Fitness/Gym

Ya sesuai judulnya fitness atay gym adalah salah 1 kegiatan olahraga, dimana tujuannya yaitu membuat otot menjadi tebal, kuat, besar, lentur jadi diharapkan bisa melindungi tulang jika terjadi benturan ringan misalnya terjatuh, terpukul, dll .

tampak kadar lemak perut yg cukup tinggi, meski pas di tes kolesterol masih normal..

Di usia saya yg sudah menginjak 36 tahun, dimana saya tidak lagi muda namun sepertinya juga belum begitu tua, saat ini dan seterusnya diharapkan agar saya secepat mungkin membentuk otot tubuh sekeras, setebal, sebesar mungkin.

Karena apa? Supaya di masa tua saya nanti, saya setidaknya terhindar/tidak terkena penyakit osteoporosis, yg mana jika sudah kena maka sekali patah/retak tulang maka biayanya cukup mahal. Dengan adanya otot yg besar dan kuat maka saya bisa beraktivitas lebih nyaman, juga daya tahan tubuh terhadap penyakit lebih kuat karena mau tidak mau saat gym , kita akan memakan makanan yg bergizi dan sehat. Terutama banyak Protein, nutrisi vitamin, dkk.

Saat ini tinggi saya sekitar 173cm, berat badan sekitat 75kg (kadang bisa naik, bisa turun)

Saya mulai fitness sejak pertengahan mei 2017 kemarin, dan sekarang sudah masuk ke bulan ke 6.

perut masih buncit menandakan pola makan masih tinggi lemak, kalori

Progress/kemajuannya bisa dibilang agak lambat, dengan otot saya yg susah besar, mungkin otot dada saya agak sudah membesar.

Juga lemak perut saya yg masih belum hilang, alias masih buncit, karena saya jarang latihan perut.


Memang tua tidak bisa dihindari, tapi setidaknya saya sudah berusaha maksimal untuk tetap awet muda. Karena akan jauh lebih baik dan berguna untuk berusaha daripada hanya pasrah, berdiam diri, atau menikmati hidup.


Ternyata setelah selama 6 bulan gym, maka saya mengalami beberapa hal2 diantaranya:

Pada bulan juli pertengahan saya sempat sakit radang tenggorokan dan disusul oleh flu, batuk2 dimana sekitar 2 mingguan lebih saya tidak gym dan sudah minum antibiotik cukup keras, dari cefadroxil, cefixime, levofloxacin, masih belum sembuh dan akhirnya sembuh2nya minum co-amoxiclav generik.

Hal ini penyebabnya karena Saya kecapean, setelah gym bukannya istirahat malah urusin mobil, sampe malem keringetan, besoknya sakit.

Repot dah kalo udah sakit, sembuhnya lama, padahal udah makan minum bergizi.


Kesimpulannya:

  1. Solusinya jangan  sampe sakit, klo exhausted, stop, istitahat. Jangan di forsir.
  2. Kalau sakit, sebaiknya jangan nekat memaksakan untuk gym, karena sakitnya malah bisa tidak/lama sembuh, meski kadang tergantung orang juga, ada yg kuat.
  3. Tidur kudu minimal 7 jam sehari, apalagi klo capek banget.
  4. Makanan kudu/ harus sehat bergizi, banyak buah, sayur.
  5. Mau gamau kudu dibantu oleh suplemen seperti susu whey, amino, creatine, bahkan steroid. Mahal memang tapi mau gimana lagi, hidup hanya sekali, uang bisa dicari, sementara waktu tidak akan kembali.
  6. Ralat: suplemen sesuai namanya hanya tambahan, jika sehari-hari kita makan minum sudah cukup bergizi (kadar protein, kalori, dll. Sudah mencukupi kebutuhan kita), sepertinya suplemen boleh tidak dipakai.

Saya masih belum menggunakan jasa personal trainer, karena cukup mahal bayarannya, lagipula mending uangnya buat bayar sewa bulanan, beli makanan, susu, dll.  Pola latihan bisa dipelajari via web.

Memang beda dengan orang yg masih muda umur 25an pasti akan lebih cepat jadi dan bagus.

Gym itu olahraga berat dan mahal serta melelahkan/menyakitkan. Kenapa ?

Berat, karena jika tidak mau angkat berat maka otot tidak akan pecah/luka, jadi tidak akan jadi. Semakin besar, parah, luas perlukaan pada serat otot maka, jika diberi high nutrisi (protein, bcaa, dll) maka kemunhkinan otot tumbuh membesar semakin cepat.

Maka percuma makan minum high protein, jika tidak latihan berat malah bisa membebani liver, ginjal karena nutrisi tidak terserap malah organ tubuh berusaha membuangnya keluar melalui urin, feces, keringat.

Dan sebaliknya, percuma latihan berat jika tidak diimbangi dengan makan, minum yg bergizi sehat, malah akan sia2 dan sakit karena otot, badan sudah lelah tidak diberi makan makin hancur badan..

Mahal, karena untuk membeli makan minum high protein seperti susu whey, suplemen cukup mahal karena masih diimport. Juga biaya sewa tempat gym.

Sebenarnya bisa diakali dengan putih telur namun seberapa banyak? Juga tempat gym jika murah meriah maka biasanya banyak orang jadi crowded..

Melelahkan, karena butuh waktu istitahat yg lebih daripada orang biasanya, jadi waktu terbuang untuk tambahan tidur/rest. Silahkan saja jika waktu rest malah dipake untuk hal lain, maka paling sakit seperti pengalaman saya..

Tujuannya kembali ke masing2 pribadi, ada yg ingin totalitas mau jadi atlit, atau hanya separoh2 saja yg penting badan atletis, perut sixpack. Atau ada yg mau2 gak2 seperti saya dulu hasilnya buang2 uang, waktu. Sementara badan ga jadi.

Otot itu ibarat kompor, semakin besar otot kita maka akan semakin cepat dan lama membakar lemak, gula(kalori/carbohydrate), maka orang yg belum berotot akan susah banget untuk membakar lemak, dan kebalikannya semakin besar dan kuat otot maka lemak akan semakin cepat hilang. Makanya orang yg berotot jika makan banyak perutnya tidak kelihatan buncit dan sebaliknya.

Otot jika tidak dilatih maka lama kelamaan akan menciut, menyusut. Enaknya otot tidak bergantung oleh faktor usia, maka ada yg sudah manula tapi masih kekar.

Otot yg nyeri tandanya ia sedang luka, sakit, pecah, maka harus diobati dengan nutrisi high protein, vitamin, dll. Juga dibarengi dengan istirahat untuk recovery.

Terima kasih sudah membaca artikel saya ini, salam sehat dan bugar đŸ™‚

Iklan

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: