Asuransi Kesehatan Investasi

Posted on Oktober 30, 2017. Filed under: Kehidupan | Tag:, , |

Asuransi kesehatan sekarang ini biasanya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu Asuransi kesehatan murni dan Asuransi kesehatan plus investasi.

image

1. asuransi kesehatan murni biasanya sistim hangus jadi jika tidak ada claim maka uang premi yg dibayarkan tidak akan kembali alias hangus.
Premi umumnya jauh lebih kecil/murah daripada yg investasi. Dan plafon peanggungan rumah sakit biasanya borongan jadi misalnya jatah 1 hari 500ribu maka artinya sudah all-in semuanya mulai dari kamar, obat, dokter, dll. Tidak ada pos2 alokasi pembagian jatah.

2. asuransi kesehatan plus investasi
Asuransi ini menawarkan manfaat/proteksi lebih daripada yg biasa, yaitu adanya investasi(premi bisa memiliki nilai tunai yg bisa diambil) setelah periode waktu tertentu (biasanya setelah 2 tahun membayar premi) disamping proteksi dasar lainnya seperti tunjangan cacat tetap total, sakit kritis, dll. sesuai yg tertera di Polis.

image

Namun jumlahnya pasti jauh lebih kecil daripada kita menabung di bank, apalagi investasi di sektor lain.

image

Belum lagi biaya2 asuransi dan coverage/plafon yg biasanya kurang dari biaya perawatan (obat, kamar, dokter, dll) di rumah sakit.

Prinsipnya : asuransi itu badan usaha/perseroan, dan pasti ingin mencari laba/profit. Maka ada yg di untungkan(Agen, perusahaan, investor) , ada yg dibuntungkan (nasabah)

Maksud dibuntungkan disini yaitu nasabah membayar premi sekian lama, dengan iming2 proteksi dan investasi yg biasanya lebih kecil sehingga saat klaim rumah sakit biasanya nombok

Juga saat menuai hasil panen nya biasanya tidak sebanding daripada menabung di bank. Dalam hal ini saya sudah menghitung dan mendapat nilai tunai kira2 setengahnya dari jika menabung di bank. Lalu setengahnya kemana? Ya untuk membayar perusahaan asuransi tersebut. Istilahnya biaya akuisisi, dll.

Memang saya mendapat manfaat proteksi juga yaitu saat mengalami kecelakaan patah tulang belikat awal tahun 2013, sehingga harus dioperasi yg menghabiskan biaya cukup besar.
Saya harus menunggu sekitar 2 jam di ruang UGD baru masuk ke kamar opname.

Memang setelah dirawat keluar biaya total sekitar 29jt , dan hanya dicover/diganti oleh asuransi 10jt, lalu sisanya 19 juta saya minta klaim kantor dan hanya diganti sebesar 75%saja, akhirnya saya pun nombok sekitar 5 juta.

Untungnya saya sudah bekerja dan kantor tempat saya bekerja memiliki fasilitas kesehatan reimburse meski hanya 75% SAJA , Tapi sudah sangat membantu.

Bayangkan jika saya hanya berharap/mengandalkan asuransi pribadi saja. Sementara untuk membayar biaya RS tersebut terpaksa saya hutang kartu kredit dengan maximal limit x2 kartu. Bagaimana saya harus melunasi utang bank yg sebegitu besar dengan bunga2 bulanannya ??

Meski setelahnya si asuransi memberikan bonus sebesar 1,25jt rupiah. Namun saya masih memiliki rasa sedikit kecewa.

Dan pada operasi ke-2 yaitu pencabutan pen, asuransi pribadi saya tidak melakukan penggantian. Lagi2 kantor tempat saya bekerja sudah memiliki asuransi, sehingga saya berharap/bergantung penuh dengan Allianz

Biaya total operasi cabut pen yaitu sebesar 7jt, dan diganti Allianz sebesar 6,2jt. Dan saya harus nombok sekitar 800rb.

Lagi2 si pruden memberikan bonus klaim sebesar 1,2jt lagi.

Dari sini saya bisa menarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Asuransi dibutuhkan sebagai “proteksi” jika sewaktu2 kita mengalami kecelakan/sakit parah maka ada yg mencover/melindungi, jika tidak maka kita harus menyediakan sejumlah uang sebagai Deposit di RS.

2. Agen asuransi dalam hal ini sales adalah ujung tombak perusahaan dan di target harus mendapat sekian nasabah dalam waktu tertentu sehingga harus bisa menjual POLIS asuransi, akibatnya segala cara dilakukan agar supaya calon prospek nurut dan akhirnya ikut.

Cara2 tersebut diantaranya yaitu
A. Menakut-nakuti calon, jika tidak ikut asuransi maka nanti jika terjadi sesuatu akan jatuh miskin, dll sbgainya.

Memang cara ini cukup ampuh, karena faktor psikis orang umumnya beragam, ada yg cemas dengan hari esok ada juga yg easygoing.

Namun yg namanya resiko itu relatif, mungkin ada org yg sudah ikut asuransi sejak dari awal sampai akhir periode (10 tahun) tidak pernah klaim apapun jadi tidak merasakan manfaat perlindungan si asuransi.

Ada juga yg baru ikut 2 bulan eh tiba2 kena sakit parah, jadi cukup beruntung karena terproteksi si asuransi meski kadang dia nombok juga.

Tujuannya yaitu mungkin menciptakan rasa aman, sehingga tidak khawatir. Namun rasa aman memang bisa diciptakan dengan bermacam cara. Misalnya dengan memiliki harta/uang banyak, anak yg berprestasi, dll.

Yg pasti manusia akan bertambah tua, dan semakin tua maka tubuh akan semakin lemah dan rentan terhadap penyakit, degenerasi, kelemahan, dll.

Makanya semakin muda usia calon, maka premi akan semakin murah karena resikonya kecil, sehingga jarang terjadi klaim, jika klaim pun maka biayanya murah. Maka agen akan lebih getol mengejar calon yg masih muda ini karena dia tidak akan dipusingkan saat klaim terjadi.

Dan kebalikannya, semakin tua usia calon, resikonya semakin besar(sering sakit, parah)
Maka preminya pun semakin mahal karena claimnya pun semakin mahal(asuransi harus tanggung biaya pengobatan calon) umumnya banyak yg ditolak karena tidak mau ambil resiko, apalagi jika memiliki riwayat penyakit parah.

B. Cara kedua, yaitu mengiming-imingi hasil investasi yg besar setelah sekian (10) tahun. Sesuai dengan ilustrasi manfaat yg dicetak sebagai proposal. Sehingga kita merasa diuntungkan.

Padahal kenyataannya sangat tidak mungkin. Kenapa? Karena 10 tahun lagi nilai uang akan turun/menyusut karena inflasi(harga naik) sehingga nilai di proposal mungkin benar tapi menjadi tidak/kurang berharga.

Belum lagi jika terjadi inflasi parah maka nilai investasi saham, obligasi akan semakin cenderung turun otomatis nilai tunai yg didapat akan semakin kecil..

C. Beranalog bahwa salah 1 kliennya sudah mendapat manfaat yg begitu besar. Padahal belum tentu benar, karena hanya omongan belaka.

Kontrak asuransi berlangsung selama masa hidup calon, jadi setelah 10 tahun maka premi akan dialokasi menjadi investasi, jadi kalau agen iming-iming bayar hanya 10 tahun bisa jadi dia tidak jujur dan memang rata-rata semua agen akan bilang ini, karena supaya calon merasa tertarik karena untung kan bayar 10 tahun dicover selamanya..

Padahal setelah 10 tahun jika tidak lanjut bayar premi, maka biaya asuransi akan dipotong dari nilai tunai investasi tanpa pemberitahuan (jadi secara implisit) karena asuransi mana yg mau merugi ?? Tanpa ada pemasukan premi harus membayar klaim nasabah jika terjadi resiko ?? Dari situ saja kita harus bisa berpikir bahwa tujuannya apa ?

Dalam kasus saya ini, maka setelah 10 tahun, saya sekarang ibarat berinvestasi dengan tambahan diproteksi (minimal)

2. Perusahaan Asuransi akan untung jika sedikit nasabah yg klaim, rugi jika banyak yg klaim seperti kasus kecelakaan pesawat terbang maka, harus mengganti sekian banyak, maka ada Asuransi lain yg mem backup istilahnya ReAsuransi.

3. Jika ingin hasil investasi besar, maka jangan berharap di asuransi, karena investasi di asuransi umumnya kecil dan kita tidak mau repot/capek2 maka asuransi yg memainkan dana premi kita di obligasi (managed fund), saham(equity fund), tergantung yg dipilih.

4. Jika tidak punya asuransi maka, sebaiknya menjaga kesehatan dengan baik sehingga jarang berobat ke RS, masa tua tidak sakit parah yg merepotkan, menghabiskan harta/aset/dll.

5. Setiap orang juga maunya tetap sehat, sakit itu tidak enak, tidak ada orang yg mau sakit. Maka saya pun juga berusaha agar tetap selalu sehat dengan berolahraga, pola makan/hidup sehat

Saya ikut Pudential UnitLink sejak 2007, premi 400rb per bulan, 2013 patah tulang krn. Kecelakaan motor, biaya total operasi pasang pen (mitra keluarga) 29juta, diganti sama Pruden cuma 10jt. Sisanya saya klaim ke kantor 75% diganti, 5jt saya nombok sendiri.

Saat ini saya malah menaikan premi saya dari 400rb/bln menjadi 600rb/bulan karena merasa manfaatnya sudah sangat kurang di masa kini apalagi di kemudian hari..

Kira2 rugi atau tidak ikutan asuransi tersebut ?

Mohon pencerahannya, trims 😅

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: