Gunung atau Pantai

Posted on Januari 26, 2019. Filed under: Kehidupan |

Berhubung kedua orangtua saya lahir dan besar di kota Sukabumi,

yg adalah dataran menengah, kota yg terletak di kaki Gunung Gede, Pangrango.

mengapa saya sebut dataran menengah atau dataran tidak terlalu tinggi ? ya karena kalau dibilang dataran tinggi / PLATEAU agak kurang pas karena plato itu biasanya berada di ketinggian sekitar >=2000 Mdpl. contohnya Dataran Tinggi Dieng, Nepal, dll.

sementara Kota Sukabumi sendiri terletak di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango yang ketinggiannya 584 m di atas permukaan laut, dengan suhu maksimum 29 °C. begitu menurut wikipedia.com

Jadi suhu udara relatif lebih sejuk dibanding di daerah pantai utara.

Hmm, bayangkan ternyata ketinggian 584 Meter dpl saja sudah cukup sejuk, apalagi jika sampai 2000 Mdpl ya ?

Kelembaban udara juga lebih rendah sehingga udara lebih bersih dari kuman penyakit. Karena lebih tinggi dari permukaan air laut. Sekitar 500 – 1000 Mdpl.

Maka mereka sudah terbiasa dengan kehidupan di diataran tinggi

Akibatnya memiliki ciri khas :

1. Suhunya sudah pasti lebih rendah daripada di daerah dataran rendah khususnya pantai utara. Apalagi jika makin malam dan hujan maka suhu akan semakin rendah.

2. Udaranya lebih bersih

Entah mengapa, mungkin karena angin dari gunung yg lebih sejuk akan membilas udara kotor. Meski ini hanyalah opini/asumsi saya.

Terbukti rumah di saudara saya, lebih bersih sedikit dari debu, jika di jakarta 1 minggu rumah gak disapu/dibersihin maka debunya sudah setebal apa tau.

Sementara di jakarta, 1 hari saja tidak dibersihkan debunya sudah terasa.

3. Airnya lebih melimpah, banyak, bersih, sejuk. Jadi tidak perlu langganan air minum seperti PAM dll, cukup memakai pompa air / Jet Pump saja, lalu mengebor tanah yg tidak terlalu dalam maka akan segera mendapat air, karena banyak sumber air.

Sehingga perusahaan air minum kurang laku jika jualan disini, tapi mencari dan mengolah airnya disini..

4. Tanahnya subur, sehingga banyak menjadi ladang sayuran, buah2an. Istilahnya Menanam apapun jadi. Sehingga tidak akan kekurangan makanan, minuman.

5. Pemandangannya bagus, dengan panorama alam yg indah seperti gunung, lembah, bukit, hutan, danau, air terjun, dll.

6. Karena udara/hawanya lebih bersih, maka otomatis lebih sehat.
masa ? entahlah, tapi yg saya rasakan sewaktu berada di daerah sejuk seperti Puncak, Sukabumi, Lembang, Baturaden, dll. maka saya jarang pilek / hidung berair / beringus. badan juga terasa lebih segar/fresh, malam2 lebih ga gampang ngantuk.

mungkin karena kerapatan udara lebih renggang maka tekanan udara juga rendah, akibatnya kuman(virus, bakteri, dll) lebih jarang/sedikit, ditambah lagi suhunya lebih rendah alias sejuk, dingin.

sementara kuman, serangga, hama, dkk. lebih menyukai suhu hangat, udara lembab karena lebih mudah untuk ber-replikasi, berkembang biak. misalnya jentik nyamuk lebih banyak di daerah hangat. mungkin karena dataran rendah lebih tinggi tekanan udaranya, maka kadar Oksigen lebih banyak jadi lebih hangat cenderung gerah.

apalagi jika musim pancaroba dimana selang seling hujan, panas, mendung, berawan. maka akan sangat banyak kuman berterbangan di udara ditambah angin yg mempercepat penyebaran penyakit terutama penyakit pernafasan semisal FLu, batuk, TBC, dll.

juga di dataran rendah umumnya lebih banyak limbah, misalnya limbah air kotor dari Pabrik, Perkotaan (rumah, toko,dll) pada umumnya akan dibuang ke got, lalu ke kali (sungai) karena akan dibuang menuju ke laut.

maka dari itu pabrik2 pada umumnya berada di dataran rendah, agar lebih mudah dan cepat dalam membuang limbahnya ke laut, meskipun ada juga yg mengolah limbahnya atau pun lebih dekat dengan Pelabuhan.

jika sy perhatikan maka orang2 yg tinggal di dataran tinggi yg berhawa sejuk maka akan sangat jarang terkena penyakit pernafasan, padahal mereka sering merokok, untuk menghangatkan badan dengan murah meriah.

Sehingga dataran tinggi banyak dijadikan obyek wisata, membuka lahan pekerjaan, mata pencaharian baru bagi warga sekitar, sekaligus pemasukan bagi dinas pariwisata, pemerintah daerah setempat.

banyak rakyat indonesia lebih menyukai wisata ke daerah pegunungan, dibanding ke daerah pantai. lihat saja jika akhir pekan, musim liburan, hari kejepit. umumnya tempat2 wisata di daerah sejuk akan penuh diserbu orang.
mengapa ? mungkin karena :

  1. Orang Indonesia tidak menyukai tempat bersuhu panas. berbeda dengan turis asing istilahnya Bule, maka akan lebih suka ke Bali yg berhawa panas. mungkin karena di Benua Eropa / Amerika jarang ada musim panas, atau tidak sepanas di Indonesia, Bali khususnya.
    libur-panjang-di-pantai

    Tahu Sacha Stevenson? Bule yang sudah lama tinggal di Indonesia ini pernah merasa aneh dengan kebiasaan orang Indonesia yang selalu pakai jaket ketika matahari sedang panas benderang, padahal jika dipikir-pikir jaket membuat suhu panas bertambah, namun demi kulit putih hal ini dilakukan oleh orang Indonesia.

    Orang Indonesia berpikir bahwa kulit hitam diakibatkan oleh suhu yang panas di suatu tempat, seperti pantai atau laut. Mereka berpikir bahwa Gunung yang bersuhu dingin tidak akan membuat kulit mereka hitam, sehingga lebih banyak orang Indonesia yang mencintai dunia pendakian daripada dunia pantai.

    ya ada benarnya juga, karena Negara di Pasifik, Atlantik (berada jauh dari garis Equator / Khatulistiwa) umumnya bersuhu lebih rendah jadi lebih sejuk daripada di Daerah Equator atau Tropis. makanya beriklim SubTropis alias memiliki 4 Musim.

    atau negara di garis lintang pertengahan seperti Hongkong, Vietnam, Taiwan. maka jika musim hujan/dingin, maka meskipun tidak ada salju, tapi suhunya cukup sejuk.

    Pengalaman saya waktu ke Malaysia pada puncak musim panas yaitu Juni 2018 kemarin, maka jika di Jakarta panas terik, cerah. Sementara di Kuala Lumpur malah mendung, dan kadang hujan gerimis.
    Hal ini membuktikan bahwa Malaysia yg hanya berada sedikit di atas garis Equator saja, sudah cukup sejuk, apalagi Negara yg jauh dari khatulistiwa seperti misalnya Jepang, apalagi Rusia.

    2. Pemandangan di daerah Pantai umumnya hampir sama atau mirip.

    aksi kayang
    Pantai Klayar.

    Sekilas, semua pemandangan pantai memang sama. Namun, bagi pecinta pantai, setiap pantai memiliki banyak perbedaan, mulai dari dari mana arah mata hari terbit, hingga biota apa yang hidup di sana. Beberapa pantai memiliki plus minusnya masing-masing.

    Namun, dari awal orang Indonesia melihat pantai sebagai suatu tempat yang tidak menarik, mulai dari suhu panasnya, hingga bahkan ada yang takut dengan hiu atau malah buaya yang tidak hidup di air laut.

    sementara daerah pegunungan berbeda, mulai dari medannya, pemandangan ke bawahnya.
    yg membedakan daerah pantai, umumnya Pantai Utara dan Selatan. dimana Pantai Selatan lebih sejuk anginnya dan ombaknya ganas, berbahaya. sementara Pantai Utara lebih panas anginnya, namun ombaknya lebih tenang sehingga memungkinkan untuk menyelam.

    3. Ongkos Wisata ke Gunung lebih murah daripada Wisata Pantai.
    hal ini relatif juga menurut saya, mungkin karena ke Pantai membutuhkan sewa kapal, alat selam, dll. sementara ke gunung membutuhkan peralatan hiking.

    snorkeling pertama kali

    Olahraga pantai sangatlah banyak, mulai dari snorkeling, diving, surfing, dan masih banyak lagi yang lainnya. Untuk bisa mencobanya, setidaknya wisatawan harus sewa alat-alat dengan harga mahal, belum lagi kemampuan berenang yang baik membuat banyak orang Indonesia tidak begitu tertarik dengan dunia pantai.

    Berbeda dengan dunia pendakian yang hanya bermodalkan fisik saja.

    4. Gunung merupakan tempat untuk menemukan kedamaian

    Gunung identik dengan tempat tinggi dan tak banyak orang yang bisa menjangkaunnya, pendaki beranggapan bahwa gunung adalah tempat yang damai untuk menenangkan pikiran berbeda dengan pantai.

    Namun, seiring berjalannya waktu, banyak orang juga ingin merasakan kedamaian. Meskipun saat ini gunung menjadi tempat yang ramai seperti pasar, namun kebanyakan orang masih percaya bahwa gunung merupakan tempat untuk menemukan kedamaian.

    5. Orang Indonesia suka ‘pamer’, apalagi dalam hal-hal menantang

    celana gunung

    Pantai dan Gunung memiliki level tantangan yang berbeda. Naik gunung identik dengan perjalanan jauh naik turun bukit untuk bisa sampai ke titik tertinggi sebuah gunung, tantangannya lebih banyak jika dibandingkan dengan datang ke pantai. Kalau kata orang Jawa, ‘bayi wae iso mplaku tekan pantai‘.

    Karena itulah, banyak orang Indonesia merasa bangga jika sudah pernah sampai ke puncak suatu gunung ketimbang ke pantai.

    *bayi wae iso mplaku tekan pantai=anak kecil saja bisa jalan kaki sendiri ke pantai (bahasa Indonesia)

    Namun ada juga kerugian2nya yaitu

1. Sering hujan, hujan orografis, atau hujan pegunungan. Akibatnya jika hujan extrim maka beresiko terjadi tanah longsor, maka yg paling merugi adalah area perumahan yg berada di daerah lembah, perbukitan.

Karena sering hujan maka tanahnya tidak kering/gersang melainkan subur / gembur, namun di sisi lain, tanahnya menjadi kurang padat karena banyak terdapat sumber mata air.

2. Kadang terjadi gempa vulkanik, meski tergantung juga tipe gunungnya, biasanya jika gunug berapi aktif maka akan semakin sering gempanya. Cirinya yaitu mengeluarkan lahar/lava, gas. Uap, asap belerang. Dimana menjadi daya tarik sendiri bagi para pelancong, juga tanahnya menjadi sangat subur.

3. Kadang terjadi angin kencang/badai.

Terutama saat musim pancaroba, karena tekanan udara rendah, maka angin berhembus dari gunung.

4. Hawa dingin menjadikan orang jadi jarang berkeringat, akibatnya orang menjadi kurang sehat, di sisi lain, orang akan menjadi lebih sering, banyak makan, untuk menghangatkan tubuh. Istilahnya makan apa pun berasa enak. Oleh karenanya, biasanya wisata kuliner didaerah pegunungan Terasa lebih nikmat.

Efek negatifnya, menjadikan orang lebih malas bekerja, lebih santai, karena istilahnya makan apapun hidup.

Pengaruh hawa dingin/sejuk. Bawaannya pengennya makan, tidur, santai saja.

Akibatnya tubuh menjadi kurang sehat karena gemuk, kebanyakan makan, kurang bekeringat,

Juga untuk menghangatkan badan, caranya dengan minum bandrek, jahe, bir, merokok , dll.

Lalu setelah dewasa dan selesai SMA, mereka berusaha untuk mencari uang demi masa depan yg lebih cerah, dan dimulailah masa perantauan ke kota besar yg umumnya terletak di daerah dataran rendah, dekat laut, pelabuhan.

Dan sampai saat ini hingga memiliki kedua orang anak yaitu saya, adik. mereka hidup di dataran rendah, meskipun bukan daerah Pantai, namun agak dekat, sekitar 13KM saja. Jika saya tanya, kenapa ? ya mungkin karena sejak bekerja di perusahaan sampai pensiun maka membeli rumah dan tinggal di ibukota. mungkin ada faktor trauma juga saat masih kecil dulu, kota sukabumi kadang sering gempa meskipun kecil, namun cukup terasa.

kalau kalian bagaimana ? lebih suka hidup di pantai atau dataran rendah, atau di pegunungan(dataran tinggi) ?
kalau saya sepertinya lebih suka di pegunungan karena lebih sehat.

ok, terima kasih sudah mampir, membaca artikel kurang jelas dan ga guna ini, apalagi jika like, komentar.
mohon maaf jika ada kekurangan, salah kata, bahasa, akhir kata salam damai sejahtera dan sukses selalu

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: