otak atau otot

Posted on November 29, 2017. Filed under: Kesehatan |

Setelah saya fitnes sekitar 6 bulanan, maka saya sempat berpikir, kenapa badan saya susah/lama jadinya. Padahal saya sudah berusaha untuk diet,pola hidup teratur, tidak merokok, tidak minum alkohol, tidak memakai obat bius, dll, tidak suka bergadang.

Kadang saya suka iri saat melihat kenapa kuli bangunan, beras, petani, peternak, tukang batu, dll. Badannya rata² kekar & berotot. Juga atlet olaharaga pastinya.

Jawabannya sangat simple, yaitu karena mereka lebih banyak menggunakan otot disamping otak juga( entah apa otaknya dipakai juga atau tidak, tapi saya yakin bahwa setiap otak manusia selalu dipakai selama dia hidup, entah untuk berpikir, dll)

Berbeda dengan saya yg kerja lebih banyak menggunakan otak atau istilah kerennya karyawan kantoran. Dimana lebih banyak otak yg dipakai dibebankan untuk bekerja keras (berpikir, entah mikirin problem pekerjaan, hidup, dll) 

Sementara otot kurang begitu dipakai bekerja saat jam kerja, paling hanya jari² tangan untuk mengetik keyboad, menggerakan mouse, otot mata untuk melihat monitor agar tidak salah. 

Apalagi tipe pekerjaan back office alias dibelakang meja, sehingga akan diperbanyak dengan kegiatan duduk berjam². Akan membuat metabolisme tubuh menjadi melambat dan akibatnya terjadilah penumpukan kalori yg diubah menjadi lemak di perut terutama untuk pria, wanita jika sudah menopause.

Makanya umumnya para karyawan senior seperti bos², manager² pada umumnya kebanyakan berperut buncit alias gendut tidak sehat, dan pastinya juga kadar kolesterol, gula, trigliserid nya juga diatas normal. Meski tergantung orangnya juga sih, ada juga karyawan staff tapi gendut, ada juga bos yg kurus langsing.

Hal ini akan lebih diperparah, jika menggunakan mobil untuk bepergian karena, saat menyetir mobil akan duduk juga paling tangan memutar kemudi, rem tangan, kaki, yg bekerja untuk injak kopling, gas, rem.  Akan semakin parah jika hanya duduk manis disupirin.

Oleh karena itu untuk menyeimbangkan pekerjaan yg mengharuskan banyak duduk dan memeras otak maka saya melakukan olahraga setiap malam sehabis pulang kerja, meski tidak selalu, kadang jika tidak memungkinkan ya jangan dipaksakan. Misalnya saat sakit, lembur, hujan lebat, urusan lain.

Olahraga yg dipilih pun tidak mutlak harus gym/fitnes. Bisa yg murah meriah alias gratis seperti jogging/bersih² rumah, 

atau yg mahalan sedikit seperti renang, tennis, badminton, squash. Wah keren juga seperti gaya hidup orang bule.
Kalau gym, lebih kearah pembentukan otot dimana butuh biaya lebih, dll.

Tuhan itu adil, orang miskin ibaratnya meski kerja kasar, namun dikaruniai tubuh yg atletis, kekar berotot., Mereka dengan mudah dan murah membentuk otot dan membakar lemak.

Dan sebaliknya orang kaya yg disibukan oleh pekerjaan/bisnis usaha umumnya cenderung gemuk dan butuh biaya, usaha extra untuk memiliki tubuh yg sehat dan bagus. Meski ini semua relatif juga, saya hanya berasumsi saja.

Kesimpulannya: 

1. Untuk membentuk otot & memiliki tubuh atletis akan jauh lebih mudah dan murah bagi orang yg bekerja dengan otot alias pekerja kasar. Maka umumnya mereka lebih sehat dan susah sakit meski makan tidak dijaga pun akan sulit gendut.

2. Pekerja kantoran back office terutama yg lebih banyak pakai otak dan jarang gerak/olahraga ditambah berpola hidup kurang sehat(suka makan enak, tinggi kalori, lemak trans, gula, merokok, minum miras, dll) akan sangat susah memiliki tubuh atletis(langsing, kekar berotot) dan butuh biaya mahal dan usaha besar untuk mencapai tujuan tersebut. Sehingga menjadi pelanggan dokter, rumah sakit, asuransi kesehatan.

Sehingga mungkin punya tingkat kesehatan yg lebih jelek(kolesterol, gula, asam urat, trigliserida tersembunyi) , karena sesuai dengan kehidupannya.
Jadi lebih baik yg mana ? Bagi saya manusia sejak jaman dulu diciptakan seharusnya bekerja lebih banyak memakai otot, namun karena kecerdasan, teknologi jadi memudahkan kehidupan ini, akibatnya hidup menjadi mudah, santai & cepat. 

Juga paradigma yg berkembang di keluarga, masyrakat perkotaan, terutama Indonesia pada umumnya, bahwa kerja pakai otak akan dianggap jauh lebih keren dan bahagia (karena akan bergaji lebih besar, gengsi/prestige dihormati, dihargai) 

daripada kerja pakai dengkul/otot dianggap pekerja kasar, bodoh, kurang berpendidikan, kuli, orang miskin. Dll sbgnya.

Terima kasih sudah membaca, salam sehat & bugar 😂

 

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: