Kelemahan Yamaha Jupiter MX

Posted on September 23, 2016. Filed under: Indonesian, Jupiter MX / T135 / Spark, Motor |

image

parkir sebentar biar kering mesinnya, di daerah Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

musim hujan yg mulai sering minggu2 belakangan ini, ternyata cukup merepotkan saya sebagai rider motor. apalagi dengan kejadian mogok segala.tepatnya senin tgl 19 september 2016 kemarin, disaat hujan cukup deras, saya tetap berkendara dengan alasan pengen cepat2 sampai rumah & juga udah laper heheh.

akhirnya tiba2 motor seperti mau mati. gejalanya ndut2an, mesin pun jalan agak pincang, dipaksain jalan pun akhirnya mesin mati juga.

Penyebabnya ternyata ada kemungkinan air hujan masuk lewat lubang filter udara MX yg berada di atas. karena posisinya diatas dan ada lubang kisi2. jadi begitulah saat hujan deras maka air yg masuk melalui celah lubang tersebut akan terhisap masuk ke karburator.
1

Solusi darurat jika sudah mogok adalah saya berusaha mengistirahatkan motor sebentar, lalu memanaskan mesin agak lama supaya airnya menguap. dengan catatan saat dipanaskan idle mesin harus nyalanya stabil / tidak pincang jika pincang artinya sudah terlalu banyak air yg masuk ke mesin.

solusi yg lebih tepat adalah saya seharusnya membuang sisa bensin di karburator lewat baut pembuangan, namun saat itu saya tidak tahu letak baut pembuangan tersebut. tujuannya adalah agar bensin kotor yg mungkin sudah bercampur air hujan bisa terbuang & karburator kembali bersih.

akhirnya setelah mesin cukup hangat (pemanasan sekitar 5-7 menit an) saya pun kembali naik motor dengan perlahan, dan kebetulan saat itu hujan sudah reda / gerimis saja🙂

hal ini sebenarnya masih lebih baik daripada busi yg kena air (posisi mesin tidur lebih beresiko).. karena jika busi sudah basah maka besar kemungkinan busi akan mati, dan klo sudah mati maka harus diganti baru / yg masih bagus, jika tidak maka jangan harap mesin motor akan bisa nyala.

btw, MX ini karena mesinnya tegak miring maka posisi busi diatas, terbukti saat banjir2 an pun tidak mogok sama sekali. dengan catatan banjir sekitar 50 cm an masih bisa asal tidak sampai ke busi.

jadi kesimpulannya klo Hujan deras lebat maka lubang filter udara sebaiknya dibuatkan penutup atau istirahat sebentar tunggu sampai kecilan hujannya. thx🙂

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: