Relay

Posted on Februari 10, 2011. Filed under: Motor | Tag: |

Benda satu ini paling banyak di pake dimobil2 sekarang..
Kegunaan utamanya adalah meningkat kan efisiensi elektris pada sebuah rangkaian kabel. Bingung ? he..he…
Contoh : Device yang mau di hidupkan : electric Fan..anda ingin dia hidup jika ac hidup…nah..cara paling gampangnya nyuntik dari kabel kompresor ac kan..tetapi kabel dari kompresor ac itu sudah terbebani oleh daya yang digunakan oleh kompresor itu sendiri….apa bila dibebani lagi oleh electric fan..ditakutkan akan overload….maka dapat digunakan relay..sehingga load yang di ambil dari kabel kompresor sangat kecil karena hanya digunakan untuk menyalakan relay. (0,5 ampere) …nah sedangkan beban untuk menghidupkan electric fan ditanggung oleh Relay tersebut…

Cara kerja relay sangat sederhana sehingga sangat sulit untuk di deskripsikan secara kata kata wkwkw….
Disini kita akan bahas relay pada umumnya…
Relay Segi (contoh : Hella, Bosch dll)
relay terdiri dari 2 terminal trigger, 1 terminal input dan 1 terminal output.

Terminal trigger : yaitu terminal yang akan mengaktifkan relay..seperti alat electronic lainya relay akan aktif apabila di aliri arus + dan arus -. Nah pada contoh relaya yang kita gunakan terminal trigger ini adalah 85 dan 86.
Terminal input : yaitu terminal tempat kita memberikan masukan..pada contoh adalah terminal 30
Terminal output : yaitu tempat keluarnya output….pada contoh adalah terminal 87

Penjelasan Gambar :

Terminal trigger pertama2 dihubungkan dengan arus plus (85) ..kemudian melalui saklar terminal 86 di berikan arus -, seketika setelah saklar di aktifkan ..maka relay akan aktif..kok bisa ?????
Sebenarnya terminal 85 dan 86 (terminal trigger) itu adalah ujung dari kumparan yang melilit pada sebuah inti besi..sesuai dengan hukum fisika apa gitu gue lupa…jika sebuah inti besi dililitkan kumparan dan pada kumparan tersebut dialiri arus listrik maka inti besi tersebut akan menghasilkan medan magnet…..
nah demikian juga yang terjadi disini..inti besi menghasilkan medan magnet (ditandai dengan warna ungu ) …seketika setelah kumparan dialiri arus …kemudian medan magnet yang terjadi di inti besi menarik bridge (warna hijau) yang terbuat dari logam.(biasanya besi)….

Nah ketika bridge ini tertarik maka terminal 30 dan 87 akan tersambung….sesuai dengan namanya bridge itu menghubungkan jurang antara 30 dan 87.
Saat ini lah dikatakan RELAY AKTIF

Saat relay aktif tinggal kita yang menggunakan jalan yang sudah tidak terpisah oleh jurang tadi untuk menghantarkan sesuatu…dari terminal input (30) ke terminal output (87)…..jika sudah aktif begini apapun bisa di hantarkan dari 30 ke 87…contoh jika kita kasih arus + di 30 maka di 87 akan keluar arus + atau sebaliknya ….
sebagai contoh extreme jika kita kasih terminal 30 air maka di 87 akan keluar air…..he..he..contoh saja ..tapi kan gak mungkin air mengalir dalam logam padat….

Nah demikian penjelasan singkat…
mudah2an dapat dimengerti…..

Contoh aplikasi Relay : Relay Klakson

pada kendaraan dengan kabel klakson hanya satu..diman ground langsung di ambil dari body kendaraan…

jika tombol klakson di pencet maka dari kabel original mobil akan menghasilkan arus +, arus – sudah stand by maka seketika itu juga arus + dari 30 akan di teruskan ke klakson melalui terminal 87….

Dan masih banyak lagi contoh kegunaan relay…sangat sangat bermanfaat jika kita mengetahui dasar dari cara kerja relay..sehingga kita dapat dengan mudah mengaplikasikannya pada kebutuhan kita…

Contoh aplikasi : Interlaced Relay

Ini salah satu contoh aplikasi Relay yang lumayan ribet..he.he……
Fungsi : Digunakan sebagai teknik mengamankan mobil…jadi mobil kita gak akan bisa di start kalau kita belum menyalakan lampu dim sekali….atau menginjak rem sekali…….(pilih salah satu mekanismenya bisa dim atau rem)

Ini menggunakan 3buah Relay…
Relay pertama digunakan untuk menerima trigger dari lampu dim/ rem..dan mempertahankan signal sekali tersebut sebagai trigger bagi relay yang lain..

Relay kedua digunakan untuk starter.hanya akan aktif jika dan hanya jika relay pertama dan relay ke tiga aktif. (syarat relay pertama aktif dilakukan sekali dim atau sekali injak rem yang dilakukan setelah kunci kontak ada pada posisi ON/IG)

Relay ketiga digunakan untuk membalikan polarity dari output Kunci kontak starter dari + menjadi -. Kemudian mengirimkannya ke relay kedua.

Ada pertanyaan ? bingung ? posting disini…
Ada yang salah tolong dikoreksi ya….
Ada yang lebih sederhana tolong dikasihtau ya……

Relay kaki 5

Dari gambar diatas terlihat bahwa relay ini pada dasarnya sama dengan relay kaki 4 hanya saja memiliki kelebihan..pada terminal ke lima (yang di tengah dengan nama 87a) Relay ini disebut juga sebagai relay pemutus…
contoh :

Pada relay ini lampu yang terletak pada terminal 87a akan nyala ketika relay pada posisi off…sebaliknya lampu akan mati ketika relay on (terminal 87a normally closed).

kalau relay kaki 5 dengan terminal ditengahnya tidak ada huruf “a”nya (87) berarti ini sama saja dengan Relay kaki 4 biasa hanya saja outputnya sudah di cabangkan duluan…jadi bisa menyalakan dua aksesoris sekaligus. Thanks🙂

Solid-state relay

Solid state relay, which has no moving parts


25 A or 40 A solid state contactors

A solid state relay (SSR) is a solid state electronic component that provides a similar function to an electromechanical relay but does not have any moving components, increasing long-term reliability. With early SSR’s, the tradeoff came from the fact that every transistor has a small voltage drop across it. This voltage drop limited the amount of current a given SSR could handle. As transistors improved, higher current SSR’s, able to handle 100 to 1,200 Amperes, have become commercially available. Compared to electromagnetic relays, they may be falsely triggered by transients.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “Relay”

RSS Feed for Willy Kk Blog – My Heart Voices Comments RSS Feed

Om, infonya bagus sekali…

btw, saya mau bikin rangkaian untuk fungsi auto-lock pada mobil,
prinsipnya :
Pada saat pedal rem diinjak untuk pertama kalinya, maka otomatis central lock akan berfungsi mengunci pintu..
Dan pada saat pedal ren diinjak lagi untuk berikutnya, perintah ‘lock’ udah gak bekerja lagi…

Apakah ide tersebut bisa diwujudkan dengan menggunakan relay 5 kaki atau dengan menggunakan 2 buah relay 4 kaki ?

Mohon penjelasan, terima kasih…

om,saya mau bkin pengaman starter,,jd klo pin slah d msukin ga akan bisa starter,,nah rankaian nya sya rancang modul pengaman trhubung k relay dan satu jalur lg ke kbel on starter,,dan relay terhubung ke coil dan cdi,,apa rncana rankaian trsebut bisa d gunakan apa tidak??saya stkut terjdi konslet pada mobil nya,,mohon bantuannya

makasih om


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: