu bukanlah kasus bahwa kita harus memberikan perpuluhan atas semua penghasilan kita dan bukan hanya uang dari pekerjaan kita?

Berikut adalah bagian potensial untuk perpuluhan dari mana kita menggambarkan sumber penghasilan dalam hidup kita barangkali anda perlu mempertimbangkan memberikan perpuluhan atasnya.

Bonus
Uang Lembur
Warisan
Tunjangan Hari Natal
Tunjangan dan hadiah Ulang Tahun
Keuntungan dari penjualan property
Keuntungan dari penjualan saham
Tunjangan Pemerintah
Uang Pensiun
Dividends
Hadiah dan penghargaan berupa uang

Butir lebih lanjut tentang perpuluhan adalah bahwa Allah adalah dengan tegas dan pasti di dalam jumlah yang Dia minta kembalikan kepadaNya – Dia tidak menghendaki 8% atau 9% tetapi Dia meminta 10%.

Konsekuensinya, kita harus sangat hati-hati bahwa kita mengembalikan kepada Allah 10% dari semua penghasilan kita dan tidak ada satu rupaihpun yang ketinggalan – karena Allah secara khusus dalam masalah ini maka kita juga harus memperhatikannya sungguh-sungguh.

Apakah anda dengan rajin meyakinkan diri anda bahwa anda telah memberikan kepada Allah 10% dari semua penghasilan anda atau anda telah memberi “sekitar” 10%, tetapi tidak mengetahui secara pasti bahwa anda telah memenuhi permintaan minimal yang diharapkan oleh Allah?. Ketika menulis kepada orang Korintus tentang persembahan kepada orang kudus yang miskin dan  kelaparan di Yerusalem, Paulus berkata dalam 1 Korintus 16:2

‘Masing-masing dari kamu, harus menyisihkan sejumlah uang yang diambil dari penghasilannya, menyimpannya secara terpisah, bebankan kepada orang secara akurat dan dengan rajin bekerja untuk memberi.

Sebagai contoh, andaikan seseorang memulai memberi dan dalam realisme rohani ada sejumlah besar keuangan untuk dipanen yang menanti dan malaikat Allah menunggu melepaskannya kepada mereka dan begitu anda memberi 10% dari penghasilan. Bagaimanapun, berdasarkan fakta bahwa mereka tidak pernah akurat untuk pekerjaan perpuluhan mereka, mereka dapat membelanjakan dalam tiga tahun dalam hidup mereka memberikan 8 atau 9% dari penghasilan kotor anda dan kehilangan kesempatan untuk waktu panen ini.

Sayangnya, mereka membayar kurang dari 10% dengan hanya beberapa rupiah tetapi ini cukup untuk menunda panen yang telah siap bagi mereka dan ini benar-benar menyedihkan. Oleh karena itu, untuk menggoncangkan dan menerima lebih banyak berkat dari Allah, bekerjalah dengan akurat atas penghasilan anda dan yakinkan bahwa anda memberikan perpuluhan anda kembali kepada Allah supaya jangan ada penghalang hanya karena kekurangan beberapa rupiah.

(Adalah gagasan yang baik memberikan perpuluhan anda mendekati rupiah dan kemudian membulatkannya kepada rupiah yang terdekat, misalnya ribuan atau puluhan ribu atau juta, untuk meyakinkan secara nyata bahwa anda memberikan keseluruhan perpuluhan yang menjadi hak Allah).

Dalam Maleakhi 3:10 Tuhan berbicara suatu firman tentang peringatan kepada orang Israel ketia Dia berkata, ‘Bawa semua perpuluhan ke dalam rumah perbendaharaan’ Allah tidak tertarik hanya sebagian dan paruh waktu pemberi. Telah dengan benar dikatakan bahwa jika kita menabur serampangan maka kita akan menuai serampangan dank arena itu perpuluhan kita haruslah konstan dan konsisten. Sebagai contoh jika kita memberi perpuluhan setiap minggu tetapi lupa memberikannya ketika kita pergi pada hari liburan atau hari Natal, kita tidak membawa keseluruhan perpuluhan itu kembali kepada Allah.

Sekali lagi, jika kita memberi perpuluhan selama waktu baik dan tidak memberi perpuluhan di waktu jelek kita juga tidak membawa keseluruhan perpuluhan itu kembali kepada Allah. Maka menjadi penting bahwa kita dengan sangat rajin meyakinkan bahwa perpuluhan kita adalah akurat dan atas semua penghasilan atau kita akan berakhir tidak menghormati Allah dengan uang kita.


Perpuluhan di Gereja

Perpuluhan merupakan kata yang umum di telinga umat Kristiani. Tapi sudah benarkah maknanya di dalam hidup kita. Jika tidak kita bisa kena KUTUK!… ya benar kena kutuk kenapa? karena kita korupsi uangnya Tuhan!!

Dahulu, saya mengira perpuluhan adalah persembahan biasa. Tapi setelah saya mengetahuinya dengan pasti dan saya lakukan dengan sungguh-sungguh ternyata Tuhan bukakan banyak pintu berkat dalam keluarga kami.

Arti 10%

Perpuluhan berasal dari kata sepuluh, kata-kata ini kita temukan mula-mula pada Alkitab ketika Abraham selesai mengalahkan dan melepaskan Lot dari musuh yang menawannya.

Kejadian 14:20
dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu.” Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.

kemudian kita lihat juga Yakub di Betel melakukan hal yang sama.

Kejadian 28:22
Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu.

dan apabila kita cari terus kata-kata ‘sepersepuluh’ maka kita bisa menemui hampir disemua persembahan yang dilakukan oleh bangsa israel adalah 10 persen dari segala sesuatu yang baik.

Loh kok kayak harga mati.? harus 10%??

Saya tidak mau berdebat soal angka, alkitab menyatakan itu. Sebagian orang berkata itu angka di perjanjian lama.. Sekali lagi saya tidak mau memperdebatkan angkanya. Tapi yang saya mau sharingkan adalah maknanya.

1. Bila kita mengakui semua harta kita dari Tuhan, maka kita tidak akan merasa dirugikan jika kita mengembalikan yang 10 persen itu bukan? Kenapa manusia menjadi serakah dan menilai 10 persen itu kebesaran untuk Tuhan?. Tanyakan diri kita sendiri. Apa menurut anda Tuhan tidak layak dikasih segitu?

2. Seorang siswa sekolah mempunyai standard nilai minimum untuk dinyatakan lulus dalam pelajaran. Yaitu minimal nilainya harus 6. Jika perpuluhan ‘boleh’ kita sebut standard kesetiaan manusia kepada Tuhannya bukankah itu pantas juga. Yang menjadi renungan lagi kenapa kita sering mengurangi angkanya itu ya? Bolehkah juga saya berkata jika kita sembarangan kasih sesuatu kepada orang, maka kita juga kurang menghargai orang tersebut??.
Sedangkan kita jika pergi kondangan atau memberikan kado kpd orang juga terkadang ada ‘ukuran’ standard minimal harga ‘hadiah’ tersebut???
Bukan berarti Tuhan akan kurang mengasihi kita jika kita tidak memberikan 10 persen itu!! Bukankah matahari juga terbit untuk orang berdosa? Tapi anda bukan orang golongan itu khan, anda orang yang mengasihi Tuhan bukan? Nah… tidakkah anda ingin memenuhi ‘standard’ tersebut..?

3. Bolehkah kita memberi lebih dari 10 persen?? PUJI TUHAN jika kita bisa dan hati kita siap!! Boleh saja silahkan….
Tapi ingatlah ini: Tuhan itu tidak butuh uang kita, Dia maha kaya dan yang empunya segala sesuatu. Kenapa angkanya 10!? adalah karena Dia meminta anda mengelola yang 90 untuk dunia ini!! YA benar. Coba anda memberikan 10% untuk gereja, 5% untuk membantu orang2 tua dan janda miskin, anak2 yatim piatu. Saya yakin NILAI PEMBERIAN ANDA LEBIH BERHARGA! dan Tuhan senang anda lakukan itu. Karena anda menjadi saluran berkatNya di dunia.
Kalau kita berkata AH, …Saya gak mau pusing..biarin aja gereja yang bagikan lebihnya dari 10% yg kita kasih. Misalnya kita memberi 30% begitu. HATI-HATI. Jangan-jangan kasih anda sudah menjadi dingin. Firman Tuhan berkata: Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu… dilanjutkan: kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri…

Menghitung Perpuluhan
1. Jika penghasilan kita fix setiap bulan (karyawan)
– Sisihkan 10 persen saat terima gaji.
2. Jika kita anak kuliah yang terima uang dari orang tua
– Sisihkan 10 persen saat terima kiriman uang
3. Jika penghasilan kita harian atau mingguan.
– Sisihkan 10 persen tiap hari atau tiap minggu ketika kita terima gaji, dan satukan di awal bulan berikutnya untuk di setor ke gereja.
4. Ibu rumah tangga
– Tidak perlu, jika tidak memiliki penghasilan sendiri
5. Ibu RT yang berkarier
– Sisihkan juga 10 persen selain 10 persen penghasilan suami.

Kemana menyetor perpuluhan ?
setorlah ke gereja lokal dimana anda berbakti ( terdaftar sebagai jemaat). Bukan di sembarang gereja yang mungkin kebetulan kita kunjungi.

Kalau anda setia dgn hati yang tulus mengasihi Tuhan. Saya jamin anda tidak akan kekurangan dengan memberi 10 persen! Bahkan Tuhan akan bukakan pintu berkatNya. Seperti yang saya alami sendiri!

Maleakhi
3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.

God Bless!


Coin Jar Perpuluhan pada dasarnya adalah perintah Tuhan yang harus dilaksanakan. Tuhan memberi perintah agar umat-NYA membayar perpuluhan dan batasannya hanya sampai disitu, yaitu: membayar perpuluhan! Mengenai bagaimana gereja harus menggunakan uang perpuluhan itu adalah hal lain!
Batasan untuk umat Tuhan hanyalah sampai dengan membayar perpuluhan. Mengenai uang perpuluhan yang (mungkin ada/sering) disalahgunakan oleh gereja/hamba Tuhan/anak pendeta/dll, maka saya percaya Tuhan akan meminta pertanggungjawaban secara pribadi kepada orang itu.

Bagi gereja sebenarnya Tuhan sudah memberi gambaran untuk apakah uang perpuluhan itu digunakan:

“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku..”
Maleakhi 3:10a

Tulisan “supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku” memiliki arti sebagai berikut:
1. uang itu harus digunakan untuk membiayai setiap usaha pemberitaan Firman Tuhan (Matius 4:4),
2. uang itu harus digunakan untuk membiayai setiap usaha penyebarluasan Injil yang adalah khabar baik (Yohanes 4:34-38),
3. untuk membiayai misi,
4. digunakan untuk membiayai hidup hamba Tuhan yang menyerahkan diri sepenuhnya dalam pekerjaan Tuhan,
5. digunakan untuk janda-janda, yatim-piatu dan fakir miskin (Kisah 6:1-4).
Jadi uang perpuluhan hanya boleh digunakan untuk hal-hal di atas. Untuk beli peralatan gereja, bangun gedung, beli HP pendeta, biaya perjamuan kasih dan lain-lain seharusnya diambil dari uang kolekte atau persembahan khusus untuk pembangunan (atau dari donasi).

Sementara itu, bagi umat Tuhan tanggungjawabnya hanya sebatas membayar perpuluhan.
Lalu apa keuntungan dari membayar perpuluhan?

“..firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.”
Maleakhi 3:10b-11

Bila umat Tuhan membayar perpuluhan maka:
1. Allah sendiri berjanji memberi berkat:
“..membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”
2. Allah sendiri berjanji memberi perlindungan:
“..menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu..”
3. Allah sendiri berjanji untuk memberi keberhasilan/rezeki pada umat-NYA:
“..dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu..”
(coba perhatikan tulisan “padang”, sangat unik bukan?
Pohonnya ada di padang tapi hasilnya untuk umat Tuhan! Luarbiasa bukan?)

Mengenai perpuluhan yang tertulis di Ulangan 14:22-29 akan terlihat kontradiksi bila kita lupa bahwa waktu itu tempat beribadah hanya satu yaitu Mezbah Tuhan di Kemah Pertemuan. Tapi saat ini kita dapat dengan mudah menemukan gereja disekitar kita. Tapi dari Ulangan 14:22-29 ini kita juga mendapat pengertian bahwa ada waktu-waktu tertentu kita harus membayar perpuluhan kepada hamba Tuhan dan kepada anak yatim/janda orang/asing.

Jadi perpuluhan ada tiga jenis:
1. Perpuluhan yang wajib
(10% dari keseluruhan pendapatan/profit),
2. Perpuluhan untuk hamba Tuhan
(10% dari sisa 90% keseluruhan pendapatan/profit): dibayarkan sewaktu-waktu.
3. Perpuluhan untuk anak yatim/janda orang/asing
(10% dari sisa 90% keseluruhan pendapatan/profit): dibayarkan sewaktu-waktu.

Semoga dengan membaca tulisan ini wawasan kita semakin bertambah mengenai PERPULUHAN.

Tuhan Yesus memberkati.


10  10. Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan..

Maleakhi 3:10

10. Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

 

COba beranikah diri membuat pandangan PERPULUHAN ala SANDMAN si manusia pasir.

Entah darimana tiba-tiba ada keinginan membuat BLOG tentang PERPULUHAN ini, tapi satu yang pasti IDE ini terinspirasi chat di box IJO dengan JOLI.

“Emang Tuhan memberikan berkat itung-itungan pake sempoa?”, Ujar Joli.

Kalau dipikir-pikir apa yang telah diberikan TUHAN kepada kita tidak akan pernah SEBANDING dengan apa yang kita berikan kepada-NYA. Sedikit merenungkan apa sih gunanya PERPULUHAN ini? apa TUHAN butuh sesuatu?

saya coba renungkan ayat maleakhi diatas

1. supaya ada makanan dirumah-KU

Makanan apa? rohani atau jasmani? jika jasmani sudah pasti itu adalah makanan yang mengenyangkan PERUT, bagaimana dengan makanan ROHANI?  FIRMAN TUHAN kah?  yang manapun itu ternyata membutuhkan biaya.

2. ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Nah loh, Tuhan mencurahkan berkat kepada kita, seberapa besar? tidak dipastikan yang jelas disitu ditulis berkelimpahan, pertanyaannya kok saya sudah kasih PERPULUHAN kok hidup saya begini2 aja? DONT ASK ME why, tanya aja sama TUHAN kalau perlu diayat itu bilang UJILAH AKU, tapi masalahnya sebelum jadi PENGUJI kita sudah teruji belum?

Cuma segitu saja?  semudah itu? bagaimana dengan kabar-kabar kurang sedap yang mengatakan yang PERPULUHAN itu digunakan untuk kepentingan PRIBADI Gembala Jemaat ataupun Bendahara Gereja? JIka kita ada keberanian untuk MENEGUR yah TEGURLAH.  Jika kita baca tentang Nubuatan tentang Iman Eli dan keluarganya di 1 samuel 2:27:36, Tuhan tidak akan tinggal diam cepat atau lambat tentang pasti akan menghukum

Udah panas nich kepala mikirin PERPULUHAN tapi tanggung, MERENUNG lagi aja, gimana menghitung perpuluhan? apa yang harus dihitung? gimana sih kasih PERPULUHAN yang benar? 10% dari  seluruh pendapatan kita setelah atau sebelum di potong pajak?

matius 22:21

Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

bandingkan dengan hukum kasih,

1.Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

2.Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”

Apa hubungannya sih sand? kok ada pake ngebandingin segala? Ada, lihat hukum kasih yang PERTAMA hubungkan dengan PERPULUHAN, so what gitu loh? artinya itu adalah KEWAJIBAN kita harus mau gak mau, susah ataupun senang.

kalau perpuluhan itu KEWAJIBAN yang artinya HARUS, berarti PAJAK bukan Sebuah KEWAJIBAN? Sebentar, jangan PIKIR kemana-mana dulu.

Hukum Kasih kedua, kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri. Bicara pajak untuk apa sih?  Pajak digunakan untuk membiayai pembangunan negeri ini, selain digunakan untuk itu ada salah satu pasal yang harus kita cermati,

UUD 1945 pasal 34 ayat 1, ” Fakir miskin dan anak-anak Terlantar di pelihara oleh negara.”

Kalau dilihat hukum kasih kedua,  bagaimana jika kita tidak bisa memenuhi kebutuhan kita sendiri haruskah kita membayar pajak? Jika anda membuat NPWP maka ketika anda mengisi SPT anda akan tahu apa yang disebut PAJAK NIHIL, negara sudah mengatur dengan baik BESARAN pendapatan yang kena PAJAK.

Hebat yah alkitab kita, semua sudah Tuhan atur sedemikian rupa, lihat uud 45 pasal 34 ayat 1 aja kita jadi ingat apa yang Tuhan katakan, jika kita memberi kepada mereka itu sama aja memberi kepada Tuhan sendiri, so kesimpulannya dari PAJAK  yang kita setorkan ada alokasi dana juga untuk Tuhan.

Setelah melalui perenungan diatas, teryata PERPULUHAN itu harus, itu sebuah kewajiban, dan PAJAK juga sebuah kewajiban yang harus di bayarkan  disesuaikan dengan undang-undang yang berlaku.

Jadi, masihkah anda mau memikirkan PERPULUHAN itu INJILI atau TIDAK?

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

5 Tanggapan to “Perpuluhan Atas Segala Sesuatu”

RSS Feed for Willy Kk Blog – My Heart Voices Comments RSS Feed

syaloom….

tulisan yang menarik…. kasih perpuluhan halus tulus tanpa berat hati, maka Tuhan akan membuka cucuran berkatnya untuk kita lebih dahsyat lagi😀

Saya sudah mengalami sendiri klo hidup saya tak berkekurangan dengan memberi persepuluhan setiap bulan, sampai saat ini saya tidak pernah melihat orang yang rajin menyumbang gereja hidupnya berkekurangan. Jadi statement diatas yang menyebutkan “pertanyaannya kok saya sudah kasih PERPULUHAN kok hidup saya begini2 aja?” saya rasa tidak benar. kebanyakan orang lebih suka menghabiskan uang 70-80% penghasilannya untuk barang – barang konsumtif (bahkan berutang) ketimbang memberikan 10% kepada gereja. ada yang bilang 10% kebanyakan, ada yang bilang “buat saya aja kurang”, ada juga yang bilang “Tuhan kan sudah kaya, ngapain dikasih lagi?” rasa sayang terhadap uang itulah yang membuat kita hidup menderita secara finansial. cobalah, dan genapi janji Tuhan di Maleakhi 3:10. Tuhan Berkati

Terima kasih buat artikel yang bagus…pas sekali, saya sedang mencari-cari tentang perpuluhan untuk ibu rumah tangga yang tidak bekerja.
Tuhan memberkati…

Masalahnya bukan berapa nilai -nya,
Dalam perjanjian lama kan ditulis, kalau perpuluhan diuangkan (berbentuk uang) harus ditambah 1/5 lagi.
Bukan masalah dalam jumlahnya, yang penting plafon atasnya bukan 10% tapi minimal 10% kan?
jadi minimal 10%+1/5nya dan boleh lebih dari itu.
Tapi
kapan kita memberi perpuluhan ?
Bisakah tunjukan ke saya ayat mana yang mencatat bahwa perpuluhan itu harus tiap bulan.

Kalau saya hidup di jaman Perjanjian lama.
Saya sebagai petani buah.
Setiap panen, saya beri perpuluhan. bisa setahun sekali, bisa 3 bulan sekali.
saya kira jaman itu ngak ada buah yang bisa langsung panen sebulan sekali karena pupuk kimia dan obat suntikan buah.

Saya sebagai pengembala domba.
Bulan Januari saya punya 9 domba betina dan 1 domba jantan, saya hidup dengan menjual susu dan bulu domba tersebut.
Bulan januari itu jumlah domba tetap 10. bagaimana kalau saya memberikan 1 domba jantan untuk korban bakaran ?
Kalau benar, maka bulan Februari domba saya tinggal 9 ekor dan hanya domba betina. maka Bulan Oktober tahun yang sama, saya sudah tidak memiliki domba lagi untuk perpuluhan.

Lain halnya kalau setahun sekali saya beri perpuluhan.
Dalam setahun itu 1 ekor domba jantan tersebut dapat menghamili 9 ekor domba betina, dan saya berikan perpuluhan setelah menghitung total jumlah domba saya akhir tahun.

Bagaimana ?


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: