Sunda

Posted on April 18, 2019. Filed under: SUNDA |

Sunda, pastinya kata ini sudah tak asing lagi. Mulai dari sukunya, bahasanya, daerahnya, makanannya, logatnya, musiknya, adatnya, budayanya, orangnya.

Suku Sunda adalah orang yg lahir di daerah jawa barat, maupun yg belajar atau diajarkan bahasa, budaya, dll.

Menurut cerita legenda Ciung Wanara  yg saya tonton dari youtube, ternyata orang sunda dan jawa masih 1 saudara. Dimana urang sunda merupakan kakak tertua/yg lebih tua daripada orang jawa.

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ciung_Wanara

Baik sekolah, teman juga orangtua.

Bahasanya sendiri memiliki 3 jenis atau macam, kasar/rendah, sedang/biasa, halus/lemes/sopan.

Dan biasanya diucapkan sesuai stratanya, misal anak kecil bicara kepada orang yg lebih tua harus memakai bahasa halus sopan, kalau tidak akan dicap kurang sopan/ajar.

Daerahnya sudah pasti mulai dari tatar Pasundan/ daerah Priangan,mulai dari jawa barat (Banten, Bogor, Sukabumi, Karawang, Purwakarta, Cikampek,Padalarang, Cianjur, Cimahi, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Sumedang, Majalengka, Ciamis, cirebon, kuningan, dll.)

Logatnya khas seperti pelawak Kabayan,Nyi Iteung, Rina Nose, Sule, dkk.

Meski ada perbedaan sedikit dengan sunda cirebon, banten. Sementara daerah Tangerang, Jakarta, bekasi, depok, lebih banyak penduduk yg berlogat betawi.

Makanannya khas, umumnya ada lalapan(sayuran mentah ditambah sambel dadak, matah. Mentah, terasi).

Rasanya cenderung asem dan asin, makanan favorit saya yaitu sayur asem, ikan asin jambal, mas, mujaer, peda/cue, hayam, entog, dll.

Makanan dan minuman khasnya bermacam2 yg umum seperti lotek/rujak buah, karedok, bubur ayam, bajigur, bandrek, bandros, sotomie bogor, asinan, sotokuning, mie godok, cireng, cilok, cimol, basreng, kupat tahu, dll.

Musik /lagu daerahnya juga banyak dan beragam seperti es lilin, bubuy bulan, bangbung hideung, dll masih banyak lagi.

Tariannya sudah pasti yaitu Jaipongan.

Ibukotanya di Bandung, Jawa barat.

Juga faktor alamnya yg subur, hawanya yg sejuk dan bersih, makanan, minumannya yg nikmat.

Namun dibanding suku jawa mungkin jumlahnya kalah banyak dan kalah luas wilayahnya.

Mungkin karena pengaruh sejarah, dimana pada zaman dahulu kala, kerajaan Majapahit mengalahkan kerajaan Pasundan/Pajajaran yg dikenal dengan Perang Bubat.

Akibatnya suku sunda hanya berada di wilayah Jawa Barat yg mencakup Banten saja, sementara suku jawa menguasai wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur

Hal ini mungkin berpengaruh juga ke adat istiadat, kebudayaan, kepribadian masing2 suku.

Dimana jika dilihat sekarang ini, banyak pemimpin2 terkenal indonesia terkemuka berasal dari orang Jawa, seperti presiden, menteri, para bos, dll.

Mungkin karena faktor kepribadian/karakter juga, dimana orang jawa biasanya lebih ulet, hemat, tekun, rajin, dll.

Sementara orang sunda banyak yg dicap pemalas, jelek adat, matre(mata duitan), jahat, pendendam, dll.

Namun itu semua mungkin hanya mitos, pandangan sepihak saja, masalah kepribadian tergantung ke masing2 individu.

Bahasa sunda pun lama kelamaan mulai jarang digunakan, misalnya orang sunda namun hidup kesehariannya di jakarta, atau di kota lain, maka otomatis akan memakai bahasa indonesia.

Menurut saya, anak2 sunda cukup hebat karena saat sekolah harus mempelajari bahasa sunda yg terdiri dari 3 jenis ditambah bahasa indonesia itu sendiri.

Saya pun semasa sekolah tidak pernah belajar bahasa sunda karena sekolah di jakarta, mungkin lain halnya jika sekolah di jawa barat

Bahasa sunda mungkin lebih diartikan kepada bahasa ibu, terutama orang pribumi sunda umumnya mengajarkan bahasa sunda kepada anak2 nya, lain halnya dengan orangtua saya yg meskipun orang sunda namun tidak pernah mengajarkan maupun berbicara bahasa sunda kepada saya, maupun adik saya.

Ketika saya tanya mengapa ? Jawabannya kalo orang tionghoa sukabumi mah ngomongnya bahasa indonesia, lain halnya orang chines bandung ngomongnya sunda halus, orang sukabumi yg ngomong sunda mah biasanya orang pribumi.

Mungkin ada faktor rasis juga, tapi saya akhirnya bisa memahaminya, mungkin karena faktor sejarah tahun ’65.

Saya pun mulai belajar sedikit demi sedikit, lewat internet, group whatsaap, telegram, facebook, dll.

Memang tidak mudah karena bahasa saya sehari-hari adalah indonesia, malah teman2 saya banyak yg berlogat betawi.

Alasan saya mulai tertarik belajar bahasa sunda yaitu karena ingin melestarikan budaya leluhur, meski secara lahiriah, saya lahir di jakarta yg artinya suku betawi.

Juga karena bahasa sunda lebih merdu kedengarannya, terkadang sedikit lucu.

Meski di 1 sisi, kadang bahasa sunda mirip dengan bahasa rendahan yaitu petani, penjual kerupuk, tukang sayur, cukur, dll. Apalagi yg sunda kasar.

Sisi lainnya yaitu suku sunda biasanya cukup kuat agamanya terutama muslim/islamnya, dengan banyaknya mesjid, surau, musholla. Kalo diperhatiin tiap kali saya piknik ke daerah jawa barat pasti kelihatan jelas aura islamnya.

Hal ini mungkin menyebabkan orang pribumi sunda sangat fanatik islamnya, sehingga banyak yg beraliran garis keras, radikal.

Dimana hal ini yg menyebabkan mereka menjadi anti dengan orang keturunan cina,apalagi kristen. Mungkin karena faktor iri, atau entahlah saya juga kurang begitu mengerti/paham.

Maka dari itu mereka (tionghoa) menjadi kurang membaur karena mungkin takut dan terjadilah jurang perbedaan/gap/kesenjangan sosial yg semakin membuat mereka saling membenci.

Sisi lainnya yaitu basa sunda memiliki banyak kosakata dengan arti yg sama misal suka-daek-resep, saya-abdi-urang-aing-dewek, enak-raos-ngeunah. Kamu-anjeun-maneh. Dll.

Leluhur saya sendiri merupakan orang china daratan yaitu Ayah dari ibu saya yg artinya kakek saya yg kawin dengan istrinya orang sunda pribumi asli dan memiliki 4 istri yg semuanya perempuan sunda semua.

Namun dari ke 4 istri tersebut, 3 selingkuh, cuma mamanya mami saya yg paling setia karena masih muda dan perawan umur 20thn.

Paling disayang, maka ketika sakit dan meninggal jadi sedih.

Maka mami saya disebut dengan ‘ciaosen’ istilahnya peranakan, bukan totok. Kalo china totok itu artinya ayah, ibu china semua. Jadi anaknya , keluarganya disebut china totok.

Juga seperti artikel saya sebelumnya yaitu mengenai Tionghoa, dimana kalau china Totok umumnya berkulit putih ke kuningan dan masih fasih berbahasa cina.

Ibu saya pun diasuh oleh kakak nya yg beda ibu namun 1 ayah yg berada di sukabumi. Sempat pindah ke cileungsi juga, namun lebih lama di Sukabumi. Ya begitulah kisah pahit kehidupan ibu saya.

Banyak nasihat diantaranya: jangan kawin sama wanita sunda apalagi pribumi, karena matre alias mata duitan, kalo semasa kaya disayang, pas miskin kere dibuang. Udah banyak kebuktiannya tuh kata sodara2 saya.

Yah, entahlah, mungkin hanya iseng2 saja, toh saya lahir di indonesia, meski saya keturunan china, bermata agak sipit, tidak ada kelopaknya, berkulit kuning, bermuka tenglang/tionghoa.

namun saya tidak pernah ke tiongkok, dan tidak tahu menahu mengenai asal usul, silsilah leluhur saya juga.

kenapa juga saya harus belajar bahasa mandarin segala ? Toh KTP saya adalah WNI yg artinya orang indonesia. Saya pun lahir, hidup, mencari uang di indonesia.

Sisi jelek orang sunda.

Menurut cerita mami saya, orang sunda itu : boros, ada ceritanya duit hari ini abis buat hari ini, ga mikirin besok. Beda dengan orang jawa rata2 lebih hemat.

Perempuan sunda pribumi suka sama lalaki china, karena ? Cina mah rata2 kaya, naek derajatnya. Nanti pasti si lelakinya pasti jadi mualaf.

Kalo kawin, Anaknya pasti bagus, cantik, dijadiin modal, tinggal suaminya yg kalo udah tua didepak.

Istilahnya mirip dengan cina Medan, PBB(pontianak, bangka, belitung), kuntien(singkawang) dll.

Perempuan kalo makin cantik, biasanya makin matre gak peduli dari suku mana.

Begitulah ceritanya..

Namun saya lebih selera nusantara, ga gitu doyan babi, chinese food, makanan luar. meski kalo ‘terpaksa’ ya makan sedikit juga.

Malah saya lebih doyan makan nusantara seperti masakan sunda, jawa, padang, manado, dll.

Menurut saya lebih sehat dan cocok, sesuai dengan iklim dan suasana disini yaitu di jakarta, indonesia.

Ya begitulah artikel kurang jelas kali ini, mohon maaf jika ada salah kata, tidak ada maksud rasis/sara, saya hanya mencurahkan isi hati saya saja.

Terima kasih banyak sudah membaca, komen, apalagi like, salam damai sejahtera dan sukses selalu 🙏🙇

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: