Buruh

Posted on Mei 1, 2019. Filed under: Kehidupan |

Hari ini 1 mei 2019,adalah hari buruh international, jadi diperingati di seluruh dunia. Jadi hari ini libur.

Pengertian Buruh sendiri adalah pekerja, karyawan/ti. Yg bekerja kepada pengusaha atau pemilik usaha atau yg disebut bos/juragan/tuan.

Dimana buruh berhak menerima upah/bayaran karena telah menyumbangkan tenaga, waktu, pikirannya demi kemajuan perusahaan tempat ia bekerja.

Upah tersebut juga termasuk thr (tunjangan hari raya)seperti lebaran jika di indonesia. Tunjangan hari tua/jamsostek, Tunjangan kesehatan seperti BPJS.

Namun ada juga tunjangan2 lain tambahan dari perusahaan masing2 seperti uang makan, bonus akhir tahun, asuransi kesehatan, uang bensin, pulsa dan lain2 tergantung kebijakan.

Sementara perusahaan sendiri merupakan kumpulan karyawan2 yg bekerja demi mencapai tujuan visi misi bersama. Umumnya yaitu mendapatkan keuntungan atas barang & jasa yg dijual PT. Tersebut.

Dilain sisi, pekerja juga mendapat pengalaman, modal agar supaya jika pensiun, sudah siap nanti bisa menjadi seorang pengusaha juga.

Jadi ada hubungan yg saling menguntungkan istilahnya simbiosis mutualisme antara pekerja dan pengusaha.

Jika di jaman dahulu maka pekerja umumnya disebut budak/hamba.

Dimana budak umumnya bekerja paksa dan tidak memiliki kesempatan untuk naik kasta, hanya dibayar serendah mungkin asal tetap hidup. Apalagi di jaman peperangan/penjajahan dimana budak dipaksa bekerja sampai mati kelelahan, sakit, dll.

Maka dijaman modern,era digitalisasi saat ini, nasib pekerja umumnya lebih baik daripada zaman dahulu.

Dengan kemajuan teknologi digital saat ini, pekerja dapat dengan mudah menjadi sekaligus pengusaha kecil2an.

Misalnya cukup klik smartphone saja maka kita akan segera dilayani, mau dipijat, dibelikan makanan,diantar kemanapun bisa. Diperbaiki rumahnya, mobilnya, apapun bisa.

Ibaratnya teknologi memudahkan hidup kita

Pekerja umumnya adalah orang yg setelah dewasa lulus kuliah sehingga memiliki sertifikat, ijazah, pengetahuan, skill, kemampuan.

Maka umumnya mereka yg memiliki ijazah, skill, pengetahuan yg lebih banyak dan lebih tinggi, baik akan mendapat bayaran/gaji, posisi yg lebih baik juga.

Dan disinilah mulai terjadi perbedaan strata/kasta/kelas, derajat, martabat, dll.

Jadi terkadang ada ketidakpuasan dari para golongan rendah apalagi jika perusahaan mulai goyah, bermasalah karena berbagai faktor.

Perusahaan pun terkadang untung kadang rugi, namanya juga usaha, jualan. Kehidupan kadang bagai roda berputar kadang jaya berada diatas , kadang di bawah.

Seperti manusia, orang pada Umumnya, semakin tua usianya maka akan semakin menurun kinerja, performa, produkstivitas, efisiensi, dll. Karena tidak ada yg abadi di dunia ini.

Definisi buruh sendiri lebih ke arah pekerja kasar, lapangan, tidak memiliki skill yg memadai, alias pesuruh, kacung, jongos. Jadi harus tunduk kepada juragan.

Orang yg memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara mencari uang dengan dibayar dari orang lain..

Karena dibayar oleh orang lain, dalam hal ini pengusaha, maka ibaratnya pengusaha adalah pembeli adalah raja.

Si Pekerja menjual jasa, tenaga, waktu/umur, dirinya kepada sang pembeli yaitu pengusaha.

Sementara pengusaha adalah kebalikannya memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara menjual barang, jasa dengan menggunakan, mempekerjakan orang lain sebagai bawahannya, budak, pionnya.

Jadi pengusaha harus pintar mengusahakan asset, uang, modalnya. Agar bisa menghidupi usaha, pekerjanya. Apalagi jika bisa expansi, melebarkan sayap usahanya.

Saya sendiri saat ini masih menjadi seorang pekerja saja, dimana pekerjaan saya sebagai seorang Programmer, IT support di sebuah perusahaan yg dimiliki oleh seorang pengusaha.

Visi misi saya adalah bekerja itu ibarat melayani untuk Tuhan. Dimana saya hanyalah seorang budak, hamba sementara Tuhannya yaitu sang pemilik usaha.

Saya sudah seharusnya menjadi “hamba yang setia dan bijaksana”

dimana kemampuan, kapabilitas saya ditentukan dengan talenta yg ada (diberikan oleh Tuhan kepada saya).

Namun perjalanan karir saya pun tidaklah mudah. Saya seringkali gagal dalam pekerjaan saya, dimana yg terakhir ini saya ternyata kurang berprestasi, karena beberapa hal menurut bos saya yaitu :

Saya cukup lamban dalam mengerjakan sesuatu, dalam hal ini yaitu membuat program, laporan, dll.

Setelah program/ laporan jadi, saya kadang tidak mengetesnya terlebih dahulu, atau mengetes hanya sebagian, tidak menyeluruh, sehingga kadang hasilnya masih ada koreksi dari senior saya, apalagi user/klien.

Kadang saya suka tidak ikut standar/template yg sudah ada sehingga tidak sesuaai dengan keinginan atasan saya.

Kesimpulan :

Selama kita bekerja dan digaji oleh orang lain, maka kita yg harus bisa mengikuti kemauan,keinginan,kehendak mereka, kita yg harus bisa beradaptasi dengan keadaan, budaya/etos kerja yg ada.

Jika tidak maka kita akan dicap keluar jalur, tidak mengikuti prosedur, aturan.

Karyawan memang berada di posisi yg lemah, apalagi jika jabatan nya rendah.

karena masih membutuhkan uang dari perusahaan tempat dia bekerja. Jadi jika kita berani melawan/membangkang maka kita harus siap dipecat.

Jadi selamat libur hari buruh, saudara-saudara sesama pekerja semuanya.

Semoga kita semua menjadi pekerja yg setia dan bijaksana. Dan mengerti arti kehidupan ini

Salam damai sejahtera, sukses selalu, terima kasih sudah membaca, like, apalagi komentar.

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: