Lain-Lain

Pantura vs Pansel

Posted on Agustus 16, 2018. Filed under: Indonesian, Kuliner, Lain-Lain, Liburan |

Ok, berhubung udah mau liburan, kali ini saya akan menulis tentang obyek wisata murah meriah yaitu Piknik ke pantai. Dibilang murah juga relatif sih, karena semua tergantung budget di dompet. Cuma kalau ke gunung biasanya lebih sulit jalannya karena menanjak jadi mungkin lebih melelahkan jadi lebih mahal begitu kali ya ? Heheh 🙂

Enaknya piknik ke pantai antara lain : bisa makan seafood murah dan enak, biasanya ukuran nya lebih besar dan lebih segar, karena banyak stok melimpah, langsung ambil dari laut. Jadi puas, diba’ nding makan di daerah kota besar.

Cocok buat yg tidak kuat hawa dingin, karena di pantai hawanya lebih panas

Bisa mengoleksi benda2 laut secara gratis, misal batu koral, kerang, dll. Syukur2 bisa dapat mutiara. Bisa sebagai pengisi dekorasi akuarium.

Ok, bedanya pantura dan pansel yaitu lokasinya, pantura ya berada di utara sedang pansel di selatan, gitu aja titik, kok pusing ? Heheh. Becanda lah sis bro. Namanya juga iseng2 nge blog alias gratisan ga ada yg bayar..

Pantura, ciri khasnya: ada hutan mini mangrove yaitu pohon bakau, tempat habitat kadal, biawak, kalau beruntung ketemu komodo tapi biasanya udah langka dan buaya bersemayam.

Karena airnya payau (campuran asin, dan tawar). Coba aja perhatikan tiap kali ke pantai indah kapuk, indramayu, dkk. Pasti banyak kadal2 nya dari yg kecil sampai besar 😀

Lalu, hawanya, umumnya lebih panas alias gerah daripada di Pansel. Kenapa ? Ya mungkin karena tidak ada Gunung jadi angin nya gak sejuk.

Ombaknya lebih tenang, ya karena pantainya tidak langsung ketemu dengan samudra, coba bedain dengan pantai selatan misal pelabuhan ratu, pangandaran, dll. Ombaknya super besar, karena ombaknya kecil maka anginnya juga lebih sedikit

Ikannya ada bandeng, mujaer, dll. Ya karena ikan bandeng kan ikan air payau, dll.

Lautnya lebih dangkal, coba saja snorkeling, diving, dll. Umumnya lebih banyaj dilakukan di pantura misal pulau tidung, bunaken, dll. Kalau pansel ga ada yg berani nyelam sepertinya.

Jalurnya / jalan aksesnya datar2 saja, mudah dicapai karena tidak melewati gunung, lembah, dll. Jadi kurang menantang, dll.

Lalu bedanya dengan Pansel ? Kebalikannya.

Hawanya lebih sejuk, karena banyak gunung2, hutan2 dengan pohon2 tinggi. Jadinya lebih besar anginnya.

Ombak cukup besar, apalagi jika mulai malam

Ada bukit2, gunung2 di belakangnya sehingga memberikan angin sejuk

Batu2 karang yg cukup besar dan banyak ciri khas pantai selatan

Pantai Citepus Pelabuhan Ratu

Ombak cukup besar, liar, bahaya. Karena langsung berbatasan dengan Samudra Hindia, terutama di Pelabuhan Ratu, banyak menelan korban, karena bentuk pantainya yg seperti mangkok jadi dasar lautnya cukup dalam, dan bersifat menarik ke dasar.

Coba saja lihat di google maps, semakin gelap warna birunya artinya semakin dalam lautnya.

Ikan2nya biasanya ikan laut semua dan lebih sehat, besar, segar, bersih. Karena biasanya di pantura agak lebih jorok, kotor, banyak limbah pabrik, sampah, dll, jadi ikan2, kerang, dll. Lebih kotor.

Ada mitos2, legenda2, keramat. Misalnya Nyi Roro Kidul, Nyi Blorong, dll. Sehingga menimbulkan kesan mistik, jadi agak seram.

Hotel Inna Samudra Beach kamar 308, kamar keramat

Kadang2 menimbulkan Tsunami kecil, apalagi jika musim hujan, ada gempa maka lebih berpotensi terjadi ombak besar.

Jalan aksesnya agak sulit, menantang, terutama saat ke pelabuhan ratu, jalannya berkelok2 naik turun, sehingga perlu extra waspada.

Pantai selatan cukup banyak. Yg terkenal misal Sawarna, Pelabuhan Ratu, Ujung Genteng, Jayanti, Santolo, Cipatujah, Pangandaran, Cilacap, dll.

Batu Karangnya besar2, bisa jadi spot fotografi.

Kurang bisa dipakai untuk berenang, menyelam apalagi, dll. Ya karena faktor geografi (kedalaman laut, ombak besar, angin, dll) juga faktor mistis tersebut.

Iklan
Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Perempuan Cantik merusak kesehatan anda

Posted on Desember 29, 2010. Filed under: Lain-Lain |

sumber : http://harisxyz.wordpress.com/2010/05/04/perempuan-cantik-merusak-kesehatan-anda

Perempuan cantik dapat berakibat buruk bagi kesehatan Anda. Demikian hasil penelitian sejumlah ilmuwan. Sebuah penelitian dari University of Valencia, sebuah universitas tertua dan terbesar di Spanyol, menyebutkan, berada lima menit hanya berdua dengan seorang perempuan cantik dapat meningkatkan level cortisol, hormon stres tubuh, pria. Efek ini meningkat pada pria yang percaya bahwa perempuan tersebut “di luar jangkauan mereka’.

Cortisol diproduksi tubuh yang mengalami stres fisik atau psikologis dan telah dikaitkan dengan penyakit jantung.

Telegraph, Senin (3/5/2010) melaporkan, para peneliti telah menguji 84 mahasiswa pria dengan meminta mereka duduk di sebuah ruangan dan memecahkan teka-teki Sudoku. Dua orang asing, satu laki-laki dan satu perempuan, juga ada di dalam ruangan tersebutKetika perempuan asing itu meninggalkan ruangan dan dua orang pria itu tetap duduk di sana, tingkat stres kedua relawan pria itu tidak muncul. Namun, ketika seorang relawan pria tinggal sendirian dengan si perempuan asing yang cantik, tingkat cortisol-nya meningkat.

KOMPAS.com.Para peneliti menyimpulkan, “Dalam penelitian ini, kami menilai bahwa bagi sebagian besar pria, kehadiran seorang perempuan cantik dapat menyebabkan persepsi bahwa ada kesempatan untuk pacaran. Sementara sejumlah pria mungkin menghindari perempuan yang atraktif karena berpikir, mereka ‘tidak mungkin dapat memacari perempuan tersebut’, mayoritas akan merespons dengan kecemasan dan sebuah respons hormonal yang terjadi berbarengan.”

“Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat cortisol pria meningkat setelah terjadi kontak sosial singkat selama lima menit dengan seorang wanita muda yang menarik.”

Cortisol dapat memiliki efek positif dalam dosis kecil, yaitu meningkatkan kewaspadaan dan kesejahteraan. Namun, peningkatan kadar cortisol kronis dapat memperburuk kondisi kesehatan, seperti memicu penyakit jantung, diabetes, hipertensi, dan impotensi.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Jurus Mencari Jodoh

Posted on Desember 29, 2010. Filed under: Lain-Lain |

sumber : http://aalinazar.wordpress.com/2008/02/08/jurus-mencari-jodoh/

Berkat adanya YM, aku seringkali dicurhati teman-teman perempuan yg kepingin punya pasangan namun kebingungan bagaimana caranya mencari jodoh. Salah satu diantaranya, sebut saja namanya Lady, mengaku bahwa dia tinggal di sebuah daerah yg terpencil sehingga semua laki-laki yang mendapatkannya menjadi minder dan mundur. Banyak laki2 yg dikenalkan pada Lady, namun semua mundur teratur ketika mengetahui Lady ini pintar dan berpendidikan tinggi.

Tidak hanya Lady, ternyata Ndek dan teman2nya juga mengalami hal yg serupa sehingga frustasi. Tentu saja ke-frustasi-an ini bukan karena tidak ada laki2 yang mendekati. Banyak laki2 yang mendekatinya, namun sialnya yg datang itu belum ada yg cocok dengan kriteria pria idaman yang dinanti2kan.

Kisah Lady ini mengingatkanku tentang masalah yg pernah aku hadapi juga beberapa tahun yang lalu. Aku lihat teman-teman yg kesulitan mencari jodoh ini bukan karena tidak ada laki2 yg tertarik pada mereka. Hanya saja mereka berada dalam kolam yang salah.

Ah, jadi ingat tulisan yg pernah aku tulis di tahun 2004, dan mungkin ada baiknya aku angetin lagi di sini.

Jurus-Jurus Mencari Jodoh I
by: Alfred Alinazar, 30 April 2004

Jurus pertama: “Anda mungkin saja bisa mencari ikan dengan memancing di sungai, kolam ikan, danau, ataupun bak mandi. Namun jika anda ingin lebih mudah mendapat ikan, pergilah ke kolam pemancingan yg ikan2nya sedang kelaparan.”

Kedengerannya jurus di atas itu simple banget, tapi seringkali orang tak sadar bahwa sebenarnya mereka sedang memancing di bak mandi dan berharap mendapat ikan. Begitu banyak orang yg mengeluh sulitnya mendapatkan jodoh, hanya karena masalah simple, mereka tidak berada di tempat pria/wanita idaman berada.

Lingkungan adalah sebuah faktor yg sangat berpengaruh atas sulit atau mudahnya seseorang mencari jodoh. Seringkali kita tak sadar bahwa kita telah berada pada lingkungan yg tidak mendukung untuk mendapatkan jodoh. Namun karena kita tak menyadari itu, maka kita tidak pernah berpikir untuk mencari lingkungan baru yg akan memudahkan kita mencari jodoh.

Contoh saja: mahasiswa yg kuliah di fakultas teknik.

Pada kebanyakan jurusan di fakultas teknik, jumlah mahasiswi sangat sedikit sekali dibandingkan dengan mahasiswa. Oleh karena itu, para bujang lapuk yg sekolah di fakultas teknik, kebanyakan sulit sekali mencari pasangan, wong temennya laki2 semua. Cilakanya, setelah lulus si alumni fakultas teknik ini menjadi kuli (seperti saya), sering bertugas di tengah laut, dan ketemunya batangan lagi batangan lagi. Akibatnya, peluang untuk bertemu si pujaan hati sangatlah kecil.

Saya mempunyai seorang teman yg cukup ganteng dan diidolai banyak wanita. Si teman ini pernah mengeluh seperti ini,”Susah juga ya nyari jodoh. Yg naksir gue sih banyak, tapi nggak ada yg cocok sama kriteria gue. Begitu ada yg cocok sama kriteria gue, eh dianya yg nggak mau sama gue. Jadinya bagaimana dong ?” Ada lagi teman perempuanku yg lagi ditaksir cowok bule bertanya padaku,”Bang, aku ditaksir cowok bule. Dia orangnya perhatian, kaya, pinter, siap menikah dan pokoknya ndak ada kurangnya deh. Anehnya hati gue nggak sreg aja tuk menerima lamaran dia. Sementara cowok2 yg lain nggak ada yg memenuhi kriteria gue. Gue mesti gimana dong Bang ?”

Kedua temanku itu mengalami masalah itu karena mereka berada pada “tempat” yg salah. Mereka berada pada lingkungan di mana pasangan pujaan yg memenuhi kriteria mereka tak banyak ada di situ.

Coba deh kalau si cowok itu berada di tempat yg banyak wanita yg sesuai dengan kriterianya. Peluang untuk mendapatkan satu dari mereka tentunya lebih mudah. Masak sih satu aja dari yg banyak itu ndak ada yg gayung bersambut ?

Demikian juga dengan si cewek. Andai dia berada pada lingkungan yg banyak laki2 kritrianya, maka dia akan punya banyak pilihan. Masak sih satu dari banyak itu ndak ada yg mengena di hati ? :)

Untuk menerapkan “jurus cari jodoh I” ini, langkah2 yg harus dilakukan adalah:
– Menentukan kriteria pasangan yg kita inginkan.
– memikirkan kira2 di mana orang2 seperti ini banyak ditemukan.
– memasuki lingkungan itu dan mencari di sana.

Contoh praktis adalah pengalamanku dulu sewaktu mencari cinta. Sewaktu kuliah dulu kebanyakan temanku adalah laki2, karena aku kuliah di fakultas teknik, yg disebut juga dengan fakultas para hombreng. Setelah bekerja, di lingkungan kerja kebetulan ndak ada yg memenuhi kriteria, dan orang2 yg ada di kantor juga tak berubah banyak, sehingga temen kantor ya itu2 aja. Tentu saja ada beberapa tambahan kalau ada yg dipecat dan kemudian hired orang baru. Tapi tetep aja penambahan itu nggak signifikan. Jadi biarpun aku ganteng, pintar dan banyak yg naksir, tapi tetep aja sulit nyarinya, wong aku nyari ikan black ghost di dalam bak mandi, mana bisa ketemu ? (note: black ghost ini adalah ikan yg sangat cantik, harganya mahal, berasal dari sungai amazone)

Menyadari kondisi lingkungan ini, aku mulai menyadari bahwa aku butuh expansi. Aku mencari seorang wanita yg pintar, cantik dan berwawasan luas. Dengan kriteria itu, akhirnya aku masuk milis psikologi, milis alumni dan berbagai milis lainnya yg aku perkirakan banyak wanita seperti itu berada. Aku juga sempat ikutan kurus bahasa perancis di Salemba (di depan UI) dengan alasan yg sama. Selain senang belajar bahasa, aku memperkirakan ada banyak mahasiswi UI yg tentunya pintar2 (dan mungkin juga cantik) akan ikutan kursus tersebut. :P

Walhasil, faktor lingkungan ini memang banyak membantuku.

Di kursus perancis perkiraanku salah. Di situ memang ada yg memenuhi kriteria, tapi sudah not available. Dan isi kelas perancis ndak akan berubah sampai naik kelas. Jadi aku harus menunggu naik kelas dulu baru dapat teman baru. Dan aku memutuskan tempat ini bukan tempat yg cocok.

Di milis alumni, ceritanya berbeda. Anggotanya berubah terus dan sebagian besar lulusan UGM, jadi kriteria pintar sudah pada lewat deh, cuma tinggal kriteria2 lainnya. Walhasil ada beberapa yg dilihat2 trus ndak jadi dilanjutin, ada yg dijalanin sedikit terus nggak cocok, ada yg dijalanin cukup lama dan gagal juga, dan berbagai pengalaman lainnya. Namun bagaimanapun, aku tak pernah lagi kekurangan stock, ndak seperti sewaktu aku “berada di bak mandi” dulu. :D Akhirnya aku pun menemukan yg terbaik, sangat sesuai dengan kriteriaku, lebih dari yg pernah ada, dan sekarang telah menjadi istriku. :D

Demikanlah kiranya tayanganku tentang jurus mencari jodoh nombor I ini, yg intinya adalah: “Tentukan kriteria wanita/pria pilihan anda, dan masukilah lingkungan dimana mereka banyak ditemukan keberadaannya.”

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 2 so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: