Jupiter MX / T135 / Spark

Kelemahan Yamaha Jupiter MX

Posted on September 23, 2016. Filed under: Indonesian, Jupiter MX / T135 / Spark, Motor |

image

parkir sebentar biar kering mesinnya, di daerah Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

musim hujan yg mulai sering minggu2 belakangan ini, ternyata cukup merepotkan saya sebagai rider motor. apalagi dengan kejadian mogok segala.tepatnya senin tgl 19 september 2016 kemarin, disaat hujan cukup deras, saya tetap berkendara dengan alasan pengen cepat2 sampai rumah & juga udah laper heheh.

akhirnya tiba2 motor seperti mau mati. gejalanya ndut2an, mesin pun jalan agak pincang, dipaksain jalan pun akhirnya mesin mati juga.

Penyebabnya ternyata ada kemungkinan air hujan masuk lewat lubang filter udara MX yg berada di atas. karena posisinya diatas dan ada lubang kisi2. jadi begitulah saat hujan deras maka air yg masuk melalui celah lubang tersebut akan terhisap masuk ke karburator.
1

Solusi darurat jika sudah mogok adalah saya berusaha mengistirahatkan motor sebentar, lalu memanaskan mesin agak lama supaya airnya menguap. dengan catatan saat dipanaskan idle mesin harus nyalanya stabil / tidak pincang jika pincang artinya sudah terlalu banyak air yg masuk ke mesin.

solusi yg lebih tepat adalah saya seharusnya membuang sisa bensin di karburator lewat baut pembuangan, namun saat itu saya tidak tahu letak baut pembuangan tersebut. tujuannya adalah agar bensin kotor yg mungkin sudah bercampur air hujan bisa terbuang & karburator kembali bersih.

akhirnya setelah mesin cukup hangat (pemanasan sekitar 5-7 menit an) saya pun kembali naik motor dengan perlahan, dan kebetulan saat itu hujan sudah reda / gerimis saja 🙂

hal ini sebenarnya masih lebih baik daripada busi yg kena air (posisi mesin tidur lebih beresiko).. karena jika busi sudah basah maka besar kemungkinan busi akan mati, dan klo sudah mati maka harus diganti baru / yg masih bagus, jika tidak maka jangan harap mesin motor akan bisa nyala.

btw, MX ini karena mesinnya tegak miring maka posisi busi diatas, terbukti saat banjir2 an pun tidak mogok sama sekali. dengan catatan banjir sekitar 50 cm an masih bisa asal tidak sampai ke busi.

jadi kesimpulannya klo Hujan deras lebat maka lubang filter udara sebaiknya dibuatkan penutup atau istirahat sebentar tunggu sampai kecilan hujannya. thx 🙂

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 1 so far )

Mx-Indiglow

Posted on Juli 28, 2014. Filed under: Jupiter MX / T135 / Spark, Motor |

D.I.Y – Homemade Custom Indiglow Speedometer + Voltmeter

Mumpung lg ada liburan panjang lebaran, berhubung bengkel motor ga ada 1 pun yg buka, akhirnya owe nekat kerjain sendiri. modalnya yaitu :
1. voltmeter digital LED. (harga sekitar 50k – 75k) beli di jl. kembang sepatu, senen , jakarta pusat. warna macem2 ada merah, biru, hijau.
daripada beli yg udah jadi harganya bisa > 100k ga wajar deh. 😮

2. LED jagung warna warni. (harga sekitar 15k sepasang) banyak dijual di bengkel2 umum / variasi motor.
3. tenaga / fisik + waktu. yg ini yg paling banyak makan waktu + tenaga. karena ga gampang ternyata harus trial & Error.

pertama, bongkar batok kepala,  lepasin semua baut2 yg di speedo, lalu lepas speedo dengan hati2. lalu tinggal masukin Digital Voltmeter ke dalamnya + solder ke arah lampu speedo (yg soket T10 kecil hanya 2 buah, LED nya beda sendiri dari yg lain)

NOTE: jangan sambung ke meteran bensin karena pasti voltase nya ga akan murni 12 volt tapi hanya sekitar 9 volt. memang lebih mudah tapi percuma saja karena tidak akurat mengukur tegangan aki.

oe lebih prefer ditaruh di dalem speedo karena kalo di luar beresiko hilang diembat orang + resiko korslet karena keujanan. lagipula lebih futuristik jika di-built-in di dalam speedo 🙂

image

keuntungannya :
1. tegangan aki akan selalu terpantau, jika bermasalah akan cepat ketahuan.
(cocok buat yg motor yg sudah DC FullWave / pasang HID)
2. menambah keren tampilan motor anda (dan tentunya ridernya juga) :mrgreen:

bagaimana menurut teman-teman semua ? terima kasih atas kunjungannya 🙂

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 7 so far )

Mx ngadat

Posted on Juli 18, 2014. Filed under: Jupiter MX / T135 / Spark, Motor, Yamaha |

Setelah kemaren sore nerabas hujan gede, eh pagi2nya baru jalan 14 km an tiba2 mesin mbrebet gejala ndut2an, sebelumnya suara klakson mulai serak jadi pelan pertanda aneh.

pas mbrebet, dibarengi dengan gejala lampu suhu kedip2 cepet, ga lama, mesin mulai ndut2an dan akhirnya lama2 mati

Pas nemu bengkel pinggir jalan di daerah letjen suprapto, untung ada alat multitester, lalu sy cek tegangan aki cuma sekitar 6volt saja 😮

image

Untung di bengkel Menk Motor, ada alat charger aki, akhirnya setelah di charge
sekitar 15menitan, aki terasa panas artinya masih bagus dan pas dipasang lagi motor pun jalan sedia kala..

image
charger aki seadanya, yg penting bisa nge-charge soalnya udah darurat

Problem :
MX lagi jalan normal tiba2 mbrebet, dibarengi dengan lampu indikator disco(kedip2 cepet), motor jalannya ndut2an, lama2 akhirnya mogok.
Diperkuat lagi dengan matinya suara klakson, tidak bisa stater pencet.

Solusi :
1. Tes tegangan aki dengan multitester, pasti dibawah 12volt, kalau sampe mogok biasanya udah drop sampe 6 volt.

2. Segera charge aki di bengkel terdekat, jika aki MF/kering lebih cepat cuma sekitar 10~15 menit saja, pastikan saat/sesudah dicas aki terasa hangat~panas artinya masih bagus/ngisi. Biar yakin tes lagi dengan multitester pastikan tegangan harus sama dengan atau diatas 12volt.

3.pasang aki kembali ke motor, pencet stater tombol, seharusnya bisa nyala.

4. sambil mesin motor nyala, tes aki lagi dengan multitester, lalu agak gas dikit, cek apakah naik tegangannya, harusnya naik menjadi MAXIMUM 15 Volt.

jika tegangan isi < 13 volt = tegangan diam aki maka kemungkinan besar KIPROK / RECTIFIER mati, atau sambungan soket nya kendor atau kabelnya ada yg putus

jika tegangan isi > 15 Volt, maka kemungkinan besar KIPROK / RECTIFIER korslet, bersiap2 lah CDI akan ikutan tewas juga, lampu2 bisa ikutan, dll. (LEBIH BERBAHAYA YG INI !) 😮

akhirnya sy beli KIPROK TIGER KW merk KC di salah 1 online shop yg cukup terkenal karena murmernya, soalnya kalo beli yg ORIGINAL AHM harganya bisa 270 rb an 😦 . sementara ini cuma ditebus 50rb saja. atau kalau mau yg udah lumayan terkenal bisa coba merk FUKUGAWA/FUKUYAMA / SHINDEGEN. tapi harganya sy kurang tau.

dan ternyata betul juga setelah saya pasang dan coba tes geber gas , ngisi sekitar 14 volt. wah akhirnya tenang masalah sudah terselesaikan 🙂

image

akhirnya sy pasang kiprok itu ke chassis motor dengan cara dibaut keras biar panasnya tersalurkan, sebelumnya ternyata tidak dibaut ke chassis, kerjaan bengkel modifan deket rumah (dia bilang sih no problem) tapi kenyataannya ? umurnya cuma tahan 1.5 bulan 😦

PENYEBAB:
1.KIPROK mati mungkin karena terlalu panas, korslet atau masa pakai (sekitar 3 tahun)
2. SOKET / KABEL konektor kendor / putus / berkualitas jelek.

KESIMPULAN :
1. motor dengan kelistrikan DC ternyata lebih beresiko terkena problem kelistrikan, dan kalau sudah kena bisa bikin repot.
2. KIPROK, AKI harus mendapat perhatian EXTRA, terutama jika KIPROK MATI maka AKI tidak akan ada yg nge-CHARGE, meskipun demikian mesin motor masih bisa hidup untuk beberapa lama, tergantung beban kelistrikan yg digunakan.

3. tapi jika AKI yg mati, maka mesin dipastikan tidak akan bisa hidup, karena pengapian murni ambil listrik dari AKI.
beda dengan sistim AC , meski aki tekor/soak / mati sekalipun , maka mesin masih tetap bisa hidup karena, listrik pengapian masih ambil dari SPUL/GENERATOR

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 1 so far )

MX Full DC

Posted on Juni 2, 2014. Filed under: Jupiter MX / T135 / Spark | Tag: |

akhirnya setelah kira2 1 bulan mengendarai Jupiter MX dengan kelistrikan AC, hari ini kelistrikan MX telah dirubah menjadi DC Full Wave 1 Phase.

mengapa dirubah ? sebenarnya tidak ada problem berarti jika hanya menggunakan kelistrikan standard, toh sudah 1 tahun lebih dikendarai ga ada masalah. hanya kebetulan ada Kiprok / rectifier bekas Supra X 125 dulu yg nganggur / ga kepake. daripada dibuang mendingan dicoba sapa tau masih ok.

kelistrikan Full DC:

+. nyala lampu stabil terangnya, jika meredup, berarti aki nya soak
+. syarat untuk pasang HID, LED, pernak-pernik kelistrikan lainnya
+.menambah sedikit power+akselerasi motor, karena pengapian lebih stabil
-. harus modifikasi, merubah sistim kelistrikan bawaan (khususnya motor bebek yg masih AC) otomatis biaya
-. kiprok pun harus menggunakan kiprok DC yg harganya jauh lebih mahal daripada kiprok standar.
-. lebih rumit cara merubahnya, jika tidak paham betul caranya akan beresiko gagal / terjadi korslet.

mulai googling / surfing di web, tentang cara2 / tip2 merubah kelistrikan dari AC ke DC dan sepertinya banyak orang yg udah berhasil melakukannya. namun karena oe bukan ahli kelistrikan (background pun bukan orang elektro) akhirnya oe pun ambil aman yaitu daripada nekat kutak-katik tiba2 korslet, mendingan serahin sama ahlinya saja..

ada cukup banyak montir spesialis modif kelistrikan motor seperti : hokiedokie (Mas Arie) yg berlokasi di daerah Bekasi, Tepatnya Kranji (jalan Kali Besar Barat ) sudah punya website yaitu : www.tokohid.com

Ardvark Motoshop, daerah Cipinang
BonSpeed 77, daerah Pramuka, khusus bengkel malam hari buka jam 18.00 – 02.00. buat yg ga punya waktu pagi-siang bisa cocok ke bengkel ini.

SunZ, daerah kelapa gading BCS
nah ini bengkel yg gak owe sadarin dari dulu ternyata udah spesialis maen HID / modif kelistrikan motor. ternyata deket ama rumah, ngapain kudu jauh2 ngaprak2an heheh..

toko nya lengkap, jual HID mulai dari yg murmer non garansi sampai yg cukup terkenal garansi 1 Tahun. juga pernak pernik Lampu LED, dll.
harga pun cukup bersahabat, montirnya masih muda alias anak2 tapi jangan salah, cara pengerjaannya rapi & cepat, juga menggunakan kabel yg berkualitas bukan sembarangan.

ongkos total hanya Rp. 115.000 sudah dikasih switch lampu on/off buat New MX. tentunya tidak berikut kiprok (jadi pake kiprok sendiri) 😆
bagusnya mereka hanya mau menggunakan kiprok original Tiger, jadi ga buat sendiri seperti merk Cheetah Power, JungkiWenas, dkk. HokieDokie (kiprok oe sekarang, sudah 3 tahun masih ok ternyata)

pas dipasang + diGas kenceng, voltmeter menunjukan angka di sekitaran 14,6 volt. berarti cukup normal tidak boleh terlalu overcharge bisa2 aki cepet gendut alias rusak, mending kalo cuma aki, kalo sampe merembet ke CDI ?? 😮

overall, oe cukup puas dengan biaya + hasil pengerjaannya, meski oe rada cerewet tanya ini itu, tapi mekaniknya tetap sabar. 😳

terasa kalo suara klakson lebih nyaring, nyala lampu stabil terangnya, dan perasaan motor lebih alusan dikit suaranya, juga tarikan lebih enteng dari biasanya.. dan yg pasti bisa pasang pernak-pernik lampu hias LED, HID, Angel / Demon Eyes, dkk. :mrgreen:

akhirnya, lampu rem+senja kena giliran diganti sama lampu LED HandMade
PHOTO_20140602_211435

wpid-img_20140717_194352.jpgwpid-img_20140719_161705.jpg
update : setelah 3 bulan pemakaian kiprok lama (ex.supra dulu) akhirnya tewas & aki drop, untung setelah beli kiprok kw bisa stabil lagi. tinggal pasang sendiri 😀

tahap selanjutnya mengganti lampu senja depan & sein dengan LED, sehingga beban aki bisa berkurang.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 9 so far )

new jupiter mx

Posted on Maret 28, 2014. Filed under: Jupiter MX / T135 / Spark, Motor, Yamaha |

Menurut sy, mx adalah motor bebek terbaik  dengan banyak kelebihan (hingga saat ini tulisan dibuat)
terbaik disini menurut saya : kenyamanan (minim getaran), keawetan (jarang problem meski digenjot habis2an), dll.
image

1. Dalam kondisi standarnya lawan satria fu dalam soal power, akselerasi jelas pasti kalah.

2. Soal kenyamanan, getaran & durabilitas mesin jauh mengalahkan satria fu, apalagi motor lain yg masih hanya berteknologi kuno.
image

Satria FU hanya menang di power & akselerasi sisanya menang mx. Karena mesin FU yg 150cc dohc 6speed pasti powernya gedee tapi udah pasti boros bensin, apalagi saat dibetot gasnya pasti ngucur deras tuh, trus klo ga buat kenceng2an trus ngapain beli fu ?? 😆

Fu sekilas bentuknya rada mirip motor2 drag race yg pake stang jepit, posisi riding nunduk, dll. Cocok buat nyalip2in motor2 yg sok belaga kenceng/ngebut misal bebek2 liar kampungan norax juga motor batangan yg ga terlalu ‘keren’ 😆
Fu lebih adil jika diadu melawan tvs tormax yg sama2 150cc. Atau juga honda cb150 sf, or cbr 150 lama.

Mx adalah motor yg cukup rumit karena sudah mirip mobil(mobil tua karena masih belum pake injection kecuai yg di thailand sana) sehingga butuh perhatian n ongkos yg lebih, karena ada radiator otomatis harus rutin ganti coolant, klo udah bocor itu air masuk ke mesin, wah siap2 keluar duit banyak..

3. Motor bebek/cub yg masih memakai aki 5 ampere dan sekarang sudah tipe MF. Beda motor motor sejenisnya malah dikurangi cuma 3.5 ampere saja. Bahkan sang kakak Vixion pun sama cuma 3.5 ampere.
image

4. New jupiter mx sudah disempurnakan mesinnya(katanya) sehingga lebih bagus sedikit dibanding mx lama.
Vixion sendiri mesinnya adalah mesin mx karena vixion dilaunch setelah mx yaitu th 2007 sedangkan mx th 2005, tapi beda crankcase & jauh lebih rumit.

5. Suaranya yg khas terutama jika masih pakai knalpot standar
image

6. Tampilan muka bagai burung elang dari depan, beda dengan vixion yg bagai burung parkit 😆 (tapi hanya tampang doang) sisanya yaa tetap unggul vixion dong 😀

Berikut sepertinya jeroan kelistrikan mx

1619882_20130619125344 1619882_20130619125353 1619882_20130619125518

Terlihat bahwa kiprok/regulator masih model lama. Kebetulan saya punya regulator DC tiger. Dan bisa diaplikasikan tidak perlu bongkar spul kata suhu hokiedokie.
JupiterMX135_details

sebenarnya oe pengennya sih Vixion lama karena lebih sporty & lampu pun sudah DC, tapi berhubung sudah ga dijual lagi (palingan stok sisa abisin) dan lagi harganya jauh mahal banget.

VIXION sendiri adalah JUPITER MX yg diupgrade, sehingga memiliki banyak kelebihan dibanding MX dan sesuai dengan harganya yg lebih mahal.

berikut adalah kelebihan VIXION dibanding MX
1. rasa berkendara lebih keren / sporty karena naik motor sport
2. jarak lebih tinggi dari tanah sehingga lebih aman saat banjir
3. sudah INJECTION, nah ini yg menjadi faktor utama sehingga mesin lebih irit & powerfull , memudahkan / mempercepat saat servis rutin karena tidak perlu bongkar karburator.
4. ada RPM meter sehingga lebih sporty keren
5. power & akselerasi lebih besar
6. mesin lebih halus / minim getaran karena sudah memakai Engine Balancer sementara MX tidak.
7. lebih sedikit body part, sehingga saat membongkar pun lebih mudah
8. lebih gampang saat mau bersihin mesin , ganti busi tidak perlu bongkar body parts
9. bisa pakai ban besar terutama untuk depan
10. khusus Vixion lama, kelistrikan sudah DC FULL WAVE 3 Phase, mau pasang HID tinggal tancep, aki tidak akan pernah tekor karena spull sudah 3 fasa.
namun untuk NVL / New Vixion Lightning, kiproknya model baru yaitu sistim Cut-Off, jadi nyalanya masih terang redup 😆

ga adil jika MX tidak punya kelebihan dibanding Vixion,
1. MX adalah motor bebek tipe CUB, sehingga tidak pakai kopling manual, tangan kiri tidak akan pegal capek saat macet.

2. volume radiator MX = vixion namun MX mesinnya lebih kecil, panas pun harusnya lebih sedikit.

3. Harga pun lebih murah jauh (beda 6 jutaan)
4. Karena belum injection maka tidak perlu takut pakai bensin premium, karena tidak akan tersumbat. Sementara klo injeksi agak harus lebih telaten perawatannya.

5. Mengurangi keausan kampas kopling karena bukan manual, tidak mungkin mati mesin saat salah kopling, mengurangi kemungkinan gigi rontok karena salah oper gigi.

Diatas belum termasuk banyak kelebihan mx dibanding motor2 bebek sejenisnya..misal diasil cylinder, forged piston, cooling sensation, monoshock, dll.

Saya berharap semoga yamaha indo menjual part injection seperti di thailand sana.jadi mx bisa lebih canggih. 🙂
image
image

Herannya kenapa yamaha indo masih produksi motor yg ga pake diasil, forged piston, dll seperti byson, dll. Mungkin supaya lebih bervariasi dan tergantung market share.
image

Saat ini sy masih merasa bangga karena motor sy adalah yg ‘terbaik’ diantara motor bebek selevelnya 😳 entah kapan mungkin akan ada motor bebek yg bisa mengalahkan kecanggihan new jupiter mx ini. Semoga saja tidak akan pernah ada sehingga sy akan selalu senang 😀

akhirnya keluar juga MX KING & MX 150 yg jauh lebih KERENN daripada MX, otomatis harga jual MX bekas pun jatuh/hancur 😮

Saran sy yg rada ngawur : jangan beli MX karena Boros bbm, parts nya mahal, bahaya terlalu kenceng, ga ada bagasi, berat motornya, makin banyak nanti MX gentayangan di jalan kan jadi #terlalumainstream alias pasaran ga seru 😀

beli lah MX KING / MX150 akan jauh lebih gaya & keren & kencang daripada MX biasa 😳

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 12 so far )

YAMAHA JUPITER MX VS HONDA SUPRA X 125

Posted on Maret 24, 2014. Filed under: Jupiter MX / T135 / Spark, Motor, Yamaha | Tag: |

Sungguh menarik artikel ini, jujur sy setelah membaca dan merenungkan jadi terkesima. Akhirnya pun sy selaku pemilik dan sekaligus rider supra mulai merasakan fakta ini.

Akhirnya SUPRA x 125 pun dijual dan puji Tuhan sy dikasih promo spesial dari adik sy supaya membeli motor new jupiter mx dia thn 2013 dengan harga hanya 10 jt saja. Sementara harga pasaran masih sekitar IDR 14 jutaan.

Kenapa sy jual supra sy?

1. Motor sudah cukup berumur yaitu 7 th lebih pemakaian dan jarak tempuh sudah cukup besar KM 61300 ++ sudah gitu cukup banyak problemnya mulai Dari shock belakang yg sudah mati, juga shock depan sptnya ikut2an Malah 😦

2. Sudah banyak problem / penyakitnya.. Terutama di mesin yg sudah berbunyi aneh + berisik, setelah sy bw ke bengkel ketauan kalo setang piston sudah aus, dll. Dan total2 biaya perbaikan bisa >1 jt.
Belum lagi kalo bengkelnya jelek / kurang bagus dan belum tentu keawetannya sampe kapan..

3. Segi power n akselerasi kalah jauh dibanding mx, meski sudah dimodif seperti apapun percuma, meski sy memang belum modif mesin karena pun percuma yg ada malah akan mensiksa mesin.

4. Durabilitas/keawetan mesin
Bukan berarti sy vonis kalo honda supra itu mesinnya jelek..namun mungkin dengan kondisi jalanan yg ‘selalu’ macet asumsinya, maka mesin2 berteknologi lama terutama yg cuma berharap dengan pendinginan udara maupun oi cooler pun, sy rasa akan tersiksa mesinnya jika saat sedang bermacet ria  dan panas. Akibatnya pasti komponen mesin akan cepat aus dan akhirnya harus turun.

5. MX memiliki banyak fitur, teknologi, keunggulan mutlak yg tidak dimiliki di sx(supra x) sy rasa semuanya yg cukup melek motor pasti sudah tau.

Dll.

Kesimpulan :

1. Motor yg sudah berumur / tua apalagi jika perawatan jelek maka akan lebih sering problem.

2. SUPRA hanyalah motor biasa, sampai kapanpun tidak akan pernah bisa mengalahkan MX. terutama dalam hal power dan akselerasi.

3. Supra lebih irit konsumsi bensinnya daripada MX(karena Cc lebih kecil). sehingga cocok untuk orang yg tidak terlalu memusingkan masalah power terutama yg ingin irit.

4. Durabilitas mesin MX lebih kuat & lama daripada supra (karena penggunaan teknologi+fitur canggih tersebut)

5. Teknologi MX lebih canggih daripada SUPRA sehingga asumsi sy Yamaha Motor Indonesia sampai saat ini masih menang melawan AHM(Astra Honda Motor).

6. SpeedoMeter supra lebih canggih karena sudah DIGITAL daripada MX yg masih ANALOG (pakai kabel), sehingga tidak akan pernah putus itu kabel speedo.
Meski sebetulnya hal ini bukan merupakan masalah besar.

7. batok kepala SUPRA lebih cepat retak / pecah. hal ini sudah sy alami entah mungkin karena disainnya yg kurang presisi / sekrup yg digunakan kurang pas.

8. MX lebih berat bobotnya daripada SUPRA.

9. Aki MX lebih besar (5 Ampere) daripada Aki SUPRA (3.5 Ampere)

10. getaran MX lebih sedikit daripada SUPRA, terutama saat kecepatan / RPM tinggi.

11. Supra x 125 menang disain/stripping, feature bagasi saja, mesin masih sama dengan model awal, cuma ditambah injeksi PGM-FI.

12. Mesin motor bekerja jauh lebih keras/berat daripada mesin mobil, sehingga dibutuhkan perawatan yg lebih.

13. Tidak adil jika sx diadu lawan mx (karena sx sudah pasti kalah jauh & telak)
Mungkin karena harga jualnya hampir sama akhirnya Malah diadu..

entah mengapa motor SUPRA saya jadi problem begini.. padahal sy selalu menggunakan oli yg berkualitas bahkan melebih spek pabrikan (pakai oli STP 4T SAE 20w-50 API SL) + servis rutin.

saya sangat berterima kasih / bersyukur masih ada pembeli yg mau membeli motor warisan ortu saya ini.. oleh karena itu saya memberi bonus tambahan cukup banyak & dengan harga yg lumayan murah juga.

bukan maksud sy menjelek-jelekan honda supra, namun sy hanyalah seorang blogger & juga pemakai/pengguna motor ini, sehingga sy hanya ingin mencurahkan isi hati saja..

mohon maaf jika ada yg kurang suka / merasa ditekan, segala caci maki & pujian sy terima dengan senang hati. :mrgreen:

(lebih…)

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 52 so far )

Yamaha T135

Posted on November 29, 2011. Filed under: Jupiter MX / T135 / Spark, Motor, Yamaha | Tag: |

Mounting a completely new-design liquid-cooled 4-stroke 135cc engine An ASEAN market model with sporty ride in a body with the look of quality Yamaha Sports Moped “T135”

Sept. 20, 2005

Yamaha Motor Co., Ltd. (YMC) has succeeded in the development of a new sporty model named the “T135” that mounts a liquid-cooled 4-stroke SOHC single-cylinder 135cc engine with a 4-speed rotary transmission on a body with the look of quality and a futuristic design. This model will be released in the ASEAN market beginning with Indonesia in October 2005.

The new “T135” has been developed under the key words of “a fusion of high performance and fashion” and it boasts the latest technologies throughout its design. It mounts the first liquid-cooled engine ever on a Yamaha 4-stroke moped, it features the highly reliable Yamaha DiASil cylinder, a lightweight forged aluminum piston for reduced vibration, a roller rocker arm type 4-valve system that contributes to better fuel economy, a 4-speed rotary type transmission, a new-design diamond type frame and an aerodynamic cowling that contributes to both improved cooling effect and greater rider comfort. These features combine to give this model higher level of running performance not achieved by conventional 125cc class sporty mopeds, and the whole package comes in a stylish body with the look of unquestionable quality and sleek refined beauty.

 

Yamaha Sports Moped “T135” (Indonesian market spec)

 

Name:

Yamaha Sports Moped “T135”

Release date:

Beginning Oct. 2005

Sales plan:

500,000 units (annual total for the Indonesia, Thailand,
Malaysia, Vietnam and Philippine markets)

Market Background and Product Summary

The motorcycle market in the ASEAN region has been growing rapidly in recent years, to the point where total demand for the four countries of Indonesia, Thailand, Malaysia and Vietnam reached 7.2 million units in 2004. This represents an approximate 30% increase over 2002, and as personal income continues to grow, this demand is expected to grow as well in the future.
Most of this demand centers around mopeds in the 110 to 125 cc class that are widely used for commuting and business and also by younger generation commuters. It is expected that this trend will continue in the future. But at the same time we expect to see a further diversification of user needs. In particular, there is an increasingly strong call from younger users for next-generation mopeds that offer higher levels of performance, new models that go beyond the present 125cc mopeds, sportier ride and fresh new styling.

In light of this market background, the “T135” was developed under the concept of “a fusion of high performance and fashion” with the key word “Performal” (a combination of performance and formal) to describe its development direction. To achieve these aims, the new model boasts the latest technologies throughout its design to give it the kind of running performance, comfort, stylish body and environment-friendly performance that go far beyond the conventional moped image.

For Yamaha Motor Company, January 2005 marked the end of our “NEXT 50” mid-term management plan and the start of our new “NEXT 50 – Phase II” plan defining specific management issues, business strategies and quantitative goals that will be in effect for the 3-year period until Dec. 2007. As the second phase of our “NEXT 50” plan, this new mid-term plan aims at even higher levels of corporate growth and profitability. In the area of motorcycle business, the new plan calls for approximately 25% more new models to be introduced in the same 3-year period. It also calls for production capacity in the ASEAN region to be increased from the present level of 1.6 million units annual to three million units annual by 2007. Amidst these plans, the new T135 is positioned as Yamaha’s new flagship moped.

Main Features

Engine

1) Liquid-cooled 135cc 4-valve engine that achieves both gutsy low-speed performance and plenty of high-speed power
A newly designed liquid-cooled 4-stroke 135cc engine has been adopted that delivers reliable performance as well as reduced noise and vibration. With a compression ratio of 10.9 : 1 on par with that of large-displacement sports bikes and a pent roof type combustion chamber that ensures rapid combustion, this engine delivers outstanding power output. The 135cc displacement ensures abundant torque in low speed range, while the 4-valve system contributes to outstanding power feeling in the mid- to high-speed range.
In adopting a liquid cooling system, efforts were made to keep the radiator and other components as compact as possible. At the same time the body is designed to direct optimum cooling air flow to achieve an excellent balance of engine performance, weight reduction and body compactness.

2) DiASil Cylinder adopted
The cylinder adopted in the T135 engine is the exclusive Yamaha all-aluminum DiASil Cylinder made by Yamaha’s unique aluminum forging technology that creates a cylinder wall that is so hard and durable that it eliminates the need for a conventional steel cylinder sleeve. As a result, it has excellent heat dissipation qualities. What’s more, Yamaha’s specially developed honing process gives the DiASil cylinder a surface that prevents oil flow and helps maintain an ideal oil film on the cylinder wall, thus reducing oil consumption. The T135 is the second Yamaha model to adopt this advanced technology, following the Japanese market model “Grand Majesty YP250G.”

3) First forged piston on a Yamaha moped
The T135 adopts the first aluminum forged piston ever on a Yamaha moped. Because the forged piston is light and strong can be made with less reciprocating mass, it contributes to running performance with reduced vibration. Because the aluminum alloy does not reach the melting point in Yamaha’s forged piston production method, the metallurgic matrix is not destroyed. This enables a piston the manufacture of an especially strong forged aluminum piston.

4) Excellent environmental performance
The T135 adopts Yamaha’s air induction system that cleans the exhaust by re-burning (oxidizing) any unburned fuel in the exhaust when it reaches the exhaust pipe. The exhaust that has been cleaned once in this way is then cleaned once again in the muffler by a multi-tube type catalytic converter. The result is excellent environmental performance.

5) Other engine-related features
Other features include (1) a roller rocker arm type valve system that contributes to outstanding fuel economy and smoother running feeling in the low- and mid-speed range, (2) a VM carburetor with acceleration pump that achieves good start-up acceleration and passing acceleration and (3) TPS (throttle position sensor) that makes possible 3-D mapped control based on information about engine rpm and throttle position to achieve optimum ignition timing and excellent fuel economy.

Body Features

1) New-design frame and optimized front-rear weight balance (45% front, 55% rear)
For the frame, a new-design diamond type pipe frame with excellent rigidity balance was developed. For the engine mounts, a 4-point rigid type mount system was designed that uses the engine as a stressed member that contributes to chassis strength and rigidity, thus achieving excellent rigidity balance. Meanwhile, the weight distribution is set at 45% front, 55% rear, close to that of a sports bike. This combines with the optimized center of gravity and caster and trail dimensions to contribute to a light and natural handling feeling.

2) Monocross suspension for pleasurable ride and smooth cornering characteristics
A newly designed Monocross suspension like the ones used on larger-displacement sports bikes has been adopted. This suspension is known for better concentration of mass and capacity for plenty of wheel travel. When added to the rigidity of the T135’s frame and rear arm and their relative positions, this Monocross suspension helps provide a pleasurable ride and excellent cornering characteristics.

3) Aerodynamic cowling that boosts cooling effect and makes for a more comfortable ride

An aerodynamic cowling with a distinctive new sleek and refined styling has been adopted. The air flow directed to the radiator by the front air guides helps promote better engine cooling effect. Furthermore, a separate set of air ducts has been designed to direct air flow through the cowling to cancel out heat developing there so that the rider does not feel a flow of hot air coming up directly from the radiator, thus achieving both improved cooling effect and greater rider comfort at the same time.

4) World’s first 5-lamp front mask stresses individuality
A fresh new front mask (front view) design reminiscent of Yamaha’s flagship YZF series sport bikes has been adopted. With the headlight in the middle and design position lamps to the right and left of it, a sporty 2-eye mask effect is achieved. The turn signal flashers are positioned to the outside of the position lamps to create a 5-lamp front mask.

Yamaha Sports Moped “T135” Specifications (Indonesia spec)

Overall length x width x height 1,945 x 750 x 1,065mm
Seat height 770mm
Wheelbase 1,245mm
Minimum ground clearance 140mm
Dry weight / Curb weight 103kg / 109kg
Engine type Liquid-cooled, 4-stroke, SOHC, 4-valve
Cylinder arrangement Single cylinder
Displacement 134.4cc
Bore x Stroke 54 x 58.7mm
Compression ratio 10.9 : 1
Maximum power 8.45kW / 8,500rpm
Maximum torque 11.65N-m / 5,500rpm
Starting system Electric / kick duo
Lubrication Wet sump
Engine oil volume 1.2L
Fuel tank capacity 4.0L
Carburetion VM21x 1
Ignition system DC-CDI
Primary / Secondary reduction ratio 2.875 / 2.600
Clutch type Clutch=wet centrifugal / transmission= wet multi-plate
Transmission type Rotary type 4-speed
Gear ratios 1st: 2.832, 2nd: 1.875, 3rd: 1.354, 4th: 1.045
Frame type Diamond type
Caster / Trail 25° 30′ / 75mm
Tire size (Front / Rear) 70/90-17 / 80/90-17
Brake type (Front / Rear) Hydraulic single disc / Drum
Suspension type (Front / Rear) Telescopic / Monocross
Headlight 12V35W / 32W x 1

Yamaha Sports Moped “T135” (Indonesia spec) Feature Map

 

 

Manufacturing New Value

Transferring manufacturing Technology overseas

Manufacturing New Value

On the left is a conventional aluminum cylinder with a steel liner for the inner wall. On the right is the Yamaha “DiASil Cylinder” that needs no liner or cylinder wall plating. As a unit well suited to the mass-production of high-performance, low-cost cylinders, the DiASil Cylinder manufacturing technology was successful transferred to our manufacturing base in Indonesia.

Transferring manufacturing Technology overseas

In 2004 Yamaha Motor successfully developed for the first time in the world a mass-production method for an all-aluminum (sleeveless, un-coated) cylinder named the “DiASil Cylinder” (*1). The production method for this DiASil Cylinder is in fact the fruit of Yamaha’s advanced die-casting technology known as the “CF (controlled filling) Aluminum Die Casting Technology” that we have been developing for some years now. Conventional aluminum cylinders for motorcycles have either a cast steel sleeve or nickel plating on the inner wall of the cylinder to improve resistance to abrasion and prevent piston freeze-up. With Yamaha’s DiASil Cylinder no liner or plating is needed (see photo). That makes this a mass-production aluminum cylinder with excellent cooling performance as well as nearly full recycle-ability at the end of its product life.
This is another example of how Yamaha’s philosophy of customer-oriented product creation is firmly implanted in our manufacturing technology as well. As a high-performance, low-cost cylinder that can be mass-produced, the DiASil Cylinder is a very effective manufacturing technology for the ASEAN region, one of the largest motorcycle markets in the world. When it came time for Yamaha to launch a new flagship model for the ASEAN market, the “T135,” plans were initiated for it to use the DiASil Cylinder, and at the same time a project was launched to transfer its high-level manufacturing technology to the Yamaha manufacturing base in Indonesia. Staff from Japan and Indonesia worked together on this project and cleared one hurdle after another until the production of these cylinders was successfully started in Indonesia. Now many customers in the ASEAN region who rely on motorcycles in their daily lives are benefiting from the performance and cost efficiency of the world’s first all-aluminum cylinder.

*1 DiASil: The name DiASil stands for Die casting Aluminum-Silicon alloy. An even distribution of hard silicon particles in this alloy greatly increases the abrasion resistance of the aluminum.

The YZF-R6’s aluminum main frame (left) and magnesium rear frame (above)

Thinner and larger parts for next-generation engineering and manufacturing

Aluminum is light and highly rust (oxidation) resistant and easily manufactured, which is why it is used abundantly in motorcycle and outboard motor parts. However, with conventional die casting methods (*2) it was difficult to manufacture aluminum parts that were both large and thin-walled, and this remained a technological problem in the industry. When Yamaha succeeded in the development of its exclusive CF Aluminum Die Casting Technology this important hurdle was finally cleared and the way was opened to next-generation mass production methods for aluminum parts. With this CF Aluminum Die Casting Technology, the number of pieces needed to make components like motorcycle frames can be greatly reduced along with their overall weight. This also simplifies the manufacturing and assembly processes. In 2007, Yamaha also succeeded in the development of a CF Magnesium Die Casting Technology that made it possible for Yamaha to introduce the world’s first magnesium rear frame on a production model for our YZF-R6.

*2 Die casting: In this casting method, molten metal is forced into a metal mold (die) at high pressure.

Theoretical value production, an ongoing quest

Industrial engineering is an analytical method used in analyzing work efficiency. In the factory where Yamaha motorcycles are assembled, a further advancement of this method is used to calculate how much time is theoretically needed to perform each job, and this has led to an exclusive concept we call “theoretical value production.” In this concept, the theoretical figure is in effect time that consists purely of “value work.” “Theoretical figures” are applied to all work processes in our efforts to further improve productivity in our factories.

Removing organizational boundaries – Yamaha’s System Supplier (SyS) system

In Yamaha’s motorcycle operations we have adopted a System Supplier (SyS) system that combines the organizational functions of development, manufacturing and procurement into single SyS units for each part or component. By removing the boundaries between these organizational bodies, the parts production process can be made simultaneous in ways that improve quality and reduce lead times, while also improving cost consciousness. At the same time, this system is involved in instruction and training of specialists in our motorcycle manufacturing bases around the world.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Teknologi Yamaha Jupiter MX / T135

Posted on Januari 6, 2011. Filed under: Jupiter MX / T135 / Spark, Motor, Yamaha |

(Akhirnya tulisan ini oe edit ulang berhubung adanya isu2 MX Injeksi bakal ditongolin ama YangMahal Yamaha)


Japan Engineer who designed T135MX 2nd Generation

Jupiter mx, versi nama Indonesia dari produk aslinya yaitu T135 adalah motor bebek yang lahir dengan mengadopsi teknologi dari motor balap. Faktor keunggulan T135 yang telak membuat kompetitornya tak berkutik alias K.O.  adalah kapasitas mesinnya paling besar dibandingkan moped lain di indonesia, 4 tak 135 cc 4valve SOHC. Selain itu Jupiter MX juga merupakan moped yang pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara dan MUNGKIN akan tetap selamanya yang menggunakan DiASil Cylinder dan Forged Piston yang mendapat jaminan garansi selama 5 tahun.

Coba bandingin..mana ada ATPM yg nekat ngasih garansi selama itu??? ONTA honda aja yg harganya lumayan mahal dibanding SiJuki Suzuki aja kalah.. 😆 dan sepertinya ini teknologi udah jadi KArtu AS & HAK PATEN nya YangMahal Yamaha.. jadi si onta kayaknya mulai bakal gelisah..
bukannya oe subyektip.. tapi meski motor oe juga onta Supera Eks.. namun kali ini oe kudu ngakuin keunggulan MX..

buat YangMahal oe ngarepin jangan songong alias merasa diatas angin kali ini.. INGET, ONTA itu pabrikan kelas dunia lhow.. cuma onta indon aja yg rada pelit ngasih teknologi canggih, sementara di thailand sana yg namanya motor itu udah serba canggih lho,, kenapa bisa gitu ?? hanya setan Tuhan yg tahu.. buktinya liat aja CBR 150 R ? canggih kan ? 😆

owe sich ngarepin nti kalo MX injeksi nongol jangan cuma ganti baju alias jadi StripTease STRIPPING doang ! jangan kayak si ONTA yg bntar2 FaceLip eh harganya dinaekin !! sumpah pasti  bakal oe ketawain & kata2in abiss ! 😆
jadi kira2 ini yg oe arepin seandainya MX INJECTION nongol nanti :

1. itu SPeedo ya mbok diganti toh mas’e sama yg DIGITALE alias ga pake kable lagi 😯 jadinya ga bakalan putus ntu kabel speedo yg nempel diroda depan sekaligus lebih akurat (meski sedikit).. masa kalah ama si onta SuPerah yg udah semi-digital.. 😆 katanya mao ngancurin onta.. euleuh2 kumaha ini teh si YangMahal 😆

2. lampu indikator Cockpit (ck2.. emangnye pesawat ?? :lol:) kudunya udah FULL-LED dong !! setubuh ga ?? disamping lebih futuristik & lebih irit daya dan juga ga bakalan putus (kecuali overcharge) jadi ga perlu ganti2 lampu dong ?? wah kalo begitu rugi dong ? spare-partnya nti ga laku2??

3. lampu speedonya jangan WARNA MERAH dong Yang! AMPUNN DJ .. pusing mata owe ngeliatnya 😦 udah meni imut speedonya (ukurannya dikecilin ama yg versi lama) udah kitu pake lampu warna merah makin PANAS kesannya & kurang begitu keliatan euy..  (menurut owe ini sih.. relatip juga)

4. kalo bisa Sistim Kelistrikannya dibuat DC FULL WAVE.. jadi ga redup terang2 gitu.. ini sih bisa owe akalin dengan modip kelistrikan sendiri. jadi gak ngebuangin listrik (hasil puteran spul masuk kepake semua)

5. VERSE ECO / versi ngirit
MX terkenal rada boros karena POWERnya gede.. jadi buat ngimbangin & biar ga tambah boros,, injeksinya sebaiknya pake YM-JET FI yg udah kebuktian terkenal irit.. meski masih manual alias gak pake listrik cuma menang desain. ini VERSI ECO alias model yg irit..

VERSE SPORT:
karena MX adalah motor kenceng, maka sistim injeksinya lebih bertujuan supaya naekin POWER + TORQUE.. jadi jangan pake YM-JET FI ! tapi pake yg electronic dong kayak PGM-FI nya si ONTA (masa kalah ama onta ? 😆 ) . jadi semuanya udah bener2 FULL ELECTRONIC baru namanya CANGGIH ! :mrgreen:

6. TERAKHIR  & yg rada ngawur mulia.. berhubung motor owe adalah MX 2nd Generation (Eagle Look Mode) ck2.. sangar teink euy 😆 ..sehingga masih pake CARBURETOR,,alangkah bahagianya Oe kalo bisa TT (Tuker Tambah daon duit) KARBU -> Injection Kit.. cie – ilehh  memangnya Gua yg punya pabrik !? hiks2 sampunn ‘ndoro.. oe pan cuma berharap semoga sang JAWARA MOTOR ini makin ngedukung program EURO 2 ?? ck3.. MAKAN TUCH KARBU gubrakxxxssszzz.. 😆  (rugi dong owe ? udah beli yg verse karbu eh kudu nebus ECU Kit lageeE ?? haiyah.. kumaha ieu gelo pisan..)

apaan sih EURO 2 itu ?? kayaknya ‘tukang ojek’ pada gatau dah.. 😯
itu lohh pemirsa,, supaya ngurangin emisi / polusi udara akibat gas buang motor yg katanya banyak yg ngasal (terutama bajay / motor2 tua yg ampe ngebul bau sangit pisan) sekalian ngiritin bensin (pan katanya bensin udah mao abis nanti n harganya pun makin mahal.. mana ada bensin turun ? lah iya lah kan disedotin terus dari perut bumi lama2 abis dong ?? ya iyalah anak TEKA juga ngarti 😆

menurut owe sih ini cuma perubahan minor doang.. pastinya ga bakal banyak ngebuang biaya produksi.. malah bakalan jadi 1 NILAI TAMBAH buat YangMahal
yachh begitu lah analisa ngawur keren oe.. 😆 keren khan?? meski oe bukan jebolan insinyur mesin ajah tau kok yg bagus itu gimana.. :mrgreen:
sumpah dahh klo itu semua dilakuin pasti oe tebus dahhh itu MX INJEC 😯 amiinn semoga ajah harganya kagak naek teruss ?? lah kita kan kudu nyesuain ama Inflasii , kenaikan harga BBM, listrik, dll ??? preeettt kayak XEON RC koq malah diturunin harganya ? apa karena kurang laku ? halahhh… ini mah tactix bisnis.. manteph lahh yaoouuuwww !! :mrgreen:

tentu teman-teman bertanya-tanya apa itu sebenarnya teknologi DiASil Cylinder dan Forged Piston?

DiaSil Cylinder
DiaSil Adalah singkatan dari Die Aluminium Silicon, yaitu material logam yang merupakan campuran aluminium dan silicon, sehingga material ini memiliki beberapa keungulan antara lain memiliki kemampuan pendinginan yang baik, ketahanan terhadap aus yang tinggi Keunggulan pengunaan Die Diasil Cylinder adalah sebagai berikut :

  • Ramah lingkungan, karena bukan mengunakan lapisan nikel total Die-Cast Aluminium (mudah didaur ulang)
  • Proses dengan teknologi tinggi dan modern (proses otomatis)
  • Ekonomis, tidak menggunakan liner besi sehingga nilai produktivitasnya tinggi
  • Performa tinggi, antara lain ringan, pendinginan sempurna, meredam suara berisik, awet atau tidak mudah aus, pemakaian oli hemat

DiASil Cylinder dibuat dengan proses Die Casting (cetak) bukan dengan Coated (lapisan) dapat dilihat gambar dibawah ini pelumasan “Elastic-Dynamic” pada permukaan DiASil Cylinder

Selain itu DiASil Cylinder juga memiliki kemampuan pendinginan yang bagus hal ini dapat dilihat pada grafik dibawah ini, grafik ini menunjukkan permuakaan DiASil Cylindersuhunya lebih rendah dibandingkan Cylinder Aluminium dengan liner besi (conventional)

Keuntungannya adalah

  1. Bebas perawatan. saking kerasnya dinding DiASil Cylinder, efek pengikisnya banyak berkurang dibanding silender baja (berkurang 2 hingga 3 kali berdasar tes oleh yamaha).
  2. Makin irit bahan bakar. DiASil Cylinder merawat permukaan film oli secara ideal pada dinding silinder sehingga konsumsi bahan bakar berkurang.

Forged Piston
adalah piston yang dibuat dengan sistem forging (tempa). memiliki ketahanan yang tinggi dibanding piston konvensional, teknologi Forged Piston adalah teknologi motor balap yang diaplikasikan ke moped. teknologi ini hanya dimiliki oleh yamaha dan indonesia adalah negara pertama yang menggunakannya.

Keuntungannya menggunakan Forged Piston antara lain ;

  • Tahan lama, tidak mudah aus.
  • Suhu muai lebih tinggi.
  • Koefisien gesek lebih rendah.
  • Berat piston lebih ringan.
  • Menghasilkan ‘noise’ lebih kecil.
  • Mencegah piston seizure (piston macet)
  • Biaya produksi yang efisiensi lapisan timah berfungsi untuk mencegah piston baret sehingga terlihat “berkilau” walaupun bergesekan dengan dinding Cylinder.

Dari waktu ke waktu, teknologi terus dikembangkan untuk sehingga menjadi lebih efisien. Begitu juga dibidang automotif, perkembangan teknologi meningkatkan efisiensi mesin sehingga bahan bakar yang dikonsumsi oleh mesin menjadi lebih hemat atau lebih irit. Sebagai Konsumen Anda mungkin pernah mendengar adanya teknologi untuk mengatur timming pengapian dengan sistem kontrol posisi bukaan gas. Sehingga melalui teknologi ini timming pengapian pada ruang bakar di sepeda motor menjadi lebih maksimal dan secara otomatis akan menyesuaikan dengan kondisi bukaan gas / jumlah bahan bakar yang masuk dalam ruang bakar. Efisiensi mesin akan meningkat sehingga bahan bakar yang dikonsumsi oleh mesin menjadi lebih hemat atau lebih irit. Kontrol pengapian melalui CDI juga otomatis mengikuti kondisi yang terjadi pada posisi bukaan gas. Mapping Pengapian terbaik pada CDI secara otomatis juga akan memberikan efek terhadap performa dan efisiensi mesin motor tersebut. Itulah kelebihan teknologi “Throttle Position

Nah tentunya sebagai konsumen akan sangat bijak jika Anda mengetahui bermacam-macam teknologi ini sehingga mengetahui mana yang terbaik dan dapat memilih teknologi yang terbaik pula. Pada Yamaha Teknologi ini sering kali disebut TPS (Throttle Position Sensor). Tapi hati-hati ada juga TPS dan TSS yang singkatannya juga berbeda, pada produk kompetitor TPS kalau di jabarkan adalah Throttle Position Switch dan TSS berarti Throttle Switch Sensor. Apa bedanya? Pada Throttle Position Sensor memakai sensor variable untuk mengukur bukaan gas pada bagian karburator, sedang pada Throttle Position Switch dan Throttle Switch Sensor, mereka masih menggunakan Switch sebagai tombol on/off, sistem ini bekerja secara manual cuma untuk memindah dua posisi saja (dua mapping pengapian), jadi bukanlah model variable sensor yang mampu otomatis berubah menyesuaikan setiap kondisi bukaan gas yang terjadi. Tentu saja performa kerjanya sangat jauh berbeda walau namanya mirip-mirip. Throttle Position Sensorberkerja jauh lebih komplek dan jauh lebih baik dari model switch yang ada pada Throttle Position Switch dan Throttle Switch Sensor.

Seperti yang sudah kita bahas, teknologi Throttle Position Sensor adalah teknologi Throttle Position yang terbaik, dan inilah yang diaplikasikan Yamaha pada Jupiter MX. Lebih hebatnya lagi Yamaha yang terkenal mampu bikin motor yang dapat lari kencang tidak hanya menerapkan TPS saja pada mesin Jupiter MX untuk membuat konsumsi bahan bakarnya jadi irit, akan tetapi Jupiter MX walau irit tetap mampu berlari kencang. Karena itulah TPS ini dipadukan dan di-intregasi-kan dengan Pompa Akselerasi sehingga walau irit tetap dapat menghasilkan tarikan yang spontan. Cara kerjanya seperti ini:
Jika handle gas dibuka, maka udara akan bertambah dan membuat campuran menjadi kering (lebih banyak komposisi udara jika dibandingkan dengan Air Fuel Ratio yang Normal) sehingga akselerasi jadi buruk dan tersendat. Disini fungsi pompa akselerasi untuk menginjeksikan bahan bakar ke bagian Ventury di dalam karburator saat terjadi percepatan, sehingga mesin merespon dengan cepat dan tarikan spontan terjadi.

Dengan perpaduan teknologi TPS yang terbaik dan teknologi pompa akselerasi yang sudah intregasi dalam satu kesatuan sistem pengabutan bahan bakar, maka Jupiter MX memiliki teknologi Throttle Position yang terbaik sehingga memiliki efisiensi mesin 135cc yang terbaik, irit bahan bakar, tarikan responsif-spontan dan mampu berlari kencang.

Sumber :
www.yamaha-friends.com
http://www.yamaha-motor.co.jp/global/asean-touring/machine/technology/index.html

 

Keunggulan Mesin Tegak dibanding Mesin Horisontal

by: Hyper Dash
Jika kita cermati, Yamaha Jupiter MX memakai mesin dengan konvigurasi mesin tegak. Sama seperti yang dipergunakan pada Yamaha V-ixion dan berbagai motor sport modern. Nah apa sih keunggulan mesin tegak? kok nyaris semua motor sport modern memakai mesin jenis ini. Sampai-sampai Jupiter MX, bebek Yamaha yang Hi-Tech ini juga pakai mesin Tegak.

Oke coba kita bahas satu persatu keunggulan mesin tegak.
Pertama, gesekan yang terjadi pada dinding piston dengan dinding dalam silinder akan lebih kecil jika kondisi arah gesekan semakin vertikal tegak lurus dengan bumi. Sehingga performa mesin akan lebih baik karena gesekan yang terjadi pada bagian inti penggerak ini lebih kecil. Mesinpun akan lebih effisien sehingga konsumsi bahan bakar lebih irit.

Kedua, bahan bakar yang masuk kedalam mesin melalui karburator akan lebih lancar, karena tidak perlu melalui leher angsa. Akan tetapi langsung lurus masuk kedalam mesin. Performa mesin tentu saja lebih baik dengan adanya pasokan bahan bakar yang lebih lancar dan merata.

Ketiga, mesin tegak lebih tahan banjir. Karena bagian filter udara dan karburator terletak lebih tinggi dan lebih terlindung dari pada mesin horisontal. Busi-pun terletak lebih tinggi, sehingga bagian pemicu pembakaran ini lebih aman dari resiko terendam air.
mesin tegak
Keempat, mesin tegak dengan kapasitas mesin (cc) yang besar akan tetap kompak secara dimensi, tidak sepanjang mesin horisontal. Hal ini mengakibatkan sepeda motor lebih stabil karena titik berat motor dapat lebih terpusat di tengah. Selain itu beragam fitur yang lebih baik dapat diterapkan pada motor yang memakai konfigurasi mesin tegak. Semisal ada ruang yang cukup untuk Radiator, Monoshock Suspension, dan penggunaan Delta Box Frame. Tentunya motor makin superior dengan beragam Fitur ini.

Kelima, sepeda motor yang menggunakan mesin tegak akan lebih lincah ditikungan, karena titik berat pada mesin tegak lebih tinggi dari pada titik berat pada mesin horisontal. Hal ini akan membuat motor lebih dinamis saat bermanuver maupun saat melahap tikungan pada kecepatan tinggi. Demikian halnya jika kita terjebak dalam kemacetan jalanan kota besar, motor juga tetap lebih lincah dan handal.

Beberapa hal di atas adalah sebagian keunggulan dari mesin tegak yang dapat kami sampaikan melalui artikel kali ini. Jadi sudah sangat tepat apabila Bebek & Sport Hi-Tech Yamaha, yaitu Jupiter MX dan V-ixion menggunakan konfigurasi mesin tegak. Ini bukti Yamaha selalu menggunakan teknologi terbaik untuk dipersembahkan kepada semua konsumen yang dicintai dan mencintai Yamaha.

Liquid Cooled engine ber-CC Kecil, efektif atau tidak?
by: Hyper Dashcategory: Teknologi
Sering kali kita mendengar adanya pendapat bahwa mesin ber-cc kecil (dibawah 250cc) tidak efektif memakai liquid cooled system, atau yang biasa kita sebut sebagai radiator. Benarkah pendapat ini? Padahal seperti yang kita tahu teknologi liquid cooled system ini sudah diaplikasikan pada mesin Jupiter MX yang berkapasitas 135cc. Nah…mau tahu kebenarannya? Ikuti penjelasan berikut ini.

Sebenarnya pada mesin dengan cc sekecil apapun, tetap dibutuhkan sistem pembuangan / penyaluran panas dari dalam sistem mesin ke luar menuju lingkungan bebas di luar sistem mesin. Dikarenakan pada saat mesin bekerja terjadi proses pembakaran dalam ruang bakar yang tentu saja menimbulkan suhu ekstrim yang tinggi di dalam mesin itu sendiri. Gesekan antara komponen mesin yang bekerja dengan kecepatan tinggi secara otomatis menimbulkan panas yang sangat tinggi pula. Dengan suhu panas yang ekstrim ini, performa mesin bisa saja terganggu, oli dalam mesin dapat rusak, dan tentu saja gesekan antar komponen mesin semakin besar sehingga mengakibatkan mesin menjadi gampang rusak. So, komponen pembuangan panas diperlukan sebagai media untuk melakukan transfer panas dari dalam mesin menuju lingkungan bebas di luar sistem mesin.

Media perpindahan panas ini beragam bentuk dan sistem kerja, ada yang menggunakan sistem perpindahan panas langsung dari benda padat (logam) ke udara bebas melalui elemen sirip pendingin yang biasanya ada di bagian silinder mesin pada mesin berpendingin konvensional. Tetapi ada pula yang menggunakan pendinginan dua tahap, yaitu tahap pertama dengan sistem perpindahan panas dari benda padat (logam) menuju ke benda cair (cairan pendingin), setelah itu baru kemudian panas dilepaskan menuju ke udara bebas melalui media evaporator yang kita kenal dengan nama radiator.

Perpindahan panas dari mesin (benda padat) menuju ke benda cair (cairan pendingin) jauh lebih cepat 5 kali lipat dibandingkan perpindahan panas dari benda padat menuju  udara. Sehingga penggunaan sistem liquid cooled engine ini jauh lebih efektif dalam menjaga suhu mesin dalam kondisi ideal pada saat terjadi perubahan secara mendadak karena perubahan unjuk kerja mesin, ataupun pada saat mesin bekerja secara ekstrim untuk mengeluarkan kemampuan maksimalnya. Dengan terjaganya suhu mesin pada kondisi suhu yang ideal secara stabil, maka efisiensi mesin akan berada pada kondisi puncak, performa mesin akan maksimal, konsumsi bahan bakar lebih irit dan tentu saja komponen mesin lebih awet.

Dari ulasan di atas dapat kita simpulkan  bahwa liquid cooled system bekerja lebih efektif dibandingkan mesin dengan sistem pendinginan konvensional yang menggunakan sirip udara. Jadi pendapat yang menyatakan bahwa penggunaan liquid cooled system tidak efektif pada mesin dengan kapasitas cc mesin yang kecil. tidaklah benar. Justru penerapan liquid cooled system ini tetap lebih baik meski pada mesin ber-cc kecil sekalipun, hanya mungkin saja faktor harga akan menjadi pertimbangan pada motor-motor yang ditujukan untuk segmen ekonomis yang memang rata-rata ber-cc kecil.

mesin Jupiter MX

Nah khusus untuk Jupiter MX yang memang didesain dan diciptakan sebagai motor bebek dengan sensasi dan teknologi motor balap, maka pengunaan liquid cooled akan sangat bermanfaat untuk mendukung performa mesin MX untuk mencapai puncak performanya. Terlebih dalam mesin Jupiter MX segala teknologi yang terkandung didalamnya terintregrasi satu dengan lainnya sehingga saling mendukung keunggulan satu elemen mesin dengan elemen mesin yang lain. Dengan teknologi mesin berkonfigurasi tegak 44 derajat 4 Valve SOHC, Teknologi bahan DiASil Cylinder, Forged Piston, TPS, Pompa Akselerasi dan Liquid Cooled System, semuanya akan terpadu untuk memberikan performa puncak pada Jupiter MX. Sehingga pemakaian liquid cooled sistem pada mesin Jupiter MX akan memberikan kontibusi lebih dari pada pemakaian liquid cooled sistem pada mesin motor yang lain. Itulah hebatnya mesin Jupiter MX dengan liquid cooled system-nya.

Bravo Yamaha. Yamaha Semakin Di Depan.

Mesin 4 Valve SOHC

by: Devan MX

Yamaha Friends tentu mengetahui bahwa Yamaha V-Ixion dan Jupiter MX menggunakan mesin 4 valve SOHC dan hal ini menjadi salah satu keunggulan dari produk Yamaha…Friends tentu bertanya-tanya mengapa harus menggunakan mesin ini?? Apa keunggulannya dari mesin biasa maupun DOHC? Untuk itu kami berusaha mengupas sedikit mengenai mesin ini. Mudah-mudahan Friends Yamaha merasa terpuaskan oleh artikel ini.

Perbedaan DOHC 4 klep dan SOHC 4 klep
DOHC 4 klep

Diatas klep langsung dipasangin camshaft yg ditopang oleh  shim dan per klep independen. Keuntungannya hitungan durasi camshaft bisa langsung tertransfer dibuka/tutupnya klep (lossesnya lebih kecil). kerugiannya, komponen pendukungnya cukup banyak, sehingga  biaya produksi cenderung lebih mahal dari SOHC.

SOHC 4 klep

Artinya 4 (four) valves SOHC (single overhead camshaft) 1 silinder dipasok 2 klep masuk dan 2 klep buang (bebek sekarang rata2 hanya 1 klep masuk dan 1 klep buang) yang digerakkan oleh 1 noken as (SOHC). Jumlah rocker arm ada 2 buah masing2 bercabang 2 untuk menggerakkan 2 klep sekaligus mekanisme dari camshaft ke klep masih melalui rocker-arm, yg biasanya masih punya losses yg lebih besar mengenai transfer durasi buka/tutup klep dan profil camshaft. dibandingkan  dengan SOHC 2 klep, keuntungannya lebih pada penggunaan per-klep yang lebih terdistribusi dengan lebih baik di 2 klep intake dan 2 klep exhaust dimana efek akhirnya RPM tertinggi yang dicapai bisa lebih tinggi dibanding SOHC 2 klep, walau masih dibawah RPM DOHC karena ada faktor durabilitas rocker arm pada RPM tinggi.

Mengapa harus 4 klep SOHC ?

Untuk menaikan tenaga mesin ada tiga hal yang bisa dilakukan yaitu masuk/buang yang baik, kedua pembakaran yang sempurna,dan ketiga gesekan yang minim.Pada umumnya mesin silinder tunggal menerapkan satu valve masuk dan valve buang. bisa diperoleh dengan memperluas lebar lubang masuk dan lubang buang sebesar mungkin namun akan berakibat nilai muai yang tidak memungkinkan dan patut dipertimbangkan ruang pembakaran yang sempit.

Bisa pula memperluas lebar payung valve,namun ini meski membuat tenaga bertambah namun membuat konsumsi bahan bakar agak boros dan tidak tahan lama. Biasa diterapkan pada balap motor local. Sehingga untuk memperluas lubang masuk dan buang dibuatkan silinder tunggal dengan 3 valve,4 valve,dan 5 valve.4-valve

Kali ini dibahas 4 valve saja yang lebih banyak dipergunakan. mesin dengan 4 valve memiliki 2 valve masuk dan 2 valve keluar. Perumpamaan saja, 2 pintu lebih memudahkan banyak orang untuk masuk dan keluar dibandingkan 1 pintu. 4 valve memberikan efek yang merata pada kecepatan rendah dan akselerasi yang lebih baik. Dengan kata lain pembakarannya lebih efisien. Itulah mengapa banyak mesin balap dan performa tinggi menerapkan 4 valve. Sebagai  contoh: Yamaha YZR M1 dan Yamaha juga menerapkannya pada Yamaha V-ixion dan Jupiter mx

Memilih teknologi Throttle Positioning yang terbaik.

by: Hyper Dashcategory: Teknologi

Kemajuan teknologi telah banyak membantu umat manusia. Salah satunya teknologi untuk meningkatkan efisiensi mesin sehingga bahan bakar yang dikonsumsi oleh mesin menjadi lebih hemat atau lebih irit. Sebagai Konsumen Anda mungkin pernah mendengar adanya teknologi untuk mengatur timming pengapian dengan sistem kontrol posisi bukaan gas. Sehingga melalui teknologi ini timming pengapian pada ruang bakar di sepeda motor menjadi lebih maksimal dan secara otomatis akan menyesuaikan dengan kondisi bukaan gas / jumlah bahan bakar yang masuk dalam ruang bakar. Efisiensi mesin akan meningkat sehingga bahan bakar yang dikonsumsi oleh mesin menjadi lebih hemat atau lebih irit. Kontrol pengapian melalui CDI juga otomatis mengikuti kondisi yang terjadi pada posisi bukaan gas. Mapping Pengapian terbaik pada CDI secara otomatis juga akan memberikan efek terhadap performa dan efisiensi mesin motor tersebut. Itulah kelebihan teknologi “Throttle Position”

Nah tentunya sebagai konsumen akan sangat bijak jika Anda mengetahui bermacam-macam teknologi ini sehingga mengetahui mana yang terbaik dan dapat memilih teknologi yang terbaik pula. Pada Yamaha Teknologi ini sering kali disebut TPS (Throttle Position Sensor). Tapi hati-hati ada juga TPS dan TSS yang singkatannya juga berbeda, pada produk kompetitor TPS kalau di jabarkan adalah Throttle Position Switch dan TSS berarti Throttle Switch Sensor. Apa bedanya? Pada Throttle Position Sensor memakai sensor variable untuk mengukur bukaan gas pada bagian karburator, sedang pada Throttle Position Switch dan Throttle Switch Sensor, mereka masih menggunakan Switch sebagai tombol on / off, sistem ini bekerja secara manual cuma untuk memindah dua posisi saja (dua mapping pengapian), jadi bukanlah model variable sensor yang mampu otomatis berubah menyesuaikan setiap kondisi bukaan gas yang terjadi. Tentu saja performa kerjanya sangat jauh berbeda walau namanya mirip-mirip. Throttle Position Sensor berkerja jauh lebih komplek dan jauh lebih baik dari model switch yang ada pada Throttle Position Switch dan Throttle Switch Sensor.

Seperti yang sudah kita bahas, teknologi Throttle Position Sensor adalah teknologi Throttle Position yang terbaik, dan inilah yang diaplikasikan Yamaha pada Jupiter MX. Lebih hebatnya lagi Yamaha yang terkenal mampu bikin motor yang dapat lari kencang tidak hanya menerapkan TPS saja pada mesin Jupiter MX untuk membuat konsumsi bahan bakarnya jadi irit, akan tetapi Jupiter MX walau irit tetap mampu berlari kencang. Karena itulah TPS ini dipadukan dan di-intregasi-kan dengan Pompa Akselerasi sehingga walau irit tetap dapat menghasilkan tarikan yang spontan. Cara kerjanya seperti ini:
Jika handle gas dibuka, maka udara akan bertambah dan membuat campuran menjadi kering (lebih banyak komposisi udara jika dibandingkan dengan Air Fuel Ratio yang Normal) sehingga akselerasi jadi buruk dan tersendat. Disini fungsi pompa akselerasi untuk menginjeksikan bahan bakar ke bagian Ventury di dalam karburator saat terjadi percepatan, sehingga mesin merespon dengan cepat dan tarikan spontan terjadi.

Dengan perpaduan teknologi TPS yang terbaik dan teknologi pompa akselerasi yang sudah intregasi dalam satu kesatuan sistem pengabutan bahan bakar, maka Jupiter MX memiliki teknologi Throttle Position yang terbaik sehingga memiliki efisiensi mesin 135cc yang terbaik, irit bahan bakar, tarikan responsif-spontan dan mampu berlari kencang.

JUPITER MX 135 LC
YANG LAIN MAKIN KETINGGALAN !!! -> ngamuk kaga terima akhirnya malah ganti baju jadi stripper ?? Wakakekkxx 😆

segala caci maki  kritik yg bersifat menghancurkan membangun & pujian & saran & merupakan Hak  Asasi Manusia masing2 individu silahkan dimuntahin atau ditelan mentah2 :mrgreen: PEACEE ALL Salam Roda 2 ngeeeennggggg

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 6 so far )

Rasa naik Jupiter MX

Posted on Januari 3, 2011. Filed under: Jupiter MX / T135 / Spark, Motor, Yamaha |

kemarin (27 Des 2010) naik motor Jupiter MX tipe lama (generasi pertama th.2007) punya temen kantor. berhubung motor lagi ditinggal dirumah krn. sakit gaenak badan.

ternyata aki nya tekor alias ga ada aki, pantes aja klakson serak heheh. tapi motor lumayan enak dinaekin meski cuma ngandelin kelistrikan spul.

power motor & tarikan akselerasi terasa lebih mantep/besar daripada supra x 125, mesin pun serasa lebih adem dan suara lebih alus. cuma jarak ke tanah terasa lebih rendah dan jok masih lebih empuk supra.

UPDATE : berikut adalah TOP SPEED Jupiter MX yg telah di-modifikasi oleh tuner Filipina bisa mencapai 180 kph !!! 😯

kesan saya setelah melihat video tersebut adalah sangat terpana, tes dilakukan di jalan umum yg tidak terlalu sepi , testernya tergolong berani dan nekat tanpa ada rasa takut kecelakaan sama sekali, dan yg terpenting adalah rasa kagum & kaget melihat motor MX bisa dikebut sekenceng itu 😯

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 2 so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: