Archive for Mei, 2019

Belajar Bahasa Sunda

Posted on Mei 9, 2019. Filed under: SUNDA |

Bahasa sunda katanya merupakan bahasa kedua terbanyak yg digunakan di indonesia, setelah bahasa jawa. ah yg bener ? Ya begitulah menurut wikipedia.com

Bahasa sunda terdiri dari dari 3 kasta atau tingkatan yaitu kasar/rendah, sedang/loma/biasa dan tinggi/halus.

Namun kali ini saya tidak akan hapal semuanya, jadi mungkin gabungan antara ketiganya atau lebih banyak memakai bahasa kasar karena sukabumi katanya lebih ke sunda kasar.

Daftar daerah

Sunda kasar : Banten, dan sekitarnya. Malahan di Banten katanya selalu memakai bahasa kasar/rendah.

Sukabumi, Karawang, Purwakarta, Cikampek. Di daerah ini relatif, tergantung budayanya, orangnya juga.

Sunda halus : Bogor, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Banjar, Ciamis Pangandaran.

Di daerah Priangan umumnya sudah pasti memakai sunda alus, kasar, sedang karena disitulah banyak berada keraton/kerajaan sunda dahulu kala, terbukti banyak prasasti, candi peninggalan para kerajaan sunda.

Namun itu semua hanyalah asumsi saya, karena pemakaian atau penguasaan bahasa kasar atau halusnya tergantung orangnya juga. Kalau saudara /famili saya yg asli Sukabumi lebih sering dan banyak memakai bahasa sedang cenderung kasar, meski berbicara kepada yg lebih tua.

Menurut saya bahasa sunda lebih banyak variasi kosakatanya karena agar lebih kaya dan lebih merdu didengar.

(K) : kasar/abrag, (B) : Biasa

(H): Halus/Lemes

Memulai pagi hari

Selamat pagi : wilujeng enjing (h)
Bangun tidur : hudang molor (k), wangun sare (H), wangun kulem.
Tidur lagi : molor deui, kulem deui, sare deui. Kasur: tilam, bantal:anggel, seprai:seupre.

Masih ngantuk: tunduh keneh. Menguap: heuay.

Capek:ripuh, palay(mau).

Mandi : ibak, nyibak. Keramas:angir.

Gosok/sikat gigi : nyikat huntu, gosok waos (h), menggosok : ngagosok.

Bersih : resik, membersihkan: ngaberesihkeun.

Kotor: bala, kotor.

Badan : awak, salira.

Air : cai.

Dingin. : Tiis, tiris

Hangat : haneut.

Baju: acuk. Celana : calana

daleman : kutang, kolor.

Buang air besar : miceun(h), ngising(b), modol (k).

Kencing, pipis ; kiih, papang

Cebok : isang.

Semprot : nyemprot, menyemprotkan : nganyemprotkeun.

lapar, haus : lempoh, halaphab,hanaang.

Kenyang : seubeuh, wareg(H)

Minum:nginum, ngaleueut. Makan:dahar,tuang,neda,lebok(k)

Muntah:utah. Eneg:seueul. Makanan:kadaharan,katuangan. Minuman:inuman. Kendi:seeng.

Mulai kegiatan

Jalan:leumpang. Lurus:lempeng. Belok:mengkol,pengkol. Kiri:kiwa/kenca

Kanan:katuhu,tengen(h). Atas:luhur. Bawah:handap. Depan:hareup,payun(h). Belakang:pungkur. Dalam:jero,lebet. Luar:luar.

Utara:kaler . Timur:wetan. Selatan:kidul. Barat:kulon.

Lari: lumpat. Lompat:luncat. Diam:cicing. Bicara:nyarios,ngomong. Teriak:gorowok. Pikir:pikir,ngamanah. Naik:tumpak. Turun:lungsur. Duduk:diuk. Berdiri:na/tangtung. Bergerak:usik,oyok. Kejar:udag

Selesai kegiatan

Senang,gembira:bungah,genah, seneng.

Sedih : karunya, nalangsa, pilu, hanjelu, ngungun, ngangres,

Capek:ripuh.palay Ngantuk:tunduh.palay Tidur:sare,molor,kulem.

Tibra: lelap

Geubra: sare tibra

Kata sifat.

Halus:lemes. Kasar:abrag. Baik:bageur. Jahat:jahat.

Pahit: pait. Manis:amis. Asam:haseum. Asin:asin.

Segar:seger,cenghar. Capek :ripuh

Dingin: tiris, sejuk: tiis. Panas: nyongkab,hareeng. Hangat: haneut Sejuk: tiis.

Keras:teuas. Lembek: leuleus, empuk:hipu.

Nakal: baong,bangor,badung.

Berat:abot,beurat, ringan: hampang,enteng.

Jelek:goreng, awon. Bagus : alus, saé.

Santai:rineh. Sibuk: riweuh

Panjang: panjang, paos. Pendek: pendek, pondok, purek

Dekat : cakeut, deket. Jauh : tebih, jauh, laer.

 

PARTIKEL, KATA SAMBUNG

Bisa: keursa, bisa, tiasa

Harus: kudu, kedah.

Jangan : tong,ulah,boa.

Boleh: meunang, kenging

Kalau: mun, lamun, bisi, bilih,upami,pami, dupi,

Ada: aya.. tidak ada: euweuh, teu aya.

Habis: beak, seep,

Banyak: loba, seueur, réa.

Sedikit: saeutik,  Emet, saalit.

 

 

 

Aturan dasar bahasa Sunda

ini beberapa aturan bahasa sunda yang sering diapakai sehari hari :

  1. terlalu + Kata Sifat = Kata Sifat + teuing / pisan
    contoh : terlalu manis = amis teuing
  2. Paling/ter- + Kata Sifat = pang- + Kata Sifat + -na
    contoh : paling ganteng / terganteng = pangkasepna
  3. masih + Kata Sifat = Kata Sifat + kénéh
    contoh : masih cantik = geulis kénéh
  4. kembali + Kata Kerja = Kata Kerja + deui
    contoh : makan llagi = tuang deui
  5. Possesive (Ku,Mu,Nya)
    • Kata + -ku = jadi Kata + kuring
    • Kata + -mu = Kata + anjeun
    • Kata + -nya = jadi ( Kata + -na | Kata + -ana )
  6. kata sifat yang berulang maka akan distukan dengan disisipi ar
    contoh : catik cantik = gareulis (kata dasatr geulis)
    ganteng ganteng = karasep (dari kata dasar kasep)

Kalimat Peghubung ti, di, ku, keur, kawas dalam bahasa sunda

1. ti dan tina menyatakan asal
Contoh:
– Peyeum mah ti Bandung lain/sanes ti Garut
(peyeum mah dari bandung bukan dari Garut)

2. Ku berarti menggunakan alat, sama.
Eta budak meuni gandeng, hoyong digetok ku sapu!
(anak itu berisik sekali, apa mau dipukul pake/sama sapu!)

3. Di dan dina menyatakan tempat
– Kunaon manéhna cicing wae di imah? (mengapa dia diam saja di rumah?)
– punten Néng, cai dina baskom eta kadieuken ( tolong neng, air di dalam baskom kesinikan)

4. Kawas dan siga menyatakan perbandingan
– Ulah ceurik waé atuh, maneh teh siga budak leutik wae (jangan menangis terus dong, kamu itu seperti anak kecil saja)

5. Keur dan Pikeun menyatakan untuk
Keur biasanya digunakan untuk percakapan sehari-hari, sedangkan merupakan bahasa halus yang biasanya diucapkan oleh orang tua kepada orang yang lebih muda.
– keur naon maneh kadieu? (untuk apa kamu ke sini?)
– artos ieu pikeun kuliah anjeun (uang ini untuk kuliah kamu)

Namun dalam situasi tertentu kata keur juga dapat berarti sedang…
Contohnya kata keur naon manéh? Berarti sedang apa kamu?, bukan untuk apa kamu…

Sisipan ar dan al dalam bahasa sunda berarti jamak

A. Kata benda yang mendapatkan sisipan ar akan berarti banyak.
Contohnya :
1. Barudak kelas V keur maraca buku di perpustakaan (anak-anak kelas V sedang membaca buku di perpustakaan)
2. Karueh, saha anu bade meser, aya bolu, lapis.. (kue kue, siapa yang mau beli, ada bolu, lapis…)

Dari dua contoh kalimat di atas kata budak (anak) menjadi barudak (anak – anak) dan kata kueh menjadi karueh yang berarti jamak.

B. Kata kerja yang mendapatkan sisipan ar berarti banyak yang melakukannya
Contoh :
1. Sadulur urang geus daratang ti Sumedang. (saudara kita sudah datang dari Sumedang)
2. Barudak teh arulin wae, najan teu acan taruang. (anak-anak tu main terus, meskipun belum makan)

Imbuhan ar berubah menjadi al bila ditambahkan pada kata yang berawalan l dan yang berakhiran r
Contoh :
– bageur menjadi balageur
– kabur menjadi kalabur
– lintuh menjadi lalintuh
– lungse menjadi lalungse

Imbuhan ar pindah ke depan bila bertemu kata yang berawalan huruf vokal
Contoh :
– Asup menjadi arasup
– Isin menjadi arisin
– Ulin menjadi arulin

Imbuhan ar pindah ke depan dan berubah menjadi ra bila ditemukan dengan kata yang hanya terdiri dari 1 suku kata
contoh :
– cleng menjadi racleng
– jol menjadi rajol

Mengenal Imbuhan dalam Bahasa Sunda

Bahasa sunda merupakan bahasa yang terkenal di pulau jawa. Jenis bahasa ini juga banyak digunakan oleh orang-orang yang ada di wilayah jawa barat dan sebagian lainnya di wilayah jawa tengah dan sebagian kecil di bagian jawa timur. Bahasa sunda juga sangat menarik untuk dipelajari karena kekayaan dan keunikan kosa kata yang dimilikinya. Materi kali ini akan membahas mengenai imbuhan yang diberikan kepada salah satu kata bahasa sunda. Kata tersebut adalah “makan”. Kata ini sudah pasti anda ketahui maksudnya dimana menggambarkan sebuah aktivitas untuk mengisi perut menggunakan makanan yang kita sukai. Dalam bahasa jawa, kata “makan” ini diartikan sebagai “dahar”. Nah, penggunaan kata dahar ini juga ternyata digunakan untuk bahasa sunda hanya saja jika dalam bahasa jawa Dahar dinggap sebagai ucapan halus sedangkan di Sunda dianggap kata yang kasar. Hanya saja ada beda antara kata “makan” dan juga “makanan”. Perbedaanya adalah kalau anda hendak mengatakan “makan” saja maka anda bisa cukup mengucapkan kata “dahar”. Tetapi apabila anda berniat untuk mengucapkan kata “makanan” maka anda wajib untuk menggunakan imbuhan. Disini imbuhan -an dalam bahasa sunda dikatakan sebagai -eun.
Imbuhan –eun dalam Bahasa Sunda

Jadi kata “makanan” diucapkan dalam bahasa sunda sebagai “dahareun”. Bagi anda yang tidak terbiasa mengucapkan kata yang satu ini anda pasti merasa bahwa kata tersebut kurang klik. Tetapi kata ini sebenarnya memiliki makna yang sama dengan makanan. Imbuhan yang sama juga biasanya berlaku untuk kata lainnya yang juga mengandung akhiran -an dalam bahasa sunda.

Dalam bahasa sunda juga terdapat sebuah kata yang menjadi indikasi bahwa orang tersebut akan melakukan sesuatu. Dalam bahasa indonesia, apabila kita hendak melakukan sesuatu maka kita mengucapkan kata “akan”. Jadi jika anda ingin melakukan sesuatu misalnya ingin memakan makanan yang lezat maka anda mengucapkan “saya akan makan sayur itu”. Dalam bahasa sunda kata “akan” tidak digunakan namun diganti dengan menggunakan kata “bade”. Kata “bade” ini memiliki arti indikasi dimana seseorang akan berniat untuk melakukan sesuatu yang dia lakukan di masa yang akan datang. Kata yang satu ini juga merupakan salah satu jenis kata yang cukup banyak diucapkan dalam melakukan perencanaan.
Bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia

Namun ada juga jenis kata dalam bahasa sunda yang tidak anda ketahui sama sekali sebelumnya atau asing. Kata tersebut adalah “beli”. Kata ini digunakan apabila anda hendak mendapatkan sesuatu berupa layanan atau produk dengan menggunakan uang. Tahukah anda dalam bahasa sunda itu kata beli disebut sebagai apa? Dalam bahasa sunda, orang menyebut kata “beli” sebagai kata “meser”. Cukup jauh memang perbedaannya. Tidak seperti kata “saya” yang disundakan sebagai “aya”. Kata beli ternyata disundakan dalam bentuk “meser”. Nah dari sini perubahan tersebut juga harus diperhatikan mengingat tidak hanya kata ini saja yang mengalami perubahan secara besar namun juga mungkin masih banyak lagi jenis kosa kata lainnya yang tidak anda ketahui maknanya namun ternyata artinya sangat sederhana, salah satunya adalah kata “beli” yang diartikan “meser”.

Mengenal Perubahan Makna Kata dalam bahasa Sunda

Berikut anda akan menyimak informasi mengenai dasar dari bahasa sunda. Bahasa sunda merupakan jenis salah satu bahasa yang ada di Indonesia yang memiliki banyak makna dan perubahan dalam bahasanya. Tetapi karena bahasa ini sendiri juga lahir dari bahasa indonesia maka sudah pasti bahasa sunda cukup banyak memiliki kata-kaya yang ternyata mendekati bahasa indonesia. Ulasan dibawah akan membahas lengkap mengenai hal tersebut.
Menyusun Kalimat Pertanyaan Bahasa Sunda

Pernahkah anda bertanya kepada orang sunda namun bingung harus memulainya seperti apa? Sama halnya dengan bahasa lainnya, dalam bahasa sunda juga dikenal sebuah istilah yang bernama basa basi. Jadi anda bisa mencoba untuk mengatakan hal ini terlebih dahulu sebagai awalannya baru kemudian anda mencoba untuk mengutarakan maksud anda yang sebenarnya. Kata yang harus anda ucapkan adalah “bade naros?”. Ucapkanlah kata ini pada saat anda ingin bertanya kepada orang lain. Arti dari kalimat diatas adalah “mau tanya”. Anda mungkin juga bertanya dalam hati mengapa kata “tanya” diubah sebagai “naros”? Itu adalah salah satu kekayaan yang dimiliki oleh bahasa sunda. Kata “bade” yang disebutkan di awal frase diatas juga tidak hanya bisa diartikan sebagai “mau” saja namun juga bisa anda artikan sebagai “akan”. Hanya saja anda harus teliti dan jeli dalam memilih mana kata yang enak disambungkan sehingga menjadikan artinya “akan”. Lalu yang harus anda ketahui lainnya adalah kata dalam bahasa sunda biasanya ada beberapa yang mengambil serapan dari bahasa indonesia.
Jenis Imbuhan dalam Bahasa Sunda

Dalam bahasa sunda juga dikenal istilah pengikisan kata atau pengurangan alfabet dalam salah satu kata yang mengandung bahasa sunda. Misalnya anda baru saja memakan makanan yang lezat anda pasti ingin mengatakan “rasanya enak”. Dalam bahasa sunda bagaimana anda harus mengucapkan kata yang satu ini? Cukup mudah, anda hanya langsung saja mengatakan “rasana enak”. Benar sekali, alfabet yang dihilangkan disini adalah alfabet “y”. Ini juga merupakan salah satu variasi bahasa yang digunakan oleh orang yang menggunakan bahasa sunda. Jika dilihat secara teliti ternyata bahasa yang satu ini sangat mendekati bahasa indonesia. Hanya saja satu yang membuatnya beda adalah kata “rasanya” yang dirubah menjadi kata “rasana”. Selain kata dibawah ini banyak juga jenis varian kata lain yang bisa anda gunakan.

Ada juga dua kata dalam bahasa sunda yang mengandung arti yang sama, misalnya adalah kata “akan” diartikan sebagai “hoyong”. Padahal bahasa sunda juga mengenal kata “bade” yang artinya juga adalah “akan”. Selain itu dalam bahasa sunda juga ada kata imbuhan yang bisa anda gunakan yaitu “ke”. Kita biasanya dalam bahasa indonesia menyebutkan ke + tempat, contohnya adalah ke rumah, ke sekolah, ke kamar mandi, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu dalam bahasa sunda, anda hanya menggunakan kata ka + tempat. Misalnya adalah ka rumah, ka sekolah, ka kamar mandi dan masih banyak lagi. Imbuhan seperti ini juga bisa anda gunakan apabila anda hendak menunjukan hal yang spesifik mengenai letak dari sebuah tempat kepada lawan bicara anda.

mengenal Apa itu kalimat Rajekan

Klaimat Rajekan Adalah sebuah bangun kalimat yang kata utamanya di ulang dengan menggunakan kata tambahan, atau dalam istilah indonesia dikenal dengan kata ulang. dalam pembagiannya kalimat rajekan ini di bagi menjadi beberapa kelompok , nah untuk mengenal lebih lanjut mengenai kalimat rajekan berikut ini adalah pengelempokokan dan berikut juga bebrapa contoh berdasarkan kelompoknya.image

1. kecap rajekan/ kalimat rajekan dwipurwa, yang di ulang adalah kata atau dalam bahasa sunda di sebut dengan engang pertama. seperti berikut ini

– tajong = tatajong (Tendang sama dengan menendang-nendang)

– sentak = sesentak ( marah-marah)

jika di buatkan kalimat bahasa sunda seperti berikut ini :

-ujang ulah sok tatajong kana awak udin karunya nyerieun tuh tinggal

ujang jangan suka menendang-nendang badan udin kasihan tuh pada sakit lihat.

kurang lebih pembentukan kalimatnya seperti itu, jadi maksudnya yang di ulangi disini adalah kata awal dari tajong atau tendang dimana di tambahkan kata tambahan seperti ”ta”.

2.kecap rajekan dwimadya , beda dengan rajekan pertama pada yang ini yang di ulang adalah kata bagian tengah , dimana kita ketahui sebelumnya yang diulang adalah kata depan, contoh gambarannya seperti berikut ini.

-sabaraha = sababaraha (beberapa)

-sapeuting = sapeupeuting (semalaman)

berikut ini contoh kalimatnya,

– din eta baju cik ganti sapeupeuting di pake wae , henteu bau kitu.

din itu baju gaji semalaman enggak di ganti, apa enggak bau.

3.kalimat dwilingga dimana kata yang dulang adalah semua kata yang ada, bukan pada tengah atau depannya saja tapi semua.

pada dwilingga ini di bagi menjadi dua bagian pula yaitu :

a. dwimurni, di ulang semua kata namun tidak berubah suara pengucapannya

contoh:

-buku = buku-buku

-datang = datang-datang

contoh kalimatnya adalah sebagai berikut ini

– si ujang datang-datang ujung sare we , karunya cape pisan meren gawena

si ujang datang langsung tidur , kasihan dia capek kali ya kerjaannya.

b. dwireka , merupaka kebalikan dari dwimurni dimana di ubah semua katanya namun di ubah juga seuara pengucapannya.

– lieuk = luak-lieuk (lihat-melihat)

– guling = gulang-guling (guling-guling)

contoh kalimat :

– karunya udin tatadi gulang-guling dina kasur

-kasihan udin dari tadi guling-guling terus di kasur.

dari bebrapa conoth diatas mengenai kalimat rajekan atau kalimat ulang bisa di ambil kesimpulan bahwa pada saat anda menemukan sebuah kata yang berbasis pada kata ulang, namun berbeda tempat tentunya memiliki makna dan termasuk pada bagian yang pula juga, dan tentunya tidak semua masuk kedalam satu kelompok rajekan namun lihat pola katanya dan termasuk kedalam rajekan yang mananya.

Mengenal kata sambung setara dan tidak setara

Seperti halnya dalam bahasa Indonesia dan bahasa lainnya, dalam bahasa sunda juga terdapat kata sambung setara dan tidak setara. Kata sambung bisa digunakan untuk menyatukan kalimat dengan kata ataupun kalimat dengan kalimat.

Contoh kata sambung dalam bahasa sunda adalah sebagai berikut :
1. Amin keur ulin jeung andi (amin sedang bermain dengan andi)
2. Tas eta teh alus tapi mahal pisan (tas itu bagus tapi mahal sekali)
3. Isukan abdi moal ka kantor lantaran rek ka bandung (besok saya tidak ke kantor karena akan pergi ke bandung)
4. Ka Bandung mah bisa kana beus atawa pesawat. (ke bandung mah bisa dengan bus atau pesawat)

Dari ke empat kalimat di atas terdapat kata sambung yaitu jeung, tapi, lantaran dan atawa.

Kata sambung setara
Kata sambung setara adalah kata sambung yang menyambungkan kata ataupun kalimat yang kedudukannya setara dalam sebuah kalimat. Kata yang biasa digunakan adalah jeung(dengan), atawa (atau) dan tapi.

Contoh :
1. Amin jeung Ujang teh kungsi sakelas.
2. Anu pantes jadi presiden mah Prabowo atawa jokowi

Kata sambung tidak setara
Yaitu kata yang menyambungkan kata ataupun kalimat yang kedudukannya tidak setara dalam sebuah kalimat. Kata yang biasa digunakan adalah bari(sambil), asal(asalkan), lantaran (karena), yen(jika).
Contoh :
1. Pak Raden ngomong bari muril muril kumis
2. Danang teu milu olahraga lantaran sukuna tipaletik

Mengenal Kalimat Sifat Dalam Bahasa Sunda

Beda daerah beda bahasa atau penyebutan , yaitulah yan tepat untuk posting kali ini , masalahnya saya akan memberikan informasi mengenai mengenal kalimat sifat dalam bahasa sunda, yang dimana ada banyak kalimat unik pada saat anda menyebutkanya, untuk tidak berlama-lama beriktu ini daftar dan penjelasannya di bawah.image

  • kedaan /sifat pada benda

-beureum euceuy = menunjukan pada benda yang memiliki warna merah pekat

-hejo tikuda = menunjukan pada benda yang memiliki warna hijau seperti kotoran kuda

-Boda ngeplak = warna putih yang kosong , artinya benda yan memiliki warna putih dan didalamnya kosong atau istilahnya blank putih.

-Hideung cakeutreuk = warna kitam yang sangat pekat dan tidak ada warna lain selain hitam di dalamnya.

-Hejo lukut = hampir sama dengan warna hijau kotoran kuda namun objeknya pada lumut , warna benda tersebut sama dengan warna lumut.

  • Kata yang menunjukan rasa

-Amis kareueut =rasa manis yang sangat menawan jadi rasa manisnya itu asli bukan buatan.

-Pait molelel = rasa pahit yang amat sangat pahit , biasanya rasa ini identik dengan makanan pare

-Tiris camewek = rasa dingin yang sangat tinggi, artinya menunjukan suatu tempat yang sangat dingin dan dirasakan oleh orang yang mengatakan kata tadi

-Hangseur meleding = artinya menunjukan suatu tempat yang bau dengan air urine seseorang.

-bau meledos = bau yang sangat mengganggu iasanya bau ini identk dengan bau kentut atau bau terasi.

  • kata yang menunjukan pada sifat manusia

-Bahenol = yaitu sebuah bentuk tubuh yang sangat berbeda dari tubuh lainnya atau dalam bahasa indonesianya adalah bentuk tubuh seorang wanita yang sangat montok

-Botak/Butak = kepala yang tidak ada rambutnya atau pelontos dari mulai kepala depan sampai denga n kepala belakang.

-besekel/busekel = bentuk tubuh seseorang yang pendek namun memiliki pola tubuh yang berisi atau bisa di bilang juga sedikit mendekati gemuk.

-cerewing = rambut seseorang yan tingkat ketebalannya sangat rendah atau tipis, ini kebalikan dari gomplok atau lebat

-gomplok= rambut yang memiliki tingkat ketebalan sangat bagus ,

-Demes =idung yan pesek jika dalam bahasa indonesia

-Cureuleuk = janis mata yang indah dari segi penglihatan dan memancarkan cahaya yang bersih, biasanya mata jenis ini ada pada seorang wanita, namun tidak jarang juga ada pada seoran laki-laki.

  • kata sifat yang menunjukan kelakuan seseorang

-Agul = orang yang suka menunjukan rasa bisa dan setiap hal yang dimilikinya akan selalu dia pamerkan pada orang lain, atau bisa juga di sebut dengan ria dalam istilah indonesianya.

-Amis budi = orang yang jika ada yang bertanya pada dirnya maka tidak sungkan untuk selalu tersenyum dan biasanya orang ini memiliki sifat jarang untuk bersedih.

-Andalemi = orang yang memiliki sifat baik dan tidak pernah membuat masalah dengan orang lain.

itulah daftar dari Kalimat Sifat Dalam Bahasa Sunda , smoga bisa menambah pengetahuan kita tentang budaya sunda lebih mendalam lagi , terima kasih telah membaca artikel Mengenal Kalimat Sifat Dalam Bahasa Sunda ini, sekian dari saya sampai ketemu dengar artike menarik lainnya.

mengenal kecap kantetan dalam bahasa sunda

kecap kantetan adalah kumpulan antara 2 kata menjadi satu dimana satu kata hasil dari gabungan akan memiliki arti sendiri atau memiliki arti dan makna baru.jika di teliti lagi bahwa kecap kantet sendiri memiliki arti kecap adalah kata dan kentetan adalah “disatukan” . sebagai contoh kita ambil dalam bahasa sunda “gede Hulu” dimana jika di pisah kata-katanya menjadi gede dan hulu, yang artinya bahwa gede adalah besar, dan hulu adalah kepala , jadi bisa di simpulkan jika di satukan menjadi besar kepala yang maknanya sendiri yaitu sombong.image

dalam pengelompokannya atau klasifikasi kecap kantetan ini di bagi menjadi 2 kelompok yaitu sebagai berikut ini.

1. kecap kantetan rakitan dalit yaitu kecap atau kata yang dimana yang artinya tidak bisa di ganggu gugat, dam maksud dalit disini adalah paten. sebagai cotoh berikut ini.

-gede hulu = besar kepala : sombong

-amis budi = murah senyum

-panon poe = matarahari

-tiis leungeun = tangan tanam : jika menanam sesuatu selalu tumbuh.

2. kecap kantetan rakitan anggang, yaitu kecap atau kata yang arti katanya renggang, serta bisa di selipkan oleh kata lain, dan ini merupakan kebalikan dari kecap kantetan yang diatas dimana ini bersifat bisa di ubah atau tidak paten. contohnya sebagai berikut.

– korsi hoe = kursi rotan : jika menggunakan kantetan rakitan anggang menjadi : korsi (tina) hoe , kursi (dari) rotan.

-buku tulis =buku (paranti) nulis= buku (untuk) menulis.

– dodol garut =dodol (ti) garut = dodol(dari) garut

-indung bapa = indung (jeung) bapa = ibu (dan) ayah

– lomari beusi = lomari (tina) beusi = lemari (dari) besi

dan masih banyak contoh lainnya, jadi bisa di ambil kesimpulan bahwa kecap kantetan ini adalah gabungan 2 kata dimana ada yang bisa di beri kata sambungan atau juga tidak bisa.

Mengenal Kecap Sarimbag dalam bahasa sunda

Di indonesia yang dimana terdapat kurang lebih 17000 pulau dan berjuta-juta budaya di dalamnya, memiliki ciri khas pada setiap daerahnya, salah satunya budaya sunda. Dalam budaya sunda di kenal dengan berbagai macam kosa kata yang bisa di pelajari, bahkan dalam bahasa sunda terdapat berbagai macam kata yang dimana kata itu berfungsi berbeda-berbeda dalam penggunaannya, bisa untuk orang lain ,diri sendiri , untuk orang dewasa dan lain sebagainya.image

Pada kesempata kali ini saya akan memberikan informasi mengenai belajar kosa kata bahasa sunda dimana tema kali ini mengenai kecap sarimbag, apa itu kecap sarimbag ?

Kecap Sarimbag adalah sebuah karya kata yang dimana berbeda pengucapan atau tulisan dengan bahasa indonesia namun memiliki arti dan makna yang sama, seperti contoh di bawah ini.

bahasa sunda <=> bahasa indonesia

– Areng = >arang : kayu bakar yang biasa di gunakan untuk memasak atau sering juga di jadikan tungku api.

-baseuh => basah : keadaan dimana tubuh terkena air,

-korsi => kursi : alat yang di gunakan untuk duduk.

– sesah => susah.

selain kecap sarimbag ada juga kecap sangaran, yaitu kata yang dimana di dalam bahasa sunda memiliki kesamaan dengan bahasa indonesia namun yang menjadi pembeda adalah makna atau artinya.

-blus : jika dalam bahasa sunda memiliki arti “masuk”, namun dalam bahasa indonesia memiliki arti bahwa blus adalah sebuah jenis pakaian.

-mutu : dalam bahasa sunda memiliki arti ulekan atau alat untuk menumbuk, sedankan dalam bahasa indonesia adalah nama lain dari kualitas.

-suku : dalam bahasa sunda memiliki arti kaki, sedangkan bahasa indonesianya memiliki arti yaitu ras pada suatu daerah misalnya suku baduy.

-lembur : artian dala bahasa sunda bahwa lembur adalah sebuah perkampungan, namun dalam bahasa indonesia artinya tak lain adalah kerja lembur.

dari beberapa contoh diatas bisa di ambil kesimpulan bahwa , sebuah kata yang memiliki nama sama belum tetu memiliki arti atau makna yang sama pula, dan selain itu dari artikel diatas kita bisa mengambil hikmah bahwa dalam bahasa sunda terdapat jutaan kecap atau kata yang memang perlu kita pelajari.

Sebutan khusus berdasarkan umur dalam bahasa sunda

Jika berbicara bahasa sunda memang tidak akan ada habisnya, ada saja hal baru yang memang unik dan menarik perhatian setiap orang, sehingga memikat orang-orang untuk memperdalam atau hanya sekedar mengenal bahasa sunda, nah sama halnya seperti pada artikel sebelumnya , kali ini saya ak memberikan informasi tentang belajar bahsa sunda yang baik dimana sesuai judulnya berikut ini sebutan unik pada seseorang dalam bahasa sunda.image

-Aki- aki : sebutan untuk seorang laki-laki yang sudah tua , jika dalam bahasa indonesia sendiri artinya adalah kakek-kakek

-akil baleg : seorang anak yang menginjak usia menuju dewasa dimana sudah memiliki rasa benar dan salah

-Baleg tampele: orang yang beraninya hanya dari belakang, sebaliknya jika di bawa di depan akan sangat malu

-Belekesenteng : laki-laki yang sedang walam waktunya memiliki tenaga besar biasanya sebutan ini di tujukan pada seorang pemuda.

-Bijil bulu mayang: artinya sama dengan baleg tampele,

-Budak : seorang anak manusia yang belum memiliki tingkat pola pikir dewasa atau masih ke kanak-kanakan.

-Budak bolon : anak yang masih di bawah umur usia sekitar 5-10 tahun ,

-Budak Gumelo : anak yang belum memiliki pola pikir benar, usinya juga masih 2-4 tahun jadi masih belum terorganisir pola pikirnya

-Budak pahatu : anak yang sudah tidak memiliki ibu kandung alasannya karena ibunya meninggal dunia.

-Budak yatim : anak yang ditinggal oleh ayahnya karena meninggal dunia ,

-budak pahatu lalis : anak yang tidak memiliki kedua orang tua karena meninggal

-Bujang : lelaki yang sudah dewasa namun belum menikah.

-jengglengan : jejaka tulen yang belum pernah berhubungan badan

-beubeureuh : pacar (laki-laki)

-bebene : pacar namun perempuan

-cawene : seprang perempuan yang masih perawan dan tentunya belum menikah

-catuk dawuk : seorang yang sudah tua , rambutnya sudah mulai memiliki uban yang mendominasi

-cikot-cikot : seorang yang sudah sangat tua , lebih dari kakek

-Duda : seorang laki-laki yang hidu sendiri setelah bercerai dengan istrinya

-randa: kebalikan dari duda , yakni yang hdup sendirinya adalah perempuan

-kolot dapeuting : orang yang tidak tahu apa-apa , atau bisa juga di bilang atau di sebut orang bodoh yang di ibaratkan bayi baru lahir semalam.

-kolot begog : anak yang sok tahu tentang sesuatu hal, namun aslinya tidak tahu apa-apa.

-Mojang : sebutan bagi perempuan sunda yang belum menikah dan tentunya memiliki itngkat kecantikan mumpuni

-nini-nini : perempuan yang sudah tua dan ini adalah psangan dari kakek-kakek atau bahasa indonesianya nenek-nenek.

-Orok : anak yang baru di lahirkan dari rahim ibunya, bahasa indonesianya adalah bayi

-parawan : perempuan yang belum menikah dan masih di jaga kesuciannya

-randa bengsrat / kulanjar : janda yan belum pernah tersentuh oleh laki-laki sebelum di ceraikan oleh suaminya

itulah informasi aau pelajaran hari ini mengenai belajar bahasa sunda , nantikan informasi seru lainnya tentant sunda , terima kasih telah berkunjung salam sejahtera.

Belajar Bahasa Sunda yang Baik Dan Benar

banyak anak muda sekarang dari ranah sunda yang menggunakan bahasa sunda namun penggunaannya kasar namun ada juga yang menggunakan bahasa sunda di campur oleh bahasa indonesia ini akan terdengar bahasa yang gado-gado atau campuran tentunya ini akan menghilangkan makna dalam bahasa sunda. Berikut ini ada beberapa tataan penggunaan bahasa sunda yang baik dan benar.

  • ucapan sopan untuk orang dewasa atau sesama

-Mulih timana kang ? yang artinya dalam bahasa indonesia adalah pulang dari mana , namun dalam bahasa sunda ini sangatlah ramah dan sopan, berbeda dengan

-balik timana kang ? artinya sama namun dalam bahasa sunda , ucapan ini sangat kurang sopan untuk di ucapkan pada seseorang.

  • ucapan untuk diri sendiri dan untuk orang lain

1.Untuk diri sendiri atau kepunyaan

pun rai mah rada badeur , upami ameung tej mulangna sore wae sok hariwang da , nah dalam indonesia artinya “Adik saya sedikit nakal, kalau main pulangnya selalu sore terus makanya suka khawatir” nah kata sunda yang di ucapkan diatas adalah kata sunda yang memiliki arti kepemilikan yakni dalam hal ini yang dimiliki adalah adiknya.

2.Untuk orang lain

-kang itu mulang timana ari hayam teh ? artnya , kang itu ayam pulang dari mana, nah kata mulang disini artinya sama dengan mulih atau pulang, jadi untuk dir sendiri da untuk lain pun dalam bahasa sund asangat di bedakan dengan kata lain bahwa dunda memiliki banyak tataan bahasa yang mulai dari biasa,sopan dan sopan sekali. Ini lah yang membedakan orang sunda dengan orang d daerah lain.

selai dari bebrapa ucapan yang sopa ada juga ucapan yang sedikit menunjuk ke arah sopan namun jika di mengerti maknanya kurang sopan berikut ini contohnya

perbedaan penggunaan kata Kulan dan kata naon ini memiliki arti yang sama yakni dalam bahasa indonesia artinya “apa” , meskipun sama artinya namun yang membedakan disini adalah maknanya dimana penggunaan kata kulan lebih sopan di banding dengan kata naon, karena biasanya kata kulan di ucapkan oleh orang sunda yang memang memiliki tatakrama baik, namun tidak memungkiri bahwa orang yang tatakramanya kurang baik selalu menggunakan kata kulan dalam kesehariannya.

Nasalisasi dalam bahasa sunda

Ayo kita belajar tata bahasa sunda lagi. Kali ini kita belajar nasalisasi, nah apa itu nasalisasi? Nasalisasi adalah perubahan pengucapan suatu kata seiring perubahan fungsi kata tersebut. Dalam bahasa Indonesia juga terdapat nasalisasi misalnya kata cuci berubah menjadi nyuci, sita menjadi menyita dan sebagainya.

image

Nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas nasalisasi dalam bahasa sunda disertai dengan contoh penggunaannya. Nasalisasi biasanya berfungsi untuk merubah kata benda menjadi kata kerja.

Kata berawalan c, j, s berubah menjadi ny
Kata yang berawalan c, j, dan s akan berubah menjadi ny untuk membentuk kata kerja. Contoh :
1. Saha anu nyandak sapatu urang (candak – >nyandak)
2. Teh rani anu tadi nyait calana dani (jait – > nyait)
3. Dadan sok nyamper rina ka sekolah. (samper – > nyamper)

Kata yang berawalan b dan p berubah menjadi m
Contoh :
1. Mira ka pasar meuli daging hayam (beli – >meuli)
2. Anjeun teh kunaon, ti tadi muter muter wae (puter – > muter)

Kata yang diawali huruf t berubah menjadi n
Contoh :
1. Mugi Gusti Alloh kersa nampi amal ibadah urang sadayana (tampi – – nampi)
2. Andi narima beasiswa ti bapa presiden ( terima – – narima)

Kata yang berawalan huruf k, w, b atau huruf vokal berubah menjadi ng
Contoh :
1. Ahmad dititah ku bapana ngala lauk di balong ( kala – – ngala)
2. Bapak ustadz nuju ngawuruk para santri (Wuruk – – ngawuruk)

Bila kita perhatikan dari contoh contoh di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa aturan nasalisasi dalam bahasa sunda tidaklah jauh berbeda dengan aturan nasalisasi dalam bahasa Indonesia.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat….

Related posts:

  1. Mengenal kalimat sapa dan ungkapan dalam bahasa sunda
  2. Sisipan ar dan al dalam bahasa sunda berarti jamak
  3. Mengenal Sebutan Waktu dalam bahasa Sunda
  4. Mengenal Imbuhan dalam Bahasa Sunda
  5. Nasalisasi dalam bahasa sunda
Iklan
Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Buruh

Posted on Mei 1, 2019. Filed under: Kehidupan |

Hari ini 1 mei 2019,adalah hari buruh international, jadi diperingati di seluruh dunia. Jadi hari ini libur.

Pengertian Buruh sendiri adalah pekerja, karyawan/ti. Yg bekerja kepada pengusaha atau pemilik usaha atau yg disebut bos/juragan/tuan.

Dimana buruh berhak menerima upah/bayaran karena telah menyumbangkan tenaga, waktu, pikirannya demi kemajuan perusahaan tempat ia bekerja.

Upah tersebut juga termasuk thr (tunjangan hari raya)seperti lebaran jika di indonesia. Tunjangan hari tua/jamsostek, Tunjangan kesehatan seperti BPJS.

Namun ada juga tunjangan2 lain tambahan dari perusahaan masing2 seperti uang makan, bonus akhir tahun, asuransi kesehatan, uang bensin, pulsa dan lain2 tergantung kebijakan.

Sementara perusahaan sendiri merupakan kumpulan karyawan2 yg bekerja demi mencapai tujuan visi misi bersama. Umumnya yaitu mendapatkan keuntungan atas barang & jasa yg dijual PT. Tersebut.

Dilain sisi, pekerja juga mendapat pengalaman, modal agar supaya jika pensiun, sudah siap nanti bisa menjadi seorang pengusaha juga.

Jadi ada hubungan yg saling menguntungkan istilahnya simbiosis mutualisme antara pekerja dan pengusaha.

Jika di jaman dahulu maka pekerja umumnya disebut budak/hamba.

Dimana budak umumnya bekerja paksa dan tidak memiliki kesempatan untuk naik kasta, hanya dibayar serendah mungkin asal tetap hidup. Apalagi di jaman peperangan/penjajahan dimana budak dipaksa bekerja sampai mati kelelahan, sakit, dll.

Maka dijaman modern,era digitalisasi saat ini, nasib pekerja umumnya lebih baik daripada zaman dahulu.

Dengan kemajuan teknologi digital saat ini, pekerja dapat dengan mudah menjadi sekaligus pengusaha kecil2an.

Misalnya cukup klik smartphone saja maka kita akan segera dilayani, mau dipijat, dibelikan makanan,diantar kemanapun bisa. Diperbaiki rumahnya, mobilnya, apapun bisa.

Ibaratnya teknologi memudahkan hidup kita

Pekerja umumnya adalah orang yg setelah dewasa lulus kuliah sehingga memiliki sertifikat, ijazah, pengetahuan, skill, kemampuan.

Maka umumnya mereka yg memiliki ijazah, skill, pengetahuan yg lebih banyak dan lebih tinggi, baik akan mendapat bayaran/gaji, posisi yg lebih baik juga.

Dan disinilah mulai terjadi perbedaan strata/kasta/kelas, derajat, martabat, dll.

Jadi terkadang ada ketidakpuasan dari para golongan rendah apalagi jika perusahaan mulai goyah, bermasalah karena berbagai faktor.

Perusahaan pun terkadang untung kadang rugi, namanya juga usaha, jualan. Kehidupan kadang bagai roda berputar kadang jaya berada diatas , kadang di bawah.

Seperti manusia, orang pada Umumnya, semakin tua usianya maka akan semakin menurun kinerja, performa, produkstivitas, efisiensi, dll. Karena tidak ada yg abadi di dunia ini.

Definisi buruh sendiri lebih ke arah pekerja kasar, lapangan, tidak memiliki skill yg memadai, alias pesuruh, kacung, jongos. Jadi harus tunduk kepada juragan.

Orang yg memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara mencari uang dengan dibayar dari orang lain..

Karena dibayar oleh orang lain, dalam hal ini pengusaha, maka ibaratnya pengusaha adalah pembeli adalah raja.

Si Pekerja menjual jasa, tenaga, waktu/umur, dirinya kepada sang pembeli yaitu pengusaha.

Sementara pengusaha adalah kebalikannya memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara menjual barang, jasa dengan menggunakan, mempekerjakan orang lain sebagai bawahannya, budak, pionnya.

Jadi pengusaha harus pintar mengusahakan asset, uang, modalnya. Agar bisa menghidupi usaha, pekerjanya. Apalagi jika bisa expansi, melebarkan sayap usahanya.

Saya sendiri saat ini masih menjadi seorang pekerja saja, dimana pekerjaan saya sebagai seorang Programmer, IT support di sebuah perusahaan yg dimiliki oleh seorang pengusaha.

Visi misi saya adalah bekerja itu ibarat melayani untuk Tuhan. Dimana saya hanyalah seorang budak, hamba sementara Tuhannya yaitu sang pemilik usaha.

Saya sudah seharusnya menjadi “hamba yang setia dan bijaksana”

dimana kemampuan, kapabilitas saya ditentukan dengan talenta yg ada (diberikan oleh Tuhan kepada saya).

Namun perjalanan karir saya pun tidaklah mudah. Saya seringkali gagal dalam pekerjaan saya, dimana yg terakhir ini saya ternyata kurang berprestasi, karena beberapa hal menurut bos saya yaitu :

Saya cukup lamban dalam mengerjakan sesuatu, dalam hal ini yaitu membuat program, laporan, dll.

Setelah program/ laporan jadi, saya kadang tidak mengetesnya terlebih dahulu, atau mengetes hanya sebagian, tidak menyeluruh, sehingga kadang hasilnya masih ada koreksi dari senior saya, apalagi user/klien.

Kadang saya suka tidak ikut standar/template yg sudah ada sehingga tidak sesuaai dengan keinginan atasan saya.

Kesimpulan :

Selama kita bekerja dan digaji oleh orang lain, maka kita yg harus bisa mengikuti kemauan,keinginan,kehendak mereka, kita yg harus bisa beradaptasi dengan keadaan, budaya/etos kerja yg ada.

Jika tidak maka kita akan dicap keluar jalur, tidak mengikuti prosedur, aturan.

Karyawan memang berada di posisi yg lemah, apalagi jika jabatan nya rendah.

karena masih membutuhkan uang dari perusahaan tempat dia bekerja. Jadi jika kita berani melawan/membangkang maka kita harus siap dipecat.

Jadi selamat libur hari buruh, saudara-saudara sesama pekerja semuanya.

Semoga kita semua menjadi pekerja yg setia dan bijaksana. Dan mengerti arti kehidupan ini

Salam damai sejahtera, sukses selalu, terima kasih sudah membaca, like, apalagi komentar.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: