profesi IT

Posted on Juni 23, 2014. Filed under: English | Tag: |

Bekerja sebagai IT itu sebenarnya gampang-gampang susah dan enak-enak menderita.

gampangnya :
1. karena banyak tutorial/ilmu yg bisa dipelajari baik dari buku-buku maupun internet.

susahnya :
1. karena teknologi informasi itu tidak stagnan, alias terus berubah dari waktu ke waktu. misalnya dulu bahasa pemrograman alias Programming Language hanya sebatas CoBol, Fortran, dimana masih low level languange. sekarang sudah high-level language seperti .NET, JAVA, Python. dll

enaknya:
1. bisa memiliki pengetahuan IT / teknologi komputer & informasi umumnya lebih keren & dianggap pintar. seperti ada slogan : “Knowledge is Power, Arm Yourself”

susahnya :
1. lebih dianggap anak bawang alias hanya departemen pendukung saja terutama jika main business perusahaan bukan IT, umumnya jika bekerja di End-user.

jika dianalogikan secara kasar maka IT Programmer itu mirip2 seperti kuli bangunan, IT Support => montir mobil / dokter umum.
dimana jika tidak ada problem, umumnya nganggur / rada santai. jika ga ada proyek maka nganggur juga..

tergantung perusahaannya juga. ada yg menerapkan sistim borongan dimana 1 orang IT bisa menghandle baik programming juga support / network. ada juga yg spesialisasi, dimana 1 orang IT hanya fokus di pekerjaannya saja misalnya hanya coding/database.

umumnya perusahaan yg menerapkan sistim borongan biasanya perusahaan pribadi / kecil dimana divisi IT nya masih belum jelas/kecil. sedangkan perusahaan besar (.Tbk, group besar, banyak cabang, asing terkenal) sudah memiliki divisi IT internal yg cukup jelas/besar.

Perusahaan2 kecil juga bisa menggunakan jasa IT konsultan / kontraktor outsourcing dimana mereka umumnya pemilik tidak perlu pusing memikirkan problem / strategi IT hanya tinggal terima beres/jadi saja. namun kerugiannya adalah sudah pasti data-data perusahaan (yg masuk di program / network) akan diketahui oleh si konsultan/kontraktor tadi (meskipun si konsultan sudah memiliki kode etik / MoU bersama)
juga umumnya pengeluaran biaya kontraknya lebih mahal daripada memiliki divisi IT sendiri. karena biasanya per panggilan / per case problem, dan tidak bisa bisa semau gue jika ingin memberi tugas / meminta support.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: