Liburan ke KL 2018

Posted on Juli 4, 2018. Filed under: Liburan |

Sebelumnya saya cukup takut saat ingin tamasya ke luar negeri, karena memang sebelumnya saya belum pernah ke luar negeri, sampai passport kadaluarsa, dan akhirnya diperpanjang lagi.

Namun karena terbersit keinginan di dalam hati, bahwa saya ingin tahu apa rasanya negara lain, akhirnya saya memberanikan diri malah terkesan nekat / agak terburu-buru membeli ticket secara online via Traveloka ke KL. mengapa Malaysia ?

ya karena paling mirip dengan Indonesia, bahasanya, tulisan agak2 mirip, makanannya juga. hanya Malaysia lebih Melayu asli. kurs Ringgit juga lebih murah ketimbang Dollar Singapore.

Malaysia, adalah sebuah negara federal bekas jajahan Inggris / Britania Raya. sehingga bahasa utamanya adalah Melayu dan Inggris, namun ada juga etnis lainnya seperti India, China dengan bahasanya masing-masing.

Menurut Driver Grab yg saya wawancarai, ternyata di Malaysia sejak sekolah diajarkan 3 bahasa yaitu sesuai dengan etnisnya, misalnya China, otomatis dia sudah bisa bahasa ibunya, lalu English dan Melayu.

bedanya dengan Indonesia ? Indonesia adalah negara ex. Jajahan Portuguese, Netherlands, Japan.

Meskipun sedikit mirip Indonesia, Namun Malaysia jauh berbeda, diantaranya :
1. Muslim nya jauh lebih maju, toleran, tidak fanatik/radikal, tidak berisik, alias tahu malu. Beda dengan di indonesia sini, selalu merasa paling benar/suci, dll.
2. Karena berbagai ras/etnis ada, maka semuanya hidup rukun, namun cenderung agak acuh/kurang perduli alias individualistis.
3. Sistim pemerintahan federal, dan
Masih berbentuk kerajaan dengan raja/sultan sebagai kepala negara, Prime Minister sebagai kepala pemerintahan.
4. Jalan toll bisa dilalui motor. Namun biasanya di jalur kiri/pinggir.
5. Banyak kebijakan diatur pemerintah, jadinya lebih terarah, jika berani main harga bisa kena sanksi. Cenderung lebih ketat dibanding indonesia.
6. Untuk film2 lokal sepertinya ceritanya agak aneh seperti dibuat2, seperti cicakman, lawak2 yg kurang lucu mungkin karena bahasanya yg kurang saya mengerti.
7. Dll. Sebagainya.
setelah saya pikir, negara2 ex. Jajahan Inggris umumnya lebih maju, Modern, seperti Malaysia, Singapore, Hongkong, Australia, Brunei, dll.

Wilayah Malaysia sendiri cukup luas & besar, terbagi 2 yaitu Malaysia Barat dan Malaysia Timur.
Malaysia Barat terletak di semenanjung Malaya, yg langsung berbatasan dengan Thailand di utara (dengan negara bagian teratas yaitu Perlis)  di Tengah & Timur yaitu Negara Bagian Kelantan

dan Singapore di selatan, melalui selat Johor. namun bisa langsung melalui Jembatan yaitu Johor Causeway

Juga wilayah geografisnya lebih tinggi karena diapit oleh pegunungan Titiwangsa, jadi iklimnya lebih sejuk.

Malaysia Timur, berada di Pulau Borneo (Kalimantan) dan langsung berbatasan dengan Indonesia dan Brunei Darussalam.

berhubung saya hanya travelling di sekitar wilayah Kuala Lumpur atau disingkat KL, Pahang, Selangor saja, jadi saya tidak bisa bercerita banyak.

secara geografis, sebenarnya posisi KL hampir sejajar dengan kota Medan

namun entah mengapa saat saya berada di KL, cuaca / udara terasa lebih sejuk dan bersih dibanding ketika saya dulu ke kota Medan. saat ke Medan rasanya cuaca begitu panas / gerah apalagi jika malam hari, sementara di KL malam hari air terasa lebih dingin serasa di Bogor.

menurut saya ini mungkin karena letak KL yg lebih tinggi dari permukaan laut, dan juga di KL, rata2 hampir semua mobil sudah menggunakan BBG (Bahan Bakar Gas), LNG(Liquid Natural Gas) sehingga otomatis Polusi udara berkurang jauh,

beda dengan di Indonesia sini dimana pemakaian BBG masih sangat jarang, akibatnya banyak debu di jalan karena BBM setelah dibakar menjadi partikel2 karbon yg berterbangan di udara..sehingga wajar jika banyak debu, dan polusi udara, tingkat kesehatan menurun.

juga saat perjalanan dari KLIA ke KL Sentral, jalannya agak naik turun, dengan bukit2 di sampingnya serasa berjalan ke Bogor,

Liburan,

kali ini bertepatan dengan libur panjang Lebaran / Idul Fitri, kantor saya mulai libur sejak Sabtu, 9 Juni. dan masuk kerja kembali 21 Juni.  akibatnya harga ticket pesawat one way maupun return, naik cukup banyak, dan total biaya nya untuk 2 orang sekitar IDR 4,2 juta.

Perjalanan dimulai 14 Juni malam, dengan menyewa pesawat murah via Traveloka, yaitu Lion Air, dengan Rute CGK – KUL, checkpoint di Terminal 2D, Bandara SHIA (Soekarno-Hatta Intenational Airport) , berangkat jam 21.00 tiba 23.55.
  
namun kenyataannya seperti biasa bahwa Lion Air selalu delay, hingga hampir 2 jam, sehingga Take-Off dimulai dari Jam 23.30

Perlu diketahui, bahwa selama di dalam pesawat Handphone harus dalam kondisi mati, atau setidaknya aktifkan Airplane Mode, karena percuma juga tidak akan dapat signal Operator, sehingga malah akan menghabiskan batere.

kali ini saya iseng, karena ingin tahu kecepatan pesawat saat TakeOff berapa.
dan akhirnya HP saya pun lost signal GPS saat berada di ketinggian kurang lebih 10,000 feet,

setelah kurang lebih 1.5 jam terbang dengan kecepatan tinggi, akhirnya pesawat mendarat dengan tidak mulus, yaitu sempat selip, untung nya tidak terjadi kecelakaan, mungkin karena saat itu pesawat penuh penumpang dan juga cuaca hujan di KLIA.

Akhirnya Landing di Bandara KLIA1 (Kuala Lumpur International Aiport) jam 01.30

yg saya rasakan saat berada di KLIA, adalah rasa kagum, terpana, berbeda dengan SHIA, memang KLIA, agak lebih modern, dengan banyak escalator, dan berkonsep modern minimalis.

juga karena hari sudah larut malam. dan saya check-in di hotel dekat bandara, yaitu Tune Hotel Aeropolis.

sebenarnya saya salah memilih hotel ini , karena untuk kesana cukup jauh yaitu harus memutari bandara, karena hotelnya berada di belakang bandara, sehingga harus memakai mobil Teksi.

dan saya pun memesan via Grab, karena tariff nya sedikit lebih murah daripada Teksi Bermeter.

mobil-mobil di Malaysia terutama di KL (Kuala Lumpur) umumnya bertipe Sedan FWD, mengapa ? saya juga kurang tahu pasti, mungkin karena selera atau kenyamanan, dll. akhirnya saya merasa kalau Sedan sepertinya lebih Lux atau Mewah, Nyaman, Elegan, Prestige.

atau mungkin juga karena jalanan di KL rata2 sudah beraspal mulus dibanding di Jakarta, sehingga orang lebih merasa cukup memiliki mobil FWD, apalagi mobil FWD lebih irit Bahan Bakar dibanding RWD, sehingga penggunaan gardan / differential mungkin sudah terlalu kuno / tidak diperlukan lagi.

hal ini saya temukan saat ke Genting Highlands, dimana jalannya cukup menanjak, turunan, namun yg sering saya temui adalah mobil2 sedan FWD seperti Proton, Nissan, Honda, Perodua,dkk. jarang ada mobil2 Jeep 4WD atau apalagi Avanza Xenia.

Rata-rata mobil Grab di Malaysia, bermerk Perodua MyVi yg jika di Indonesia sini disebut Daihatsu Sirion, Nissan Almera, ada juga Proton Saga,

Dan lainnya. namun saya belum pernah mendapat mobil sewa Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia. jika di indonesia sini maka kebalikannya.

lalu saya pun Naik Grab ke Tune Hotel, dengan jarak sekitaran 15KM dengan biaya 36RM

karena saya kurang tidur akhirnya besok pun bangun kesiangan, sehingga tidak bisa menumpang Shelter Bus yg disediakan dari Tune Hotel. akhirnya saya pun mau tidak mau, kembali pesan Grab.

sampai di KLIA, dengan membayar biaya sekitar RM34. saya pun harus ke KL Sentral agar bisa pindah hotel, jalan2 di pusat kota KL.

akhirnya saya pun ke KL Sentral dengan menaiki Bus Airport Coach yg ticketnya telah saya pesan sejak dari Jakarta via EasyBook.com. untungnya meski saya telat, namun masih boleh naik di jam 10.00am padahal saya book untuk jam 9.00am. Biaya pun tergolong paling murah dibanding jika naik KLIA Express atau KLIA Transit (price RM 55)  apalagi Grab bisa 150RM.

dan dimulailah petualangan singkat 5 malam 3 hari di Negeri Jiran.

1st Day : Explore KL City, Petaling Street, Petronas Twin Tower,

setelah sampai di KL Sentral, jam 12.00 pm (waktu Malaysia), maka saya pun langsung Check-In di hotel selanjutnya. kali ini di Joy Inn Hotel. seperti biasa ticket hotel sudah saya beli online sejak dari Jakarta, sehingga setelah sampai, tidak perlu pusing cari-cari hotel, dan menawar harga.

hotel ini sangat mudah di lihat, karena ada Plang Nama meski tidak terlalu besar namun cukup jelas terlihat.

kamar pun cukup luas, bersih, wangi, AC sejuk, TV lebar, banyak channel.

setelah proses administrasi check-in selesai( tambah bayar biaya Tourism Tax 10 RM), akomodasi di kamar, lalu ke Petaling naik Monorail. awalnya cukup bingung karena ada Vending Machine untuk beli ticket. namun akhirnya pun bisa. setelah bertanya ke orang, juga petugas jaga loket.

bisa masukan uang kertas, koin

yang saya salut dari KL ini adalah transportasi umumnya sangat maju, banyak pilihan.
ingin cepat, super nyaman, namun agak mahal ? tinggal pesan Taxi, Grab.
ingin cepat, agak nyaman, murah, tapi agak capek ? bisa naik MRL (MonoRail / MonoRel)
diatas MRL ada LRT , yaitu rapidKL.

Monorail, kereta layang berukuran kecil, gerbong sedikit, yg paling murah dan rutenya dekat2.

cuma saking banyaknya, saya jadi bingung sendiri, saya pun masih agak bingung terutama dengan simbol2 di papan petunjuk rute nya. paling2 saya hanya bisa beli token sehala (searah) memakai mesin.

jika pedestrian atau Backpacker maka sebaiknya siapkan fisik yg prima, karena Stesen MRL biasanya terletak diatas, sehingga perlu naik turun tangga, meski ada juga eskalator.

beda dengan KTM (Kereta Tanah Melayu) Komuter, kereta ini cukup panjang gerbongnya sehingga lebih muat banyak orang. dan lokasinya dibawah

beda juga dengan LRT (Light Rapid Transit), kereta ini mirip MRL namun lebih cepat dan lebih muat banyak

Jika bingung, jangan malu bertanya ke orang lain, atau petugas loket, daripada konyol tersesat, maka harus beli token lagi, karena letak arah baliknya berada di seberang, dan 1 token hanya bisa 1 rute. token yg sudah dibeli tidak bisa diuangkan kembali.

jadi misal kamu berada di Stesen KL Sentral, dan beli token MRL tujuan Bukit Bintang seharga RM 2.5/orang, maka akan melewati banyak Stesen yaitu

 KL Sentral, Tun Sambanthan, Maharajalela, Hang Tuah, Imbi, AirAsia-Bukit Bintang.
jika kamu turun di Stesen sebelum Bukit Bintang, apakah bisa ? saya juga kurang tahu, karena saya belum pernah mencobanya,

saya naik dari Stesen KL Sentral, lalu turun di Stesen Maharajalela, sedikit jalan maka sampai lah di bangunan menyerupai kuil entah apa namanya, lalu berhubung saya etnis keturunan Tionghoa, berhubung gratis lalu saya coba berfoto sejenak

Petaling Street, adalah China Town nya Malaysia, namun campur juga banyak pedagang ras India, Arab berjualan kelontong (misalnya baju, tas, souvenir,parfum, dll) disini.

di Petaling ini, terkenal dengan pasar tumpahnya, ibaratnya kalau di jakarta, maka cukup mirip dengan Pasar Baru.

sekedar tips jika beli barang di Petaling sini, sebaiknya hanya melihat2 saja, karena saya pernah iseng menawar tas ransel namun akhirnya tidak jadi beli, lalu si pedagang yg ras Arab, marah, dan memaksa saya untuk membelinya dengan harga tawaran terakhir yg saya bilang. karena saya hanya berdua saja, dan hari sudah cukup malam, hampir tutup, daripada ribut saya takut juga akhirnya beli barang yg lain namun seharga RM 40.

kesimpulan saya, barang2 yg dijual disini istilahnya KW, alias bukan asli namun dijual dengan harga agak mahal, jika kita tidak bisa menawar maka siap2 kita akan rugi, menurut saya barang2 di Petaling yg cukup murah adalah Souvenir seperti baju / kaos oblong / T-Shirt, dll. jika ingin beli barang branded disini maka yg ada hanya tiruannya saja.

hal ini saya rasakan ketika membeli souvenir gantungan kunci 1 set isi 6, awalnya dia buka harga RM30, namun saya tawar RM 12, tidak dikasih, mentok2 RM15.  saya beli 2 set, saya minta dikurangin harga eh tidak dikasih juga, akhirnya saya beli juga jadi RM 30 dapat 12 buah. kali ini di pedagang India saya beli nya.

setelah saya cek di pasar lain ternyata 1 set gantungan kunci isi 6 buah hanya seharga RM10.

namun di Petaling ini, ada 1 restoran Chinese, yg cukup enak & murah, entah namanya apa, tempat di belakang lapak tenda.

untuk nasi rames campur prasmanan, 2 piring besar hanya ditebus dengan RM 9 saja.
Mie Bakut Teh nya agak mahal sedikit , sekitar RM 8 per mangkuk.

terlihat banyak warga etnis Tionghoa makan disini.

setelah puas, kenyang makan siang di Petaling, maka rute selanjutnya yaitu ke KL Bird Park, saya mampir ke Warung India di Jalan Sultan,  untuk membeli Air Minum, disini juga menjual Nasi Biryani, Nasi Kandar, dll. dan bisa dibungkus dengan harga cukup murah sekitar RM 8 – 10.


disini 1 botol air minum ukuran 1.5 L merk Sea Master dibanderol seharga RM 2, sementara yg ukuran 600mL, seharga RM 1.

mampir ke Stesen Pasar Seni, atau Central Market

dari sini , lanjut ke KL Bird Park atau Taman Burung Kuala Lumpur., bisa melalui Train, namun agak menanjak lokasinya sehingga sisanya harus berjalan, maka kita pun naik Grab saja biar menghemat, waktu & tenaga.

KL Bird Park, adalah taman burung terbesar di dunia, dengan burung yg jinak berkeliaran bebas,
namun harga ticket masuk nya tergolong paling mahal disini, yaitu untuk warga Non Malaysia harus membayar RM 63 per orang, jika WN Malaysia hanya cukup RM 25 sahaja.  karena terpaksa sudah jauh, lelah kesini, mau tidak mau kita masuk, daripada mubazir hanya di depan saja. lagipula saat itu pas hari libur raya Aidil Fitri, mungkin juga harganya naik.

jadi kita bisa berfoto ria dengan burung2 semisal, pelikan, Dove, dll. namun untuk burung yg agak liar semisal Elang,Ostrich tidak bisa.

juga jika kita memberi makan burung tersebut, burung tersebut akan tidak takut mendekati kita.

Jam pun menunjukan waktu 5pm, sepertinya sudah cukup puas menikmati sang burung2. lalu kita pun kepikiran untuk ke KLCC (Kuala Lumpur City Center) dimana Menara Petronas berada.

dan berhubung sudah cukup capek berjalan-jalan di KLBP, lalu kita pun menyewa Grab Car. dan akhirnya sampai juga di Petronas Twin Tower.
karena hari ini libur lebaran, maka Petronas sangat padat pengunjung, seperti biasa hanya untuk berfoto ria, dan juga ada penjual makanan & minuman bermobil dadakan, seperti sate sosis, kentang goreng, dll

akhirnya saya pun cuma mengambil foto 2 buah saja. karena pengunjung sangat padat, akhirnya saya berfoto selfie saja.

seperti yg kita tahu, bahwa Twin Tower ini masuk ke dalam Gedung Tertinggi di Dunia.
dan jika di malam hari, maka akan tampak semakin indah karena ada air mancur dan lampu2 gemerlapnya.

sehingga landmark ini menjadi salah 1 simbol kemegahan Negeri Malaysia
setelah puas melihat kemegahan sang Menara Kembar, akhirnya perut pun terasa lapar, badan mulai lelah, dan kita pun lanjut ke pusat Kuliner yaitu di jalan Alor.
Perjalanan ditempuh melalui rute MRL, tadinya mau naik bus, namun berhubung lama tunggunya, dan Busnya pun selalu penuh karena Gratis (Go KL Bus) jadi coba menghemat sedikit wang dengan naik kreta.


papan penunjuk rute Bus, yg cukup kompleks jadi membuat saya bingung,

naik dari KLCC di Stesen ini

terlihat ada beberapa Platform dan perlu diperhatikan apakah ada diatas atau dibawah.

salah 1 MRL (MonoRail) yg cukup murah tokennya dan cepat datangnya.

setelah sampai di halte Bukit Bintang, kita hanya sekedar melihat2 dan berfoto2 saja, karena Mall nya cukup megah dan mewah.


salah 1 Mall di Area Bukit Bintang.

kawasan Bukit Bintang

Fahrenheit Mall


Pavillion Mall

setelah cukup puas cuci mata di area Bukit Bintang, lalu tinggal berjalan kaki beberapa ratus meter ke belakangnya, maka akan sampai di Jalan Alor.


pusat kuliner malam hari di KL

berhubung lagi ada promo, RM 10 dapat10 buah.

suasana yg begitu padat, mungkin karena libur lebaran, sehingga banyak orang yg berwisata kesini

tidak kenyang hanya makan DimSum diatas , maka kita pun makan makanan khas Chinese Malaysia yaitu KweeTiaw


bersyukur akhinya ada juga tempat duduk yg kosong, akhirnya daripada kelamaan tunggu, pesan makanan yg cepat saja, karena sudah lapar.

KweeTiaw Seafood, harga sekitar RM15, porsi cukup banyak bisa untuk 2 orang.
setelah kenyang makan, iseng beli kacang rebus Malaysia
waktu pun sudah cukup malam, dan akhirnya kita pun pulang ke Hotel dengan naik MRL lagi.

naik dari Stesen Imbi tujuan ke KL Sentral.

Hari Ke-2 : Trip to Genting Highlands

Pagi.

To Be Continued.. 🙂

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “Liburan ke KL 2018”

RSS Feed for Willy Kk Blog – My Heart Voices Comments RSS Feed

senangnyaaaa akhirnya bisa menjejak ke luar negeri yaa… selamatttt… awas jadi ketagihan hehe

Trims kk, ketagihan sih gak lah, krn. Biaya traveling abroad mahal 🙂


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: