Archive for November, 2011

Dampak Rokok Terhadap Seks

Posted on November 30, 2011. Filed under: Health |

Dampak Rokok Terhadap Seks

Dampak Rokok Terhadap Seks

Bacalah dengan seksama tulisan yang ada pada sebuah bungkus rokok. Anda pasti akan mendapati tulisan yang berbunyi: “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin.” Atau kalau anda berada di Amerika Serikat, maka anda dapat menemukan tulisan peringatan di setiap bungkus rokok seperti ini, “Smoking causes sexual impotence.”

Tulisan seperti ini ada di setiap bungkus rokok yang anda beli – baik rokok yang murahan maupun yang mahal, baik rokok kretek yang pake cengkeh maupun rokok putih, baik rokok yang kadar tarnya rendah maupun yang kadar tarnya tinggi. Jadi, merokoklah bila anda ingin mengalami impotensi atau hindari rokok bila anda tak ingin mengalami impotensi. Itu dua pilihan yang ada buat anda.

Dari sejumlah studi yang dilakukan selama ini diperoleh kesimpulan, aktivitas merokok dapat menaikkan risiko gangguan ereksi sekitar 50 persen di kalangan kaum lelaki berusia 30-40 tahun.

Sebuah kajian yang dilakukan di Inggris oleh lembaga bernama Action On Smoking And Health (ASH) dan The British Medical Association (BMA) mendapati lebih dari 120.000 pria di Inggris menderita impotensi sebagai akibat langsung dari aktivitas merokok.

Selain menyebabkan gangguan ereksi, dampak lain merokok terhadap kesehatan seksual lelaki adalah: Menurunkan volume ejakulasi, menurunkan kualitas sperma dan menurunkan jumlah sperma.

Bagaimana aktivitas merokok dapat mengganggu kesehatan seksual lelaki? Pertama, sedikitnya darah yang mengalir ke penis akibat terhalanginya jalur masuk oleh penumpukan lemak yang diakibatkan, salah satunya, oleh aktivitas merokok.

Kedua, terjadinya kontraksi yang cepat dalam jaringan penis, sebagai akibat stimulasi nikotin dalam otak, yang mengakibatkan terjadinya penyumbatan aliran darah ke penis.

Ketiga, mekanisme katup dalam penis yang mengatur aliran darah tergangggu akibat masuknya nikotin dalam darah.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Penurun Gairah Seks

Posted on November 30, 2011. Filed under: Health |

 Hello Foodlovers! Setelah sebelumnya makanplus ulas tentang makanan pembangkit libido. Kali ini kita mau bahas tentang makanan dan minuman yang menyebabkan menurunnya gairah seks:

Apa aja ya kira-kira makanan dan minuman tersebut? Ayo langsung kita liat sama-sama:

1. Makanan kaya karbohidrat
Karbohidrat membuat gula darah meningkat dan kemudian turun drastis. Ini membuat seseorang malas dan kegiatan yang diinginkan hanya tidur.
2. Terlalu banyak daging
Terlalu banyak daging membuat sanitasi yang tidak sehat dan transfer lemak yang menyebabkan tersumbatnya arteri darah sehingga menurunkan peredaran darah. Persediaan darah yang berkurang, membuat semakin sedikit darah yang mengalir ke bagian kelamin.
3. Minuman berenergi dan minuman yang terlalu banyak kafein
Bila berlebih, membuat jantung berdetak dengan cepat sehingga membuat gelisah dan menghilangkan mood untuk bercinta.
4. Terlalu banyak minuman beralkohol
Seringkali minuman beralkohol meningkatkan libido, namun bila minum dua minuman beralkohol atau lebih akan menekan sistem saraf, sehingga membuat kantuk.
Kini, sesuaikan rencana Anda! Apakah akan berencana bercinta dengan pasangan Anda atau tidak? Jangan berlebih dan salah mengonsumsi makanan atau minuman ya!

Anda pasti sudah sering mendengar tentang makanan afrodisiak yang dapat membangkitkan hasrat seksual. Tapi, tahukah Anda bahwa ada makanan yang benar-benar bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan gairah seksual Anda?

Jika Anda tidak ingin gairah seksual Anda menurun, sebaiknya mengomsumsi makanan di bawah ini jangan terlalu berlebihan. The Star menyebutkan ada delapan makanan yang dapat menurunkan hasrat seksual Anda.

*Licorice

Licorice adalah tanaman akar manis yang sering digunakan sebagai bahan untuk permen atau makanan manis lainnya. Obat batuk hitam juga menggunakan bahan ini sebagai pemanisnya. Licorice mengandung fitoestrogen, yang dapat menurunkan tingkat testosteron. Hormon ini bukan hanya ditemukan pada pria tetapi juga wanita yang menjadi pemicu hasrat seksual.

*Kedelai

Kedelai sangat baik untuk kesehatan Anda. Namun, jika dikonsumsi terlalu banyak, ia memiliki efek yang sama seperti licorice, yang bisa menurunkan kadar testosteron.

* Cilantro/daun ketumbar

Daun ketumbar juga dapat mengurangi kadar testosteron. Daun ini banyak digunakan dalam masakan
Meksiko dan Vietnam.

* Daun mint

Sering digunakan sebagai bahan untuk permen atau minuman yang dapat menghilangkan bau mulut. Jangan terlalu banyak makan permen mint, karena mint juga bisa menurunkan kadar testosteron dan berdampak negatif pada hasrat seksual Anda.

* Minuman tonik

Bahan utama minuman tonik adalah kina, yang juga menurunkan kadar testosteron.

* Corn flakes

Mengapa John Harvey Kellogg membuat cornflake yang saat ini cukup populer? Dia adalah seorang dokter di sebuah sanatorium, tempat untuk merawat pasien dengan penyakit paru kronis. Kellogg menciptakan cornflake untuk mengurangi hasrat seksual para pasien.

* Makanan manis dan berlemak
Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis dan berlemak dapat menutup dinding arteri. Hal ini menghambat aliran darah ke daerah genital, sehingga menurunkan hasrat seksual.

*Alkohol

Minuman beralkohol yang dikonsumsi secara berlebihan juga dapat menurunkan hasrat seksual. Setelah minum minuman beralkohol, orang cenderung depresi dan sakit kepala.
Bila Anda tetap ingin mempunyai gairah seksual yang tinggi, konsumsilah makanan sehat serta gaya hidup sehat, dan jangan lupa berolahraga.

* Kurang Tidur
Para peneliti dari University of Chicago menemukan pria yang tidur kurang dari lima jam dalam satu hari selama satu minggu atau lebih, level testosteronnya sangat rendah. Ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan pria yang cukup tidur.

Kehangatan Anda dan suami makin lama makin terkikis? Ada banyak alasan mengapa itu terjadi. Agar hubungan Anda tak semakin mendingin karena jarang bermesraan, cobalah cari tahu akar permasalahannya dan akhiri. Berikut adalah beberapa hal yang berpotensi menyebabkan hilangnya keinginan untuk bercinta antara Anda dan suami.

Stres

Anda bisa saja menjadi orang yang bisa melakukan banyak hal di bawah tekanan dan stres. Namun, Anda pasti tak bisa merasa seksi jika berada di bawah tekanan. Tekanan pekerjaan, masalah keuangan, keharusan mengurus anggota keluarga yang sakit, dan penyebab stres lainnya bisa menurunkan libido. Untuk menjaga agar tingkat stres Anda tetap dalam level aman, pelajarilah teknik manajemen stres, atau cari saran dari dokter atau konselor psikologi.

Masalah hubungan
Masalah hubungan yang tak terselesaikan adalah salah satu penyebab utama hilangnya keinginan untuk bercinta. Terutama bagi wanita, kedekatan emosional adalah salah satu bumbu utama untuk bisa bercinta. Argumen yang tak selesai, komunikasi yang buruk, pengkhianatan, dan batasan lain dari keintiman bisa membuat gairah bercinta pergi.

Alkohol
Alkohol mampu membuat Anda tak ingin bercinta. Meski di film-film terlihat Anda akan sangat bergairah, namun nyatanya, Anda akan merasa sebaliknya. Selain itu, bau alkohol dari nafas Anda bisa membuat partner Anda ilfil. Ini juga serupa dengan obat-obatan narkotika.

Kurang tidur
Tanda Anda sudah mendapat cukup tidur adalah adanya gairah untuk bercinta di pagi hari. Jika tubuh Anda merasa kurang bergairah di pagi hari, bisa jadi Anda bangun terlalu cepat dari waktu seharusnya. Apa pun yang mengganggu tidur Anda, hal itu juga akan mengganggu gairah seks Anda. Kekurangan tidur juga menciptakan kelelahan. Kelelahan bisa mengurangi keinginan untuk bercinta.

Mengasuh anak
Mengasuh anak bukan berarti akan membunuh gairah seks, namun karena waktu untuk mengasuh anak akan memakan waktu, maka waktu untuk berintim dengan pasangan pun akan berkurang. Plus, bagaimana bisa berintim jika ada si kecil di antara Anda dan suami? Coba sewa tenaga baby sitter untuk membantu mengatasi masalah ini. Atau ada bayi baru di rumah? Cobalah untuk menjadwalkan seks saat si bayi sedang tidur siang.

Obat-obatan
Obat-obatan resep yang terkait dengan hilangnya libido mencakup resep untuk mengatasi antidepresan, obat tekanan darah tinggi, penghilang sakit, kontrasepsi oral, kemoterapi, anti-HIV, finasteride, dan beberapa lainnya. Mengganti medikasi bisa jadi solusi. Sementara obat-obatan lain bisa mempengaruhi gairah seks juga. Konsultasikan dengan dokter yang Anda percaya untuk masalah semacam ini.

Imej tubuh
Sulit untuk merasa seksi jika kepercayaan diri Anda hilang. Misal, merasa tak percaya diri karena merasa bobot tubuh tinggi (meski sebenarnya tak harus begitu), bisa membuat gairah Anda turun. Jika pasangan Anda lah yang memiliki masalah seperti ini, Anda bisa menunjukkan kepadanya sisi-sisi tubuhnya yang Anda anggap seksi. Jika Anda yang merasa seperti ini, coba lah ikut kelas olahraga. Selain membuat tubuh Anda semakin berbentuk, juga meningkatkan gairah bercinta.

Obesitas
Masalah obesitas terhubung dengan kurangnya rasa nyaman untuk bercinta, gairah, dan kehilangan performa saat bercinta. Alasannya belum jelas, namun nampaknya terhubung dengan masalah imej tubuh, ketidakpuasan dalam hubungan, stigma sosial, dan masalah psikologis lainnya.

Depresi
Depresi bisa menurunkan gairah bercinta, tetapi mengonsumsi terlalu banyak antidepresan juga bisa menurunkan gairah seksual seseorang. Masalah depresi merupakan hal yang serius, karena itu perlu segera diatasi.

Menopause
Banyak wanita yang melaporkan hilangnya gairah bercinta sekitar waktu menopause, meski mereka mengetahui pentingnya untuk menjaga kehidupan seks yang aktif. Gejala menopause, seperti vagina kering, dan rasa sakit saat bercinta bisa membuat seks terasa tak menyenangkan. Namun, perubahan hormonal pada kondisi sekitar menopause hanya sebagian kecil dari masalah yang harus dihadapi wanita matang. Ia pun harus menghadapi masalah kualitas hubungan dengan suami, imej tubuh dan kepercayaan diri, obat-obatan yang ia minum, dan kesehatan fisiknya.

Kekurangan keintiman
Seks tanpa keintiman adalah pembunuh gairah bercinta. Meski kehidupan seks Anda berada dalam keadaan netral, cobalah untuk menghabiskan waktu non-seks bersama. Berbincang, berpelukan, atau saling memijat bisa jadi salah satu solusi. Cobalah untuk mengekspresikan rasa sayang tanpa harus bercinta. Percayalah, saat keintiman muncul, keinginan untuk bercinta pun hadir.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

3 Bulan Tanpa Seks, Pria Dewasa Bisa Seperti Anak-Anak

Posted on November 30, 2011. Filed under: Health |

imgL Aquila, Hormon testosteron atau hormon seks pria umumnya menurun seiring bertambahnya usia. Tapi seorang ahli berpendapat, pria yang tidak melakukan hubungan seks selama 3 bulan pun dapat mengalami penurunan testosteron secara drastis yang kadarnya seperti anak-anak.

Banyak orang yang berpikir bahwa testosteron rendah adalah sesuatu yang mempengaruhi pria yang sudah tua. Namun, ternyata testosteron tak hanya berkaitan dengan usia. Bahkan, pria usia 30 hingga 40 tahun merupakan mangsa dari testosteron rendah.

“Setelah 3 bulan tanpa seks kadar testosteron dapat turun secara dramatis, hampir sama dengan kadar testosteron pada anak-anak,” ujar Emmanuele A. Jannini, profesor endokrinologi dari Universitas L’Aquila di Italia, seperti dilansir dari NationalGeographic, Rabu (2/6/2010).

Hubungan seksual yang sehat dan teratur dipercaya dapat menjaga tingkat testosteron tetap stabil. Terlebih lagi, kehidupan seks yang sehat dapat menjauhi risiko terkena serangan jantung, stroke dan meningkatkan kualitas hidup.

Melakukan kegiatan seks seperti masturbasi juga bisa menjaga kadar testosteron tidak turun. Selain itu pola makan dan latihan (olahraga) rutin, cukup tidur, tidak stres juga dapat menjaga kestabilan testosteron.

Testosteron diproduksi pada sel Leydig pada testis pria dan dalam jumlah kecil oleh kelenjar adrenal dekat ginjal. Pada wanita, jumlah produksi testosteron sepersepuluh dari pria yang sekitar separuh berasal dari ovarium.

Testosteron diperlukan untuk merangsang otot, tulang, darah, energi, fungsi seksual seperti ereksi dan orgasme, fungsi kognitif dan kenyamanan secara umum. Untuk pria, tingkat normal testosteron dalam aliran darah adalah antara 350 dan 1.230 nanogram per desiliter.

Produksi testosteron meningkat cepat pada masa pubertas. Setelah mencapai usia pertengahan, kadar testosteron mulai menurun sekitar satu persen setiap tahun.

Tanda umum testosteron rendah adalah perubahan suasana hati dan perilaku. Orang dengan testosteron rendah akan sangat mudah marah, gugup dan mudah tersinggung.

Dalam jangka pendek, penurunan testosteron mungkin tidak berpengaruh. Tetapi ketika pria berusia 70 hingga 80-an tahun, penurunan ini meningkatkan risiko risiko obesitas, tulang rapuh, kehilangan otot dan impotensi. Tingkat testosteron yang sangat rendah juga dapat meningkatkan risiko kematian akibat serangan jantung.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 3 so far )

Yamaha T135

Posted on November 29, 2011. Filed under: Jupiter MX / T135 / Spark, Motor, Yamaha | Tag: |

Mounting a completely new-design liquid-cooled 4-stroke 135cc engine An ASEAN market model with sporty ride in a body with the look of quality Yamaha Sports Moped “T135”

Sept. 20, 2005

Yamaha Motor Co., Ltd. (YMC) has succeeded in the development of a new sporty model named the “T135” that mounts a liquid-cooled 4-stroke SOHC single-cylinder 135cc engine with a 4-speed rotary transmission on a body with the look of quality and a futuristic design. This model will be released in the ASEAN market beginning with Indonesia in October 2005.

The new “T135” has been developed under the key words of “a fusion of high performance and fashion” and it boasts the latest technologies throughout its design. It mounts the first liquid-cooled engine ever on a Yamaha 4-stroke moped, it features the highly reliable Yamaha DiASil cylinder, a lightweight forged aluminum piston for reduced vibration, a roller rocker arm type 4-valve system that contributes to better fuel economy, a 4-speed rotary type transmission, a new-design diamond type frame and an aerodynamic cowling that contributes to both improved cooling effect and greater rider comfort. These features combine to give this model higher level of running performance not achieved by conventional 125cc class sporty mopeds, and the whole package comes in a stylish body with the look of unquestionable quality and sleek refined beauty.

 

Yamaha Sports Moped “T135” (Indonesian market spec)

 

Name:

Yamaha Sports Moped “T135”

Release date:

Beginning Oct. 2005

Sales plan:

500,000 units (annual total for the Indonesia, Thailand,
Malaysia, Vietnam and Philippine markets)

Market Background and Product Summary

The motorcycle market in the ASEAN region has been growing rapidly in recent years, to the point where total demand for the four countries of Indonesia, Thailand, Malaysia and Vietnam reached 7.2 million units in 2004. This represents an approximate 30% increase over 2002, and as personal income continues to grow, this demand is expected to grow as well in the future.
Most of this demand centers around mopeds in the 110 to 125 cc class that are widely used for commuting and business and also by younger generation commuters. It is expected that this trend will continue in the future. But at the same time we expect to see a further diversification of user needs. In particular, there is an increasingly strong call from younger users for next-generation mopeds that offer higher levels of performance, new models that go beyond the present 125cc mopeds, sportier ride and fresh new styling.

In light of this market background, the “T135” was developed under the concept of “a fusion of high performance and fashion” with the key word “Performal” (a combination of performance and formal) to describe its development direction. To achieve these aims, the new model boasts the latest technologies throughout its design to give it the kind of running performance, comfort, stylish body and environment-friendly performance that go far beyond the conventional moped image.

For Yamaha Motor Company, January 2005 marked the end of our “NEXT 50” mid-term management plan and the start of our new “NEXT 50 – Phase II” plan defining specific management issues, business strategies and quantitative goals that will be in effect for the 3-year period until Dec. 2007. As the second phase of our “NEXT 50” plan, this new mid-term plan aims at even higher levels of corporate growth and profitability. In the area of motorcycle business, the new plan calls for approximately 25% more new models to be introduced in the same 3-year period. It also calls for production capacity in the ASEAN region to be increased from the present level of 1.6 million units annual to three million units annual by 2007. Amidst these plans, the new T135 is positioned as Yamaha’s new flagship moped.

Main Features

Engine

1) Liquid-cooled 135cc 4-valve engine that achieves both gutsy low-speed performance and plenty of high-speed power
A newly designed liquid-cooled 4-stroke 135cc engine has been adopted that delivers reliable performance as well as reduced noise and vibration. With a compression ratio of 10.9 : 1 on par with that of large-displacement sports bikes and a pent roof type combustion chamber that ensures rapid combustion, this engine delivers outstanding power output. The 135cc displacement ensures abundant torque in low speed range, while the 4-valve system contributes to outstanding power feeling in the mid- to high-speed range.
In adopting a liquid cooling system, efforts were made to keep the radiator and other components as compact as possible. At the same time the body is designed to direct optimum cooling air flow to achieve an excellent balance of engine performance, weight reduction and body compactness.

2) DiASil Cylinder adopted
The cylinder adopted in the T135 engine is the exclusive Yamaha all-aluminum DiASil Cylinder made by Yamaha’s unique aluminum forging technology that creates a cylinder wall that is so hard and durable that it eliminates the need for a conventional steel cylinder sleeve. As a result, it has excellent heat dissipation qualities. What’s more, Yamaha’s specially developed honing process gives the DiASil cylinder a surface that prevents oil flow and helps maintain an ideal oil film on the cylinder wall, thus reducing oil consumption. The T135 is the second Yamaha model to adopt this advanced technology, following the Japanese market model “Grand Majesty YP250G.”

3) First forged piston on a Yamaha moped
The T135 adopts the first aluminum forged piston ever on a Yamaha moped. Because the forged piston is light and strong can be made with less reciprocating mass, it contributes to running performance with reduced vibration. Because the aluminum alloy does not reach the melting point in Yamaha’s forged piston production method, the metallurgic matrix is not destroyed. This enables a piston the manufacture of an especially strong forged aluminum piston.

4) Excellent environmental performance
The T135 adopts Yamaha’s air induction system that cleans the exhaust by re-burning (oxidizing) any unburned fuel in the exhaust when it reaches the exhaust pipe. The exhaust that has been cleaned once in this way is then cleaned once again in the muffler by a multi-tube type catalytic converter. The result is excellent environmental performance.

5) Other engine-related features
Other features include (1) a roller rocker arm type valve system that contributes to outstanding fuel economy and smoother running feeling in the low- and mid-speed range, (2) a VM carburetor with acceleration pump that achieves good start-up acceleration and passing acceleration and (3) TPS (throttle position sensor) that makes possible 3-D mapped control based on information about engine rpm and throttle position to achieve optimum ignition timing and excellent fuel economy.

Body Features

1) New-design frame and optimized front-rear weight balance (45% front, 55% rear)
For the frame, a new-design diamond type pipe frame with excellent rigidity balance was developed. For the engine mounts, a 4-point rigid type mount system was designed that uses the engine as a stressed member that contributes to chassis strength and rigidity, thus achieving excellent rigidity balance. Meanwhile, the weight distribution is set at 45% front, 55% rear, close to that of a sports bike. This combines with the optimized center of gravity and caster and trail dimensions to contribute to a light and natural handling feeling.

2) Monocross suspension for pleasurable ride and smooth cornering characteristics
A newly designed Monocross suspension like the ones used on larger-displacement sports bikes has been adopted. This suspension is known for better concentration of mass and capacity for plenty of wheel travel. When added to the rigidity of the T135’s frame and rear arm and their relative positions, this Monocross suspension helps provide a pleasurable ride and excellent cornering characteristics.

3) Aerodynamic cowling that boosts cooling effect and makes for a more comfortable ride

An aerodynamic cowling with a distinctive new sleek and refined styling has been adopted. The air flow directed to the radiator by the front air guides helps promote better engine cooling effect. Furthermore, a separate set of air ducts has been designed to direct air flow through the cowling to cancel out heat developing there so that the rider does not feel a flow of hot air coming up directly from the radiator, thus achieving both improved cooling effect and greater rider comfort at the same time.

4) World’s first 5-lamp front mask stresses individuality
A fresh new front mask (front view) design reminiscent of Yamaha’s flagship YZF series sport bikes has been adopted. With the headlight in the middle and design position lamps to the right and left of it, a sporty 2-eye mask effect is achieved. The turn signal flashers are positioned to the outside of the position lamps to create a 5-lamp front mask.

Yamaha Sports Moped “T135” Specifications (Indonesia spec)

Overall length x width x height 1,945 x 750 x 1,065mm
Seat height 770mm
Wheelbase 1,245mm
Minimum ground clearance 140mm
Dry weight / Curb weight 103kg / 109kg
Engine type Liquid-cooled, 4-stroke, SOHC, 4-valve
Cylinder arrangement Single cylinder
Displacement 134.4cc
Bore x Stroke 54 x 58.7mm
Compression ratio 10.9 : 1
Maximum power 8.45kW / 8,500rpm
Maximum torque 11.65N-m / 5,500rpm
Starting system Electric / kick duo
Lubrication Wet sump
Engine oil volume 1.2L
Fuel tank capacity 4.0L
Carburetion VM21x 1
Ignition system DC-CDI
Primary / Secondary reduction ratio 2.875 / 2.600
Clutch type Clutch=wet centrifugal / transmission= wet multi-plate
Transmission type Rotary type 4-speed
Gear ratios 1st: 2.832, 2nd: 1.875, 3rd: 1.354, 4th: 1.045
Frame type Diamond type
Caster / Trail 25° 30′ / 75mm
Tire size (Front / Rear) 70/90-17 / 80/90-17
Brake type (Front / Rear) Hydraulic single disc / Drum
Suspension type (Front / Rear) Telescopic / Monocross
Headlight 12V35W / 32W x 1

Yamaha Sports Moped “T135” (Indonesia spec) Feature Map

 

 

Manufacturing New Value

Transferring manufacturing Technology overseas

Manufacturing New Value

On the left is a conventional aluminum cylinder with a steel liner for the inner wall. On the right is the Yamaha “DiASil Cylinder” that needs no liner or cylinder wall plating. As a unit well suited to the mass-production of high-performance, low-cost cylinders, the DiASil Cylinder manufacturing technology was successful transferred to our manufacturing base in Indonesia.

Transferring manufacturing Technology overseas

In 2004 Yamaha Motor successfully developed for the first time in the world a mass-production method for an all-aluminum (sleeveless, un-coated) cylinder named the “DiASil Cylinder” (*1). The production method for this DiASil Cylinder is in fact the fruit of Yamaha’s advanced die-casting technology known as the “CF (controlled filling) Aluminum Die Casting Technology” that we have been developing for some years now. Conventional aluminum cylinders for motorcycles have either a cast steel sleeve or nickel plating on the inner wall of the cylinder to improve resistance to abrasion and prevent piston freeze-up. With Yamaha’s DiASil Cylinder no liner or plating is needed (see photo). That makes this a mass-production aluminum cylinder with excellent cooling performance as well as nearly full recycle-ability at the end of its product life.
This is another example of how Yamaha’s philosophy of customer-oriented product creation is firmly implanted in our manufacturing technology as well. As a high-performance, low-cost cylinder that can be mass-produced, the DiASil Cylinder is a very effective manufacturing technology for the ASEAN region, one of the largest motorcycle markets in the world. When it came time for Yamaha to launch a new flagship model for the ASEAN market, the “T135,” plans were initiated for it to use the DiASil Cylinder, and at the same time a project was launched to transfer its high-level manufacturing technology to the Yamaha manufacturing base in Indonesia. Staff from Japan and Indonesia worked together on this project and cleared one hurdle after another until the production of these cylinders was successfully started in Indonesia. Now many customers in the ASEAN region who rely on motorcycles in their daily lives are benefiting from the performance and cost efficiency of the world’s first all-aluminum cylinder.

*1 DiASil: The name DiASil stands for Die casting Aluminum-Silicon alloy. An even distribution of hard silicon particles in this alloy greatly increases the abrasion resistance of the aluminum.

The YZF-R6’s aluminum main frame (left) and magnesium rear frame (above)

Thinner and larger parts for next-generation engineering and manufacturing

Aluminum is light and highly rust (oxidation) resistant and easily manufactured, which is why it is used abundantly in motorcycle and outboard motor parts. However, with conventional die casting methods (*2) it was difficult to manufacture aluminum parts that were both large and thin-walled, and this remained a technological problem in the industry. When Yamaha succeeded in the development of its exclusive CF Aluminum Die Casting Technology this important hurdle was finally cleared and the way was opened to next-generation mass production methods for aluminum parts. With this CF Aluminum Die Casting Technology, the number of pieces needed to make components like motorcycle frames can be greatly reduced along with their overall weight. This also simplifies the manufacturing and assembly processes. In 2007, Yamaha also succeeded in the development of a CF Magnesium Die Casting Technology that made it possible for Yamaha to introduce the world’s first magnesium rear frame on a production model for our YZF-R6.

*2 Die casting: In this casting method, molten metal is forced into a metal mold (die) at high pressure.

Theoretical value production, an ongoing quest

Industrial engineering is an analytical method used in analyzing work efficiency. In the factory where Yamaha motorcycles are assembled, a further advancement of this method is used to calculate how much time is theoretically needed to perform each job, and this has led to an exclusive concept we call “theoretical value production.” In this concept, the theoretical figure is in effect time that consists purely of “value work.” “Theoretical figures” are applied to all work processes in our efforts to further improve productivity in our factories.

Removing organizational boundaries – Yamaha’s System Supplier (SyS) system

In Yamaha’s motorcycle operations we have adopted a System Supplier (SyS) system that combines the organizational functions of development, manufacturing and procurement into single SyS units for each part or component. By removing the boundaries between these organizational bodies, the parts production process can be made simultaneous in ways that improve quality and reduce lead times, while also improving cost consciousness. At the same time, this system is involved in instruction and training of specialists in our motorcycle manufacturing bases around the world.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Bebas Stres Setelah Putus Cinta

Posted on November 25, 2011. Filed under: Life |

Jangan sampai perpisahan Anda dengan mantan kekasih mengakibatkan kesedihan yang berlarut-larut juga stres yang berkepanjangan. Anda harus bangkit dan kembali menjalani hidup. Ini kiatnya.

Menerima
Yang pertama kali harus Anda lakukan adalah menerima keputusan yang sudah dibuat. Saat memutuskan berpisah, Anda dan mantan kekasih pasti sudah melewati banyak fase dan memiliki beragam pertimbangan. Untuk itu terimalah keadaan ini.

Jaga jarak
Hal ini bukan bertujuan untuk memutuskan tali silaturahmi. Namun setelah putus, sebaiknya Anda dan kekasih menjaga jarak terlebih dahulu. Kondisi emosional Anda dan dia belum stabil. Jangan sampai pertemuan-pertemuan yang tidak perlu justru membuat Anda dan mantan membuat keputusan yang akan disesali nantinya.

Berhenti menyalahkan
Kondisi emosional akan terus terganggu jika Anda terus-menerus membahas kesalahan mantan ataupun kesalahan Anda sendiri. Jangan lagi terpaku pada masa lalu. Jika memang ada kesalahan yang Anda perbuat di hubungan yang lalu, jangan lagi menyalahkan diri sendiri. Perbaikilah diri Anda agar sukses menjalankan hubungan di masa mendatang.

Nikmati kesendirian
Jangan terburu-buru memulai hubungan yang baru. Jangan pernah memulai hubungan karena alasan kesepian. Cobalah nikmati kesendirian Anda terlebih dahulu. Inilah saatnya Anda menikmati waktu dengan para sahabat juga keluarga. Terburu-buru memiliki hubungan baru justru memperbesar risiko Anda mengulangi kesalahan yang sama.

Jangan balas dendam
Balas dendam adalah salah satu tanda bahwa Anda belum rela melepaskan mantan. Lagi pula, tujuan balas dendam hanya akan menyakiti diri Anda sendiri. Berusaha membuat mantan cemburu dan sebagainya hanya akan membuat kesedihan Anda makin berlarut-larut.

Menjalankan hobi
Jika sebelumnya waktu Anda habis untuk berduaan dengan pasangan saja, inilah waktunya melakukan hal-hal yang Anda sukai tanpa memikirkan perasaannya. Anda bisa bersepeda, menyelam, atau sekedar menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan untuk melepas stres.

Bersyukur
Ini mungkin terdengar aneh, tapi yakinlah bahwa perpisahan mungkin jalan terbaik bagi Anda dan mantan untuk saat ini. Seperti yang telah ditulis pada poin pertama, keputusan berpisah bukanlah keputusan terburu-buru, melainkan sudah dipikirkan baik-baik. Mungkin saja perpisahan ini adalah jalan untuk mendapatkan seseorang yang lebih baik.

Bagaimanapun, perpisahan jangan dijadikan alasan untuk menarik diri dari kehidupan sosial. Perpisahan juga bukan alasan untuk “mengobral” diri kepada siapa pun yang Anda anggap menarik. Percayalah, segala sesuatu terjadi karena sebuah alasan.

Jika Anda merasa perpisahan kali ini sangat menyakitkan, yakinlah, waktu yang akan menyembuhkan perasaan Anda. Semoga berbahagia!

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

BT-Remember

Posted on November 8, 2011. Filed under: Music |

Download this mp3 from Beemp3.com
 another great sad songs..
Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 1 so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: