Kesehatan

Sarapan Kepepet Murah Meriah Kenyang

Posted on September 8, 2018. Filed under: Kesehatan |

Sabtu pagi, karena libur, biasa makan pagi bubur ayam atau mie ayam langganan, tapi pas cek kulkas eh masih banyak bahan makanan seperti sayur caesim, tomat.

Kalau lama2 ga dimakan maka akan busuk, yaudah akhirnya yg paling pas pasangan caesim/sawi yaitu mie instant.

Ada juga putih telor mentah, akhirnya jadi lah sarapan kepepet ga jelas, yg penting murah meriah dan yg pasti harus kenyang.. karena mau kerja fisik.

Masalah sehat, urusan belakangan, yg penting perut diisi dulu, karena kalo laper bisa2 kembung & otot menciut lagi.

Persiapannya : sudah jelas

Hasilnya : kacau balau

Karena saya ga begitu pintar memasak, jadi asal jadi saja, omeletnya gagal, mie nya kelembekan, dll.

Ya sudahlah yg penting rasanya gimana ? Ck2.. yg pasti mie nya gurih, karena bumbu, minyak saya pakai semua.

Telur omeletnya agak tawar, karena minyaknya sedikit , wajan juga kurang besar/lebar jadinya gagal, telurnya hancur, jadi jelek kurang indah/berseni.

Trims

Iklan
Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

otak atau otot

Posted on November 29, 2017. Filed under: Fitness & Gym, Kesehatan |

Setelah saya fitnes sekitar 6 bulanan, maka saya sempat berpikir, kenapa badan saya susah/lama jadinya. Padahal saya sudah berusaha untuk diet,pola hidup teratur, tidak merokok, tidak minum alkohol, tidak memakai obat bius, dll, tidak suka bergadang.

Kadang saya suka iri saat melihat kenapa kuli bangunan, beras, petani, peternak, tukang batu, dll. Badannya rata² kekar & berotot. Juga atlet olaharaga pastinya.

Jawabannya sangat simple, yaitu karena mereka lebih banyak menggunakan otot disamping otak juga( entah apa otaknya dipakai juga atau tidak, tapi saya yakin bahwa setiap otak manusia selalu dipakai selama dia hidup, entah untuk berpikir, dll)

Berbeda dengan saya yg kerja lebih banyak menggunakan otak atau istilah kerennya karyawan kantoran. Dimana lebih banyak otak yg dipakai dibebankan untuk bekerja keras (berpikir, entah mikirin problem pekerjaan, hidup, dll) 

Sementara otot kurang begitu dipakai bekerja saat jam kerja, paling hanya jari² tangan untuk mengetik keyboad, menggerakan mouse, otot mata untuk melihat monitor agar tidak salah. 

Apalagi tipe pekerjaan back office alias dibelakang meja, sehingga akan diperbanyak dengan kegiatan duduk berjam². Akan membuat metabolisme tubuh menjadi melambat dan akibatnya terjadilah penumpukan kalori yg diubah menjadi lemak di perut terutama untuk pria, wanita jika sudah menopause.

Makanya umumnya para karyawan senior seperti bos², manager² pada umumnya kebanyakan berperut buncit alias gendut tidak sehat, dan pastinya juga kadar kolesterol, gula, trigliserid nya juga diatas normal. Meski tergantung orangnya juga sih, ada juga karyawan staff tapi gendut, ada juga bos yg kurus langsing.

Hal ini akan lebih diperparah, jika menggunakan mobil untuk bepergian karena, saat menyetir mobil akan duduk juga paling tangan memutar kemudi, rem tangan, kaki, yg bekerja untuk injak kopling, gas, rem.  Akan semakin parah jika hanya duduk manis disupirin.

Oleh karena itu untuk menyeimbangkan pekerjaan yg mengharuskan banyak duduk dan memeras otak maka saya melakukan olahraga setiap malam sehabis pulang kerja, meski tidak selalu, kadang jika tidak memungkinkan ya jangan dipaksakan. Misalnya saat sakit, lembur, hujan lebat, urusan lain.

Olahraga yg dipilih pun tidak mutlak harus gym/fitnes. Bisa yg murah meriah alias gratis seperti jogging/bersih² rumah, 

atau yg mahalan sedikit seperti renang, tennis, badminton, squash. Wah keren juga seperti gaya hidup orang bule.
Kalau gym, lebih kearah pembentukan otot dimana butuh biaya lebih, dll.

Tuhan itu adil, orang miskin ibaratnya meski kerja kasar, namun dikaruniai tubuh yg atletis, kekar berotot., Mereka dengan mudah dan murah membentuk otot dan membakar lemak.

Dan sebaliknya orang kaya yg disibukan oleh pekerjaan/bisnis usaha umumnya cenderung gemuk dan butuh biaya, usaha extra untuk memiliki tubuh yg sehat dan bagus. Meski ini semua relatif juga, saya hanya berasumsi saja.

Kesimpulannya: 

1. Untuk membentuk otot & memiliki tubuh atletis akan jauh lebih mudah dan murah bagi orang yg bekerja dengan otot alias pekerja kasar. Maka umumnya mereka lebih sehat dan susah sakit meski makan tidak dijaga pun akan sulit gendut.

2. Pekerja kantoran back office terutama yg lebih banyak pakai otak dan jarang gerak/olahraga ditambah berpola hidup kurang sehat(suka makan enak, tinggi kalori, lemak trans, gula, merokok, minum miras, dll) akan sangat susah memiliki tubuh atletis(langsing, kekar berotot) dan butuh biaya mahal dan usaha besar untuk mencapai tujuan tersebut. Sehingga menjadi pelanggan dokter, rumah sakit, asuransi kesehatan.

Sehingga mungkin punya tingkat kesehatan yg lebih jelek(kolesterol, gula, asam urat, trigliserida tersembunyi) , karena sesuai dengan kehidupannya.
Jadi lebih baik yg mana ? Bagi saya manusia sejak jaman dulu diciptakan seharusnya bekerja lebih banyak memakai otot, namun karena kecerdasan, teknologi jadi memudahkan kehidupan ini, akibatnya hidup menjadi mudah, santai & cepat. 

Juga paradigma yg berkembang di keluarga, masyrakat perkotaan, terutama Indonesia pada umumnya, bahwa kerja pakai otak akan dianggap jauh lebih keren dan bahagia (karena akan bergaji lebih besar, gengsi/prestige dihormati, dihargai) 

daripada kerja pakai dengkul/otot dianggap pekerja kasar, bodoh, kurang berpendidikan, kuli, orang miskin. Dll sbgnya.

Terima kasih sudah membaca, salam sehat & bugar 😂

 

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 1 so far )

FITNESS itu KERAS

Posted on November 19, 2017. Filed under: Fitness & Gym, Kesehatan |

FITNESS itu KERAS
FITNESS..’Kudu’KERASSSSS !!!  
 
Kudu disini artinya tidak selalu harus.. Tapi sebaiknya ya, karena? Kalo santai-santai/relax/ringan maka kemungkinan besar otot akan lama/susah jadinya..
Sesuai motto No Pain, No Gain.

Berakit rakit ke hulu, berenang renang ke tepian..

 
Seperti hidup ini keras, begitu pula dengan Fitness..

Karena otot tubuh akan dilatih keras, maka diperlukan bahan bakar yg cukup banyak dan bagus. Misalnya kalori, protein, lemak, dll.
Makanya cow yg gym biasanya makannya banyak alias rakus, 1 hari biasa 5 sampe 7 kali tergantung seberapa tebal dompetnya.

bart simpson
Meski sering makan namun porsi sekali makan sedikit, kenapa? Karena untuk mempercepat metabolisme, alias pembakaran lemak/kalori.
Daripada 1 kali makan dengan porsi besar kayak makan pas kondangan malah sebaliknya akan memperlambat metabolisme.

crayon sinchan

Makanan Gym kudu banyak protein seperti dada ayam, tinggi kreatin seperti daging sapi/beef steak, tinggi lemak sehat sepwrti ikan salmon, tuna ..

healthy foods for gym

Pokoknya makanan yg serba mahal dan sehat.
http://caramembentukotot.com/makanan-untuk-membentuk-otot

Minuman Gym, pasti susu Gainer, Whey, Creatine, BCAA, Fat Burner, Amino Capsules,

yg paling parah/extreme yaitu Steroid, baik oral atau inject intra muscular. Misal Testosterone Booster.
supplement
Obat Gym ? Pain killer kalo sampe cedera, Istirahat, tidur.
 

Got It ? so, that’s the point.. TRAIN INSANE, OR YOU’LL REMAIN THE SAME
 

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Fitness

Posted on November 18, 2017. Filed under: Kesehatan |

Ya sesuai judulnya fitness atay gym adalah salah 1 kegiatan olahraga, dimana tujuannya yaitu membuat otot menjadi tebal, kuat, besar, lentur jadi diharapkan bisa melindungi tulang jika terjadi benturan ringan misalnya terjatuh, terpukul, dll .

tampak kadar lemak perut yg cukup tinggi, meski pas di tes kolesterol masih normal..

Di usia saya yg sudah menginjak 36 tahun, dimana saya tidak lagi muda namun sepertinya juga belum begitu tua, saat ini dan seterusnya diharapkan agar saya secepat mungkin membentuk otot tubuh sekeras, setebal, sebesar mungkin.

Karena apa? Supaya di masa tua saya nanti, saya setidaknya terhindar/tidak terkena penyakit osteoporosis, yg mana jika sudah kena maka sekali patah/retak tulang maka biayanya cukup mahal. Dengan adanya otot yg besar dan kuat maka saya bisa beraktivitas lebih nyaman, juga daya tahan tubuh terhadap penyakit lebih kuat karena mau tidak mau saat gym , kita akan memakan makanan yg bergizi dan sehat. Terutama banyak Protein, nutrisi vitamin, dkk.

Saat ini tinggi saya sekitar 173cm, berat badan sekitat 75kg (kadang bisa naik, bisa turun)

Saya mulai fitness sejak pertengahan mei 2017 kemarin, dan sekarang sudah masuk ke bulan ke 6.

perut masih buncit menandakan pola makan masih tinggi lemak, kalori

Progress/kemajuannya bisa dibilang agak lambat, dengan otot saya yg susah besar, mungkin otot dada saya agak sudah membesar.

Juga lemak perut saya yg masih belum hilang, alias masih buncit, karena saya jarang latihan perut.


Memang tua tidak bisa dihindari, tapi setidaknya saya sudah berusaha maksimal untuk tetap awet muda. Karena akan jauh lebih baik dan berguna untuk berusaha daripada hanya pasrah, berdiam diri, atau menikmati hidup.


Ternyata setelah selama 6 bulan gym, maka saya mengalami beberapa hal2 diantaranya:

Pada bulan juli pertengahan saya sempat sakit radang tenggorokan dan disusul oleh flu, batuk2 dimana sekitar 2 mingguan lebih saya tidak gym dan sudah minum antibiotik cukup keras, dari cefadroxil, cefixime, levofloxacin, masih belum sembuh dan akhirnya sembuh2nya minum co-amoxiclav generik.

Hal ini penyebabnya karena Saya kecapean, setelah gym bukannya istirahat malah urusin mobil, sampe malem keringetan, besoknya sakit.

Repot dah kalo udah sakit, sembuhnya lama, padahal udah makan minum bergizi.


Kesimpulannya:

  1. Solusinya jangan  sampe sakit, klo exhausted, stop, istitahat. Jangan di forsir.
  2. Kalau sakit, sebaiknya jangan nekat memaksakan untuk gym, karena sakitnya malah bisa tidak/lama sembuh, meski kadang tergantung orang juga, ada yg kuat.
  3. Tidur kudu minimal 7 jam sehari, apalagi klo capek banget.
  4. Makanan kudu/ harus sehat bergizi, banyak buah, sayur.
  5. Mau gamau kudu dibantu oleh suplemen seperti susu whey, amino, creatine, bahkan steroid. Mahal memang tapi mau gimana lagi, hidup hanya sekali, uang bisa dicari, sementara waktu tidak akan kembali.
  6. Ralat: suplemen sesuai namanya hanya tambahan, jika sehari-hari kita makan minum sudah cukup bergizi (kadar protein, kalori, dll. Sudah mencukupi kebutuhan kita), sepertinya suplemen boleh tidak dipakai.

Saya masih belum menggunakan jasa personal trainer, karena cukup mahal bayarannya, lagipula mending uangnya buat bayar sewa bulanan, beli makanan, susu, dll.  Pola latihan bisa dipelajari via web.

Memang beda dengan orang yg masih muda umur 25an pasti akan lebih cepat jadi dan bagus.

Gym itu olahraga berat dan mahal serta melelahkan/menyakitkan. Kenapa ?

Berat, karena jika tidak mau angkat berat maka otot tidak akan pecah/luka, jadi tidak akan jadi. Semakin besar, parah, luas perlukaan pada serat otot maka, jika diberi high nutrisi (protein, bcaa, dll) maka kemunhkinan otot tumbuh membesar semakin cepat.

Maka percuma makan minum high protein, jika tidak latihan berat malah bisa membebani liver, ginjal karena nutrisi tidak terserap malah organ tubuh berusaha membuangnya keluar melalui urin, feces, keringat.

Dan sebaliknya, percuma latihan berat jika tidak diimbangi dengan makan, minum yg bergizi sehat, malah akan sia2 dan sakit karena otot, badan sudah lelah tidak diberi makan makin hancur badan..

Mahal, karena untuk membeli makan minum high protein seperti susu whey, suplemen cukup mahal karena masih diimport. Juga biaya sewa tempat gym.

Sebenarnya bisa diakali dengan putih telur namun seberapa banyak? Juga tempat gym jika murah meriah maka biasanya banyak orang jadi crowded..

Melelahkan, karena butuh waktu istitahat yg lebih daripada orang biasanya, jadi waktu terbuang untuk tambahan tidur/rest. Silahkan saja jika waktu rest malah dipake untuk hal lain, maka paling sakit seperti pengalaman saya..

Tujuannya kembali ke masing2 pribadi, ada yg ingin totalitas mau jadi atlit, atau hanya separoh2 saja yg penting badan atletis, perut sixpack. Atau ada yg mau2 gak2 seperti saya dulu hasilnya buang2 uang, waktu. Sementara badan ga jadi.

Otot itu ibarat kompor, semakin besar otot kita maka akan semakin cepat dan lama membakar lemak, gula(kalori/carbohydrate), maka orang yg belum berotot akan susah banget untuk membakar lemak, dan kebalikannya semakin besar dan kuat otot maka lemak akan semakin cepat hilang. Makanya orang yg berotot jika makan banyak perutnya tidak kelihatan buncit dan sebaliknya.

Otot jika tidak dilatih maka lama kelamaan akan menciut, menyusut. Enaknya otot tidak bergantung oleh faktor usia, maka ada yg sudah manula tapi masih kekar.

Otot yg nyeri tandanya ia sedang luka, sakit, pecah, maka harus diobati dengan nutrisi high protein, vitamin, dll. Juga dibarengi dengan istirahat untuk recovery.

Terima kasih sudah membaca artikel saya ini, salam sehat dan bugar 🙂

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Akibat yang Timbul Jika Tubuh Terlalu Capek

Posted on Oktober 18, 2017. Filed under: Kesehatan |


Tubuh yang lelah atau capek bisa disebabkan banyak faktor, seperti kebanyakan aktivitas, jam tidur kurang, stres, depresi, pengaruh cuaca, penyakit tertentu hingga banyak pikiran yang bisa menimbulkan tekanan bagi tubuh.

Jika sudah seperti itu, berikan tubuh waktu untuk istirahat lahir dan batin. Karena tubuh yang terlalu capek akan punya efek negatif.

“Dengan melakukan beberapa perubahan dan beristirahat umumnya rasa lelah dan capek akan berkurang, tapi jika gejala tersebut masih ada sebaiknya konsultasikan dengan dokter,” ujar Dr Fryhofer, MD seorang dokter penyakit dalam di Atlanta, seperti dikutip dari AOLHealth, Jumat (11/2/2011).

Dr Fryhofer menuturkan untuk mengatasi tubuh agar tidak mudah capek seseorang disarankan untuk membuat perubahan dalam gaya hidupnya setiap 2-3 minggu sekali, mengonsumsi makanan yang sehat, mengonsumsi multivitamin jika sedang banyak aktivitas serta mengurangi konsumsi kafein dan alkohol.

Ada beberapa efek yang timbul jika tubuh dan pikiran sedang capek:

  1. Tubuh menjadi lemah dan kadang disertai dengan sesak napas
  2. Daya tahan atau kekebalan tubuh yang menurun sehingga mudah terkena penyakit menular seperti flu atau batuk
  3. Menurunnya tingkat konsentrasi dan perhatian pada suatu hal yang mungkin dipengaruhi oleh kurangnya asupan darah dan oksigen ke otak
  4. Berkurangnya nafsu makan karena menurunnya kemampuan indera perasa
  5. Sering menguap dan timbul rasa kantuk

Jika rasa capek yang muncul bukan karena adanya faktor medis atau penyakit, maka melakukan istirahat cukup dan olahraga bisa membuat tubuh menjadi lebih segar dan tidak mudah capek. Tapi olahraga yang dipilih sebaiknya jangan yang terlalu berat, misalnya dengan bersepeda, joging atau jalan disekitar rumah.

Apabila tubuh dan pikiran sudah terasa lelah dan capek, sebaiknya berikan waktu bagi tubuh untuk mengisi energi kembali misalnya dengan melakukan tidur sejenak, melakukan meditasi atau mengonsumsi beberapa makanan yang bisa memberikan energi bagi tubuh.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: